Advertorial

15 Tahun Tertunda, Presiden Jokowi Targetkan Terowongan Nanjung Rampung Akhir Tahun

Kompas.com - 11/03/2019, 11:00 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Setelah 15 tahun tertunda, proyek terowongan Nanjung, Kabupaten Bandung mulai berwujud. Terowongan itu merupakan satu dari sejumlah proyek besar pengendalian Sungai Citarum.

Minggu (10/3/2019) siang, Presiden Joko Widodo langsung meninjau progres proyek tersebut.

Ia datang didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Hari Suprayogi , Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, dan Bupati Bandung Dadang Naser.

"Ini sebetulnya terowongannya sudah rencana yang sangat lama. Mungkin 15 tahun yang lalu, ini rencana lama dikaji sekarang dalam proses kita kerjakan," kata Jokowi.

Ia pun menargetkan, proyek tersebut akan selesai akhir tahun nanti agar manfaat terowongan itu bisa dirasakan nyata, khususnya untuk mengurangi genangan banjir di wilayah Kabupaten Bandung.

"Kita harapkan dapat mengatasi banjir yang ada di Bandung utamanya di Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang ini bisa terkurangi dengan adanya terowongan ini," ujarnya.

"Terowongan Nanjung ini sepanjang 230 meter, dua terowongan. Ini yang satu sudah rampung yang satu sudah separuh lagi akhir tahun ini selesai. Hingga nanti musim hujan berikut sudah terlihat fungsi dari terowongan ini," tambah Jokowi.

Kondisi terkini proyek Terowongan Nanjung, Kabupaten Bandung, Minggu (10/3/2019). Salah satu proyek pengendalian Sungai Citarum itu ditargetkan selesai akhir tahun ini. Kondisi terkini proyek Terowongan Nanjung, Kabupaten Bandung, Minggu (10/3/2019). Salah satu proyek pengendalian Sungai Citarum itu ditargetkan selesai akhir tahun ini.

Ia menuturkan, banyak hal yang menjadi sebab proyek itu terkendala. Salah satunya kebutuhan dana yang besar.

"Karena yang pertama di kabupaten sendiri tak punya kemampuan untuk mengerjakan ini baik di kabupaten maupun provinsi. Kalau gak diambil alih pusat gak mungkin bisa dilaksanakan. Dulu kita pernah ajak di kolam retensi di Cieunteung. Kalau sudah diputuskan ya langsung dijalankan biasanya kita bekerja seperti itu lihat ke lapangan. Perencanaan sudah lama kita tinggal memutuskan," paparnya.

Selain itu, Jokowi menambahkan, Kementerian PUPR juga akan menambah kolam retensi di sejumlah titik sebagai upaya untuk mengurangi banjir di Kabupaten Bandung.

"Sepanjang itu memang bermanfaat dijelaskan kepada masyarakat kebutuhan lahan sebesar itu. Jelaskan fungsinya untuk rakyat banyak saya kira masyarakat juga akan memberi ruang," jelasnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau