Advertorial

BNI Gandeng Dana Rupiah dalam Financial Digital Business

Kompas.com - 13/03/2019, 14:27 WIB
- -

Seiring dengan perkembangan industri fintech di Indonesia, Bank Niaga Indonesia (BNI) berkomitmen untuk menjadi partner terdepan yang akan menggandeng perusahaan-perusahaan Fintech di Indonesia.

Sebagai langkah awal BNI, pada hari Kamis, 7 Maret 2019 bertempat di Menara BNI telah melangsungkan workshop internal dengan tema “BNI Financial Digital Business”. “Hal ini dilakukan agar BNI ke depan bisa lebih optimal dalam menyikapi perkembangan fintech yang cukup besar”, ungkap Maya Irma Tobing, Vice President BNI.

Workshop yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga 12.00.WIB ini dihadiri oleh perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Alvin Taulu sebagai regulator, seluruh pemimpin cabang BNI daerah Jakarta dan sekitarnya serta Business Development Manager Dana Rupiah Christine Tandeans sebagai perwakilan pelaku platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia.

Fintech merupakan industri baru di bidang jasa keuangan. Kehadiran fintech di Indonesia adalah sebagai pilihan lain bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan di bidang jasa keuangan.

BNI yang memiliki visi untuk terus beradaptasi dengan perubahan zaman berkomitmen untuk merangkul fintech sebagai partner kerjasama, bahu membahu demi meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.

- -

Industri fintech adalah gabungan antara jasa keuangan dan teknologi. Poin penting dari industri fintech adalah teknologi mutakhir yang memungkinkan segala sesuatu dapat berjalan dengan mudah dan cepat.

Dengan komitmen BNI untuk merangkul industri fintech, sampai sekarang hanya BNI satu-satunya bank yang telah mengeluarkan produk yang dikhususkan bagi industri fintech.

Pada workshop kali ini disampaikan pula bagaimana proses bisnis perusahaan fintech yang terbilang sangat berbeda dari perusahaan jasa keuangan konvensional.

Menurut Christine, dunia fintech menuntut segala sesuatunya harus cepat, akurat, dan praktis. Selain bersandar pada teknologi sistem internal dan sumber daya manusia yang mumpuni di bidangnya, Dana Rupiah juga memerlukan pihak ketiga yang dapat mengimbangi kecepatan mobilitasnya. “Tidak hanya mobilitas yang tinggi, peraturan-peraturan yang ketat dari OJK pun harus kita patuhi,” ujarnya.

Mengenai kolaborasi financial digital business antara BNI dan fintech, CEO Dana Rupiah Andy Zhang mengungkap bahwa hal ini adalah langkah yang baik untuk menciptakan layanan keuangan yang semakin efektif dan efisien. “Di masa yang akan datang,dengan teknologi yang semakin maju maka semua transaksi keuangan harusnya akan lebih mudah dan cepat,” tandasnya.