Advertorial

Kawal Arus Mudik 2019, Jasa Raharja Layani Pemudik dan Salurkan Santunan Rp 30,3 Miliar

Kompas.com - 12/06/2019, 15:59 WIB
Petugas Jasa Raharja bersiaga mengawal arus mudik periode PAM Lebaran 2019. Petugas Jasa Raharja bersiaga mengawal arus mudik periode PAM Lebaran 2019.

Mudik telah menjadi fenomena tahunan yang tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia setiap tahunnya. Hingga H-2 Idul Fitri yang lalu, tercatat sekitar 1,2 juta kendaraan meninggalkan ibukota untuk kembali ke kampung halaman masing-masing. Hal ini pun menjadi perhatian bagi segenap instansi yang bersinggungan dengan kelancaran pelayanan arus mudik, tak terkecuali Jasa Raharja.

Lonjakan arus kendaraan yang terjadi khususnya sejak H-7 hingga H+7 hari raya Idul Fitri tak pelak meningkatkan resiko dalam perjalanan. Sebagai BUMN yang bergerak di bidang asuransi sosial, Jasa Raharja memberikan jaminan kepada para pemudik. Dengan mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 33 dan 34, Jasa Raharja memberikan santunan meninggal dunia, cacat tetap, dan penggantian biaya rawat kepada korban kecelakaan lalu lintas di darat, laut, dan udara.

Tak hanya itu, Jasa Raharja pun bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan para pemudik melalui berbagai kegiatan. Salah satunya adalah dengan mendirikan 167 pos kesehatan di terminal, stasiun kereta api, pelabuhan, dan berbagai titik sepanjang jalur mudik. Tak ketinggalan, 15 titik rest area untuk pemudik sepeda motor di jalur pantura dan pantai selatan pun tersedia. Untuk memudahkan koordinasi dengan mitra kerja, Jasa Raharja membuka pos siaga 24 jam di 156 titik.

Selama arus mudik ini, sebanyak 92 Mobil Unit Keselamatan Lalu Lintas (MUKL) bersama Bidokkes Polda di wilayah jalur mudik dioperasikan untuk melakukan pengecekan kesehatan para pemudik yang melintas. Tak hanya itu, tak kurang dari 2.000 petugas Jasa Raharja pun bersiaga 24 jam untuk memonitor kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi. Para petugas ini pun langsung memroses santunan bagi korban kecelakaan secara real time.

Direktur Utama Jasa Raharja Budi Raharjo dan Direktur Operasional Jasa Raharja Amos Sampetoding saat menemui wartawan di kantor pusat Jasa Raharja pada Selasa (11/6). Direktur Utama Jasa Raharja Budi Raharjo dan Direktur Operasional Jasa Raharja Amos Sampetoding saat menemui wartawan di kantor pusat Jasa Raharja pada Selasa (11/6).

“Kami terus berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik, cepat, dan tepat sebagai wujud negara hadir bagi korban kecelakaan alat angkutan umum dan korban kecelakaan lalu lintas jalan.Hal ini dibuktikan selama periode PAM Lebaran H-7 sampai dengan H+7,” kata Direktur Utama PT Jasa Raharja Budi Raharjo.

Penurunan tingkat kecelakaan sebanyak 65 persen pada arus mudik lebaran tahun ini pun berpengaruh terhadap jumlah santunan. Selama H-7 hingga H+5 (11/6), Jasa Raharja telah menyerahkan santunan sebesar Rp 30,3 miliar bagi korban kecelakaan alat angkutan umum dan korban kecelakaan lalu lintas jalan. Angka ini turun sebanyak 72,83 persen jika dibandingkan dengan tahun 2018 lalu.

Selama periode PAM Lebaran, santunan untuk korban meninggal dunia di tempat kejadian dibayarkan oleh Jasa Raharja kurang dari 2 hari. Para petugas pun berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk menerbitkan surat jaminan sehingga keluarga korban tidak perlu mengeluarkan biaya untuk perawatan sampai dengan batas maksimal tertentu.

Pengurusan santunan pun kini dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Jasa Raharja secara proaktif mendatangi keluarga korban meninggal dunia maupun korban di rumah sakit. Selain itu, Jasa Raharja pun telah meluncurkan aplikasi JRku yang bisa diunduh di AppStore dan Playstore. Melalui aplikasi ini, masyarakat bisa melaporkan kecelakaan lalu lintas yang terjadi di sekitarnya.

Dirut Jasa Raharja Budi Raharjo saat menjawab pertanyaan wartawan pada sesi konferensi pers di kantor pusat Jasa Raharja, Selasa (11/6). Dirut Jasa Raharja Budi Raharjo saat menjawab pertanyaan wartawan pada sesi konferensi pers di kantor pusat Jasa Raharja, Selasa (11/6).

“Masyarakat cukup melaporkan, Jasa Raharja yang kerja. Kita sudah secara online dan real time menerima informasi dari pihak kepolisian. Dengan demikian, kita bisa memastikan apakah korban ini dalam jaminan Jasa Raharja atau tidak,” kata Budi Raharjo saat menjumpai wartawan di kantor Pusat Jasa Raharja di Jakarta pada Selasa (11/6).

Jasa Raharja pun terus mendorong pemudik untuk menggunakan moda transportasi yang lebih aman dan nyaman dalam perjalanan.  Salah satunya adalah dengan ambil bagian dalam program BUMN Mudik Bareng 2019. Sementara itu, untuk mengantisipasi arus balik yang masih berlangsung, posko-posko yang telah dibentuk Jasa Raharja terus bersiaga hingga H+7 hari raya Idul Fitri.