Advertorial

Sinergi Forpimda Surabaya Wujudkan Pemilu Aman dan Kondusif

Kompas.com - 07/04/2019, 15:14 WIB

 

Warga negara Indonesia akan menyalurkan hak pilihnya melalui Pemilihan Umum (Pemilu) yang digelar pada 17 April mendatang. Oleh karenanya, Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Surabaya meningkatkan sinergitas guna mewujudkan pemilu yang kondusif, aman dan lancar.

Berbagai upaya telah diterapakan dalam rangka menyambut pesta demokrasi terakbar di Indonesia. Mulai dari pengoptimalan pelayanan e-KTP, penyiapan tempat penyimpanan kotak surat suara, personel pengamanan hingga simulasi hari H dan pasca pencoblosan.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengajak warga Surabaya untuk tak ragu datang ke tempat pemungutan suara (TPS). Sebab, Forpimda Surabaya telah menjamin keamanan dan kenyamanan warga saat menentukan pilihannya di pemilu nanti.

“Forpimda akan saling mengoptimalkan, terutama untuk menjaga kondusivitas Kota Surabaya. Kita sudah punya kesepakatan bersama,” kata Risma -sapaan Tri Rismaharini- di sela-sela pertemuan Forpimda di kediaman wali kota, Selasa (26/3) lalu. Dalam pertemuan tersebut juga hadir Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan, Kapolres Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto, Danrem 084 Bhaskara Jaya Kolonel Inf Sudaryanto, serta dari unsur Kejaksaan Negeri Surabaya dan Kejaksaan Negeri Tanjung Perak.

Dalam rangka mendukung suksesnya pemilu 2019, Pemkot Surabaya melakukan optimalisasi dengan menambah jam layanan perekaman e-KTP. Loket pelayanan e-KTP di Siola dibuka hingga pukul 24.00. Penambahan waktu pelayanan e-KTP hingga tengah malam itu berlaku hingga 31 Maret 2019. Dengan demikian diharapkan tidak ada alasan bagi masyarakat tidak ke TPS karena belum memiliki e-KTP. “Nanti akan kami evaluasi, jika dirasa masih kurang akan kami perpanjang masa pelayanannya,” terang wali kota yang juga menjabat Presiden United Cities Local Government (UCLG) Asia-Pasifik ini.

Tak hanya itu, Pemkot Surabaya juga telah menyiapkan jajaran Satpol PP dan Linmas guna membantu pihak kepolisian dan TNI dalam pengamanan TPS. Di sisi lain, Pemkot juga berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk meminjamkan beberapa aset untuk penyimpanan kotak suara. Di antaranya di wilayah Wonokromo, Sawahan, Tambaksari dan gedung Gelora Pancasila.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan menegaskan akan menjamin keamanan dan kenyamanan selama pelaksanaan pemilu. Salah satunya dengan membentuk posko bersama Forpimda Surabaya. Di pokso itu, para petugas akan memonitor pelaksanaan pemilu, mulai dari kampanye terbuka, pencoblosan, hingga penghitungan surat suara. “Nanti (posko) akan berpusat di Polrestabes Surabaya. Kita selama 24 jam duduk bersama di sana. Silahkan kalau ada informasi keluhan yang ingin disampaikan terkait pelaksanaan pemilu,” ujarnya.

Rudi menjelaskan, terkait teknis pengamanan, pihaknya akan menerapkan pola 2 polisi dibantu 12 jajaran Linmas yang akan membawahi 24 TPS. Mereka akan membantu pengamanan di sekitaran TPS, namun tidak masuk ke dalam lokasi. Selama 24 jam, mereka akan melakukan tugas pengamanan, mulai kedatangan logisitik surat suara, pencoblosan sampai penghitungan surat suara. “Untuk pengamanan kami juga akan mengerahkan sekitar 2000 polisi,” imbuhnya.

Danrem 084 Bhaskara Jaya Kolonel Inf Sudaryanto menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mensukseskan pemilu 2019. Sebagai warga negara yang baik, masyarakat diharapkan bersinergi bersama pemerintah untuk mensukseskan pesta demokrasi itu.

Sudaryanto menambahkan bahwa TNI siap mem-back up penuh pengamanan pemilu bersama jajaran kepolisian dan Pemerintah Kota Surabaya. Untuk mematangkan skema pengamanan, Forpimda Surabaya sudah melakukan simulasi-simulasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama penyelenggaraan pemilu.

Tak lupa, Sudaryanto menyatakan bahwa TNI dan Polri berkomitmen menjaga netralitas dalam pemilu 2019. “Yang terpenting bagi kami adalah menjamin rasa aman masyarakat di tengah pesta demokrasi ini. Itu fokus utama kami,” pungkasnya.(adv)

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau