Advertorial

Jog-A-Thon, Cara Unik Dalam Menggalang Dana

Kompas.com - 13/04/2019, 08:50 WIB

Pemberitaan mengenai prestasi pendidikan di Indonesia kini semakin banyak ditorehkan bahkan hingga ke ranah internasional. Meski begitu, aksi sosial pun tidak boleh ketinggalan untuk ditanamkan oleh para pendidik kepada setiap anak didiknya.

Dan pada hari ini, Jumat 12 April 2019, sebanyak 209 orang telah berpartisipasi dalam acara Run for Charity “Jog-A-Thon” di GOR Pajajaran. Para peserta lari dalam acara ini berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 30.147.000 dalam waktu 60 menit. Semua donasi yang dihasilkan akan disumbangkan kepada TK Harapan Negeri di Sumatera Utara dan Kalimantan Barat.

Jog-A-Thon merupakan event penggalangan dana yang diselenggarakan setiap tahunnya oleh Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB). Sama seperti tahun sebelumnya, peserta yang berpartisipasi tidak hanya mahasiswa, staf, dan dosen ITHB, tetapi juga ada 34 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru serta siswa-siswi dari 12 Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Bandung.

"Jog-A-Thon merupakan acara yang selalu diadakan ITHB untuk menggalang dana dengan cara yang unik, karena kita mengajak semua donatur berolahraga dan menjadi lebih sehat. Berdonasi sekaligus berolahraga merupakan ide yang baik yang telah diterapkan sejak 14 tahun yang lalu." ujar Bapak Tamsir selaku Ketua Pelaksana Jog-A-Thon 2019.

- -

RFID : Teknologi untuk Identifikasi Donasi Peserta

Selain itu, dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, ITHB menggunakan metode khusus guna mengidentifikasi jumlah putaran yang sudah dilalui oleh para pelari. Saat berlari, semua peserta Jog-A-Thon 2019 menggunakan Radio Frequency Identification (RFID). RFID merupakan sistem identifikasi yang menggunakan gelombang radio. Dengan demikian jumlah donasi yang disumbangkan oleh para pelari akan langsung teridentifikasi secara real time saat mereka berlari.

"Dengan penggunaan sistem RFID atau Radio Frequency Identification ini, setiap pelari akan dipasangkan nomor peserta yang terdapat chip di dalamnya. Nantinya akan ada alat pendeteksi yang akan mengidentifikasikan jumlah putaran yang sudah dilalui pelari, dan secara otomatis akan terhitung juga jumlah donasinya berdasarkan nilai tiap putaran yang sudah disampaikan oleh pelari ke panitia sebelumnya. Hebatnya RFID ini adalah hasil inovasi dari mahasiswa dan dosen ITHB sendiri yang dijamin keakuratannya." terang Nadia, salah satu panitia Jog-A-Thon.

Menjadi Pelari Termahal dan Terjauh

Pelari termahal pun dinobatkan kepada Melisa Halim, mahasiswa Supply Chain Management (SCM) ITHB 2018 (Kategori Mahasiswa dan Siswa), dengan donasi sebesar Rp 395.000 dan Ibu Eka Kurnia, Sekdep Teknik Industri ITHB (Kategori Dosen dan Guru), dengan donasi sebesar Rp 1.648.000.

Lalu untuk pelari dengan sponsor terbanyak Kategori Mahasiswa, kembali diraih oleh Melisa Halim sebanyak 33 sponsor. Kemudian, pelari dengan sponsor terbanyak, Kategori Dosen dan Staf, diraih oleh Ibu Desti, Staf Informatika ITHB, dengan 26 sponsor. Sementara itu untuk pelari terjauh Kategori Mahasiswa/Siswa diraih oleh Steven Andrian Pontoh dari SMKF BPK Penabur (22 laps) dan Wempy, mahasiswa Informatika ITHB 2017 (15 laps). Dan untuk Pelari Terjauh Kategori Dosen/Staf/Guru diraih oleh Bapak Anggoro, Dosen Teknik Industri ITHB (17 laps) dan Ibu Eka Kurnia (11 laps).

“Saya baru pertama kali mengikuti Jog-A-Thon dan menurut saya acara ini sangat baik, menyenangkan dan menyehatkan. Acara seperti ini yang saya pikir sangat bermanfaat tidak hanya untuk kesehatan tetapi juga untuk kemanusiaan.” ujar Ibu Rini Andayani, S.Pd. selaku Wakil Kepala Sekolah SMAK 1 Bina Bakti.

Kegiatan sosial seperti Jog-A-Thon diharapkan dapat menambah kepedulian setiap generasi muda saat ini terhadap sekitarnya dan menjadikannya berdampak bagi bangsa dan negara.

Informasi dan berita terbaru Institut Teknologi Harapan Bangsa lainnya dapat disimak di www.ithb.ac.id.

Jog-A-Thon: Berlari Bersama, Peduli Sesama!

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau