Advertorial

Abadikan Foto Cityscape dengan “smartphone”, Bisa

Kompas.com - 07/05/2019, 23:27 WIB

KOMPAS.com – Saat ini, kemampuan memotret smartphone menjadi bahan pertimbangan konsumen untuk membelinya atau tidak. Perkembangan teknologi kamera pada smartphone memang begitu pesat dari waktu ke waktu.

Tak hanya sekadar jepret, berbagai genre fotografi kini bisa dilakukan melalui smartphone. Satu genre fotografi adalah cityscape berupa foto lanskap dengan objek foto perkotaan.

Cityscape adalah genre paling fleksibel. Itu karena menjepret panorama kota tidak perlu menunggu momen sunset dan sunrise. Genre ini bahkan bisa dilakukan malam hari dengan hasil berupa bangunan perkotaan dengan lampu-lampu yang menarik.

Seorang fotografer yang menekuni genre cityscape adalah Sukimin Thio. Menurut dia, genre ini begitu menarik untuk dipelajari dan diterapkan.

“Foto cityscape ini banyak yang orang suka melihat hasilnya, foto bagus yang bisa dipotret tanpa harus pergi jauh-jauh. Di sekitar kita ada banyak obyek foto yang bagus," ujar Sukimin.

Wujudkan foto cityscape dengan smartphone

Sukimin melanjutkan, saat ini pemotretan cityscape bisa dilakukan melalui perangkat smartphone. Hal itu menurutnya karena pesatnya perkembangan teknologi kamera pada ponsel pintar.

“Bahkan orang awam sekalipun bisa dengan menggunakan smartphone,” kata dia.

Sukimin mencontohkan smartphone dengan kamera yang mumpuni, yakni Huawei P30 Pro. Hal itu karena menurut hasil pengujian lembaga independen DxOMark, kamera Huawei P30 Pro merupakan yang terbaik.

Ia melanjutkan, salah satu fitur yang penting dalam memotret cityscape adalah lensa ultra-wide angle dan zoom. Itu karena memotret pemandangan kota dibutuhkan lensa yang bisa menjangkau area lebih lebar.

Selain itu, Sukimin berpendapat jika sistem triple camera dari Lecia yang ada pada Huawei P30 Pro mampu untuk merekam dan memotret pemandangan kota secara mengesankan.

Sistem kamera Huawei P30 Pro sendiri terdiri dari Super Sensing Camera 40 MP, lensa Ultra Wide Angle 20 MP yang setara dengan lensa 16 mm, serta lensa tele berresolusi 8 MP.

Kemampuan foto malam yang mumpuni

Sukimin melanjutkan, fitur penting kamera smartphone lain untuk mendukung cityscape adalah mode malam. Hal itu karena pemotretan cityscape juga bisa dilakukan pada malam hari.

Fitur mode malam yang mumpuni juga ada pada Huawei P30 Pro sehingga mampu mengasilkan foto malam nan baik dengan detail mengesankan. Fitur ini juga mampu mengurangi noise dengan baik.

-- -

Satu hal penting pada foto cityscape menurut Sukimin adalah, perangkat harus diam karena kemungkinan akan menggunakan long exposure. Namun pada Huawei P30 Pro, cityscape malam bisa dilakukan tanpa eksposure yang panjang.

Ia melanjutkan, fitur night mode pada Huawei P30 Pro dan cityscape merupakan perpaduan yang harmonis. Smartphone ini mampu mencapai tingkat detail yang tinggi pada hampir semua kondisi cahaya.

Tips dan tantangan foto cityscape ala Sukimin

Selanjutnya Sukimin membagi tips untuk menjepret foto cityscape yang baik. Berikut ini dua tips yang ia berikan:

1 Usahakan ambil foto yang beda dari lainnya

Tips pertama adalah usahakan untuk tidak menghasilkan foto yang sama dengan orang lain. Kesamaan ini bisa dari sudut pengambilan.

2 Ciptakan foto yang unik

Pemotret bisa menambahkan variasi agar fotonya tampak unik. Salah satu caranya bisa dengan menerapkan long exposure untuk menampilkan gerakan awan di atas gedung.

“Kalau hasil fotonya terlalu mainstream, maka foto cityscape akan terlihat biasa saja dan kurang menarik,” ujar Sukimin.

Selain tips, ia juga menjelaskan jika ada beberapa tantangan dalam genre cityscape. Tantangan itu antara lain adalah izin karena tidak semua pemilik mau gedungnya dipotret. Sementara tantangan selanjutnya adalah cuaca dan penguasaan teknik cityscape.

Kuasai teknik cityscape

Bagi pengguna smartphone Huawei, kini telah tersedia pelatihan gratis, yakni Huawei Next-Image Masterclass yang diadakan setiap akhir pekan.

Acara tersebut akan kembali diadakan di All Season Hotel, Jakarta Pusat, Sabtu (11/05/2019) dengan tema cityscape. Pembicara dalam acara ini adalah fotografer yang menekuni cityscape, Sukimin Thio.

Sukimin mengatakan, dirinya akan menyampaikan secara lebih detail tentang konsep cityscape dan apa saja yang perlu disiapkan untuk memotret dalam genre tersebut.

"Saya juga akan menunjukkan beberapa sampel foto saya. Tidak saya sebut dipotret dengan kamera apa, disusul dengan paparan tentang pengalaman saya menggunakan Huawei P30 Pro selama beberapa waktu terakhir," ujar dia.

Sukimin telah membawa Huawei P30 Pro berkeliling Selandia Baru dan Singapura. Hasil jepretan cityscape-nya di dua negara itu pun begitu menawan. Ia akan menunjukkan hasil fotonya saat pelatihan dan memandu peserta untuk bisa mempraktikkannya sendiri.

Sukimin juga mengakui jika Huawei P30 Pro telah mengubah pandangannya tentang kamera smartphone. Menurutnya, kamera smartphone ternyata bisa dipakai untuk memotret dengan bagus.

Sukimin lantas melanjutkan jika kamera profesional dan smartphone memang tidak bisa saling menggantikan. Namun keduanya bisa saling melengkapi. Informasi selengkapnya tentang Huawei Next-Image Masterclass bisa didapatkan di tautan ini.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau