Advertorial

Lanjutkan Komitmen Tingkatkan UMKM Lokal, Blibli The Big Start Season 4 Siap Bergulir!

Kompas.com - 20/06/2019, 09:00 WIB

Untuk keempat kalinya, Blibli kembali menggelar The Big Start (TBS), sebuah kompetisi wirausaha bagi creativepreneur muda. Ajang tahunan ini membuka kesempatan bagi pengusaha kreatif muda Indonesia untuk mengasah kemampuan bisnis dan meningkatkan kualitas produknya. Mengangkat tema "Nyalakan Ambisimu, Wujudkan Suksesmu", TBS Season 4 didukung penuh oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), dan Universitas Prasetiya Mulya.

Deputi CMO Blibli.com Andy Adrian menyatakan optimismenya akan kemampuan para creativepreneur muda tanah air. Blibli.com sebagai mal online pun siap untuk terjun langsung dalam meningkatkan kapasitas creativepreneur untuk memenangkan pasar. Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan dalam konferensi pers The Big Start Indonesia Season 4 pada Rabu (19/6) siang di The Maj, Senayan.

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah pun menyambut baik inisiatif Blibli.com. Hal ini disampaikan oleh Kasubdit Pengembangan Ekonomi Digital Pariwisata, Transportasi, dan Perdagangan Direktorat Ekonomi Digital Kemenkominfo Sumarno ketika menyampaikan sambutan. Menurutnya, program ini sejalan dengan program Kemenkominfo untuk mewujudkan program 8 juta UMKM “go online” pada tahun 2019 ini.

“Program ini dilakukan bersama-sama dengan kementerian dan lembaga terkait, juga marketplace, terutama Blibli yang senantiasa bersinergi dengan Kominfo,” tutur Sumarno.

Sementara itu, menurut survei yang dilakukan oleh Kemenperin, sektor UMKM menyumbang sebanyak 60,3 persen dari total produk domestik bruto (PDB) nasional. Meskipun demikian, para pelaku UMKM masih menghadapi setidaknya tujuh tantangan dalam mengembangkan bisnisnya. Tantangan tersebut meliputi pasar, pendanaan, jaringan, sistem teknologi, pengetahuan bisnis, kehadiran di platform online, serta kreativitas dan inovasi.

Selain sebagai wujud komitmen Blibli untuk mendampingi pemerintah dalam mendukung UMKM lokal, kompetisi TBS hadir untuk membantu creativepreneur Indonesia menjawab ketujuh tantangan tersebut. Langkah pertama adalah dengan inisiasi TBS sebagai titik awal pencarian creativepreneur yang potensial. Selanjutnya, produk mereka akan diekspos lewat Galeri Indonesia sebagai platform penjualan dan pembinaan yang berkelanjutan.

(Kiri ke kanan) Andy Adrian, Sumarno (Kemenkominfo), Eddy Siswanto (Kemenperin), dan Geoffrey L. Dermawan.- (Kiri ke kanan) Andy Adrian, Sumarno (Kemenkominfo), Eddy Siswanto (Kemenperin), dan Geoffrey L. Dermawan.

SVP Trade Partnership Merchant Sales Operation and Development Blibli.com Geoffrey L. Dermawan pun menyatakan kategori produk UMKM di Galeri Indonesia telah tumbuh hingga 6 kali lipat. Tahun ini, target peserta TBS adalah sebanyak 6.000 pelaku UMKM. Meskipun hanya akan terpilih empat pemenang, para peserta akan mendapatkan kesempatan untuk menampilkan produknya di Galeri Indonesia.

“Kita harap mereka tidak berhenti di sini. Kita bina dan bantu mereka untuk mendapatkan akses pasar. Pelan tapi pasti, kami harap mereka bisa mendapatkan exposure untuk lebih dikenal masyarakat Indonesia hingga internasional,” pungkasnya.

Para peserta TBS berkesempatan untuk mengikuti program yang telah dirancang oleh penyelenggara untuk meningkatkan kualitas produk dan pasarnya. Salah satunya adalah dengan menghubungkan bisnis mereka dengan pasar internasional melalui ajang pameran di luar negeri yang bekerja sama dengan Kemenperin. Mereka pun bisa bergabung dengan “The Creator”, proyek yang mengkolaborasikan produk mereka dengan merek yang telah eksis di pasaran.

Dalam proses seleksinya, para pendaftar akan dikurasi menjadi 100 besar untuk masuk ke platform Blibli.com dengan didampingi oleh tim Galeri Indonesia. Jumlah tersebut akan kembali diseleksi menjadi 20 besar untuk mendapat pelatihan intensif selama satu minggu tentang marketing, branding, public speaking, financial planning, aspek hukum dalam bisnis, dan keterampilan lainnya. Hanya empat creativepreneur dengan kreativitas dan inovasi terbaik yang akan terpilih dan mendapatkan hadiah utama berupa modal usaha.

Deputi CMO Blibli.com Andy Adrian saat memaparkan program The Big Start kepada tamu undangan yang hadir.- Deputi CMO Blibli.com Andy Adrian saat memaparkan program The Big Start kepada tamu undangan yang hadir.

“Kami menginginkan partisipan yang benar-benar berkomitmen untuk maju. Blibli berkomitmen untuk membantu dan membina, begitu juga pihak UMKM harus punya komitmen. Kita harus benar-benar mempunyai kesungguhan untuk bergerak lebih jauh,” tutur Andy Adrian.

Ajang TBS Season 4 ini akan berfokus kepada empat kategori utama, yakni fashion, kuliner, kecantikan dan kesehatan (KKE), dan kriya. Adapun empat pakar yang ditunjuk menjadi juri tahun ini adalah Didiet Maulana (IKAT) untuk kategori fashion, Priscilla Pangemanan (SASC Cosmetics) untuk kategori KKE, Chef Rinrin Marinka untuk kategori kuliner, dan Luthfi Hasan (Jakarta Vintage) untuk kategori kriya.

Para creativepreneur bisa mendaftarkan diri di website TBS hingga akhir bulan Agustus 2019. Selain itu, pendaftaran juga bisa dilakukan di roadshow The Big Start yang akan dilaksanakan di Bandung (12-14 Juli), Yogyakarta (19-21 Juli), dan Surabaya (2-4 Agustus). Pada musim keempatnya ini, The Big Start menyiapkan hadiah total Rp 1,3 miliar untuk para pemenang.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau