Advertorial

Mengenal Phishing dan 5 Cara Menghindarinya

Kompas.com - 26/03/2019, 14:43 WIB
- -

Kata phising mungkin sudah tak asing lagi di telinga. Phishing berasal dari kata fishing dalam bahasa Inggris yang artinya memancing. Kegiatan yang tergolong fraud ini memungkinkan orang lain mengambil data seseorang secara online dan dari perangkat yang berbeda.

Phishing kini kerap ditemui di dunia finansial. Orang jahat bisa memanfaatkan data orang lain demi kepentingan mereka sendiri. Untuk itu, menjaga keamanan data pribadi sangatlah penting dan krusial, demi menghindari kerugian.

Bagaimana cara menghindari phishing yang kian cerdas dalam melakukan aksinya? Simak panduan berikut ini:

1 Jangan mengeklik sembarang tautan

Berselancar di dunia maya untuk mencari informasi dan hiburan kerap membuat orang lupa jika ada sebagian orang yang memanfaatkan hal ini untuk kepentingan pribadi.

Orang jahat itu bisa menyebarkan tautan yang jika dibuka akan menuju halaman formulir untuk diisi data pribadi si pengeklik. Bentuknya beragam, seperti kuis berhadiah barang mahal.

Mereka juga bisa mengirimkan email dengan iming-iming hadiah besar. Ada pula kasus dengan mengatasnamakan diri sebagai pihak lain yang membutuhkan informasi pribadi seseorang dengan beragam alasan seperti pembaruan data.

Selalu waspada pada tautan yang akan diklik, terutama jika sumbernya kurang jelas dan terlihat mencurigakan secara visual, bahasa, atau alamat domain. Lakukan konfirmasi ke pihak yang namanya dicatut saat meminta informasi pribadi, misal dari bank.

2 Jangan melakukan transaksi dengan perangkat umum

Perangkat umum untuk berselancar di dunia maya kini tersedia di banyak tempat, seperti komputer di bandara atau perpustakaan. Usahakan untuk tidak melakukan transaksi apa pun dengan perangkat itu agar terhindar dari penarikan data pribadi oleh pihak tak bertanggung jawab.

Gunakan perangkat pribadi untuk mengakses informasi perbankan atau melakukan transaksi keuangan dan belanja. Jika menggunakan perangkat umum, riwayat transaksi dan jejak informasi dapat tertinggal dan dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

3 Tidak sembarangan mematuhi instruksi melalui telepon

Sejumlah perusahaan memang masih menggunakan telemarketing untuk menjual produknya. Namun, ada pihak tertentu yang memanfaatkan telemarketing sebagai jalan pintas untuk phishing.

Mereka bisa melakukannya dengan mengaku sebagai utusan bank atau perusahaan yang menginginkan seseorang untuk memberi informasi pribadi dengan berbagai alasan. Jangan langsung memberikan informasi pribadi yang diinginkan jika telepon tampak mencurigakan.

Sebaliknya, tutup teleponnya dan hubungi call center dari bank atau perusahaan tertentu yang disebutkan sebelumnya. Lakukan konfirmasi apakah seluruh informasi tadi benar dan valid.

4 Cek rekam jejak perusahaan penyedia layanan

Jika ingin mengajukan pinjaman online ke suatu jasa penyedia layanan, sebaiknya cek rekam jejak perusahaan terlebih dahulu.

Penyedia layanan bertanggung jawab pasti memiliki izin dan berada dalam pengawasan badan yang mengatur produk keuangan seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI). Jika penyedia layanan yang dituju tidak memiliki keduanya, pikir ulang kembali.

Lama tidaknya suatu penyedia layanan beroperasi tidak selalu berbanding lurus dengan kelengkapan izinnya. Salah satunya adalah Traveloka yang menjamin produk terbarunya, yakni Traveloka PayLater bisa dipercaya.

Hal itu karena karena Traveloka telah bekerja sama dengan P2P lending yang pertama kali memiliki izin beroperasi dari OJK, Danamas. Traveloka PayLayter merupakan layanan yang memungkinkan penggunanya dapat bertransaksi dengan metode cicilan online aman.

5 Cari ulasan dari pengguna sebelumnya

Jika fakta layanan yang dituju berada di bawah pengawasan OJK belum cukup, tambah investigasi mandiri dengan melakukan pengecekan ulasan dari pengguna sebelumnya.

Saat ini, mencari ulasan tentang sebuah perusahaan sangatlah mudah. Ada banyak sekali informasi yang dibutuhkan saat dicari di dunia maya.

Itu dia tips menghindari pishing yang bisa dilakukan. Tetap jaga kerahasiaan data saat menggunakannya untuk transaksi agar tetap aman dan tidak disalahgunakan.

Jika sudah menerapkan tips di atas, Anda tak perlu lagi khawatir nantinya ketika melakukan transaksi online. Dengan layanan yang tepat, transaksi Anda pun dijamin aman.