Advertorial

Tips Merancang Perjalanan Tak Terlupakan ke Afrika Selatan

Kompas.com - 27/06/2019, 15:08 WIB

KOMPAS.com - Bagi Anda penyuka liburan di antara keindahan harmoni alam, kehidupan malam, dan keunikan budaya lokal, Afrika Selatan menjadi destinasi yang tepat. Negara ini layak dikunjungi, walau cuma sekali seumur hidup karena kenangannya tidak akan terlupakan.

Ada banyak tempat menarik seperti Rumah Nelson Mandela nan legendaris, Table Mountain untuk didaki, kebun anggur tempat santai sambil mencicipi wine langsung dari pembuatnya, dan Boulders Beach tempat Anda bisa menikmati pantai sambil bermain bersama pinguin.

Anda juga bisa merasakan langsung perpaduan budaya suku-suku Afrika dengan pendatang dari Belanda, Inggris, Jerman, Perancis, bahkan Indonesia. Semua keunikan itu bisa dijumpai di dua kota, Johannesburg dan Cape Town.

Namun sebelum pergi ke sana, ada yang harus Anda siapkan, mulai dari akomodasi, tiket, rencana perjalanan, dan mental. Berikut ini tips Selengkapnya:

1. Pasang alarm untuk tiket penerbangan

Jika sudah merencangakan untuk mengunjungi dua kota di Afrika Selatan itu, Anda perlu memasang price alert di Traveloka. Anda pun tidak akan ketinggalan informasi ketika muncul penerbangan murah, sekaligus untuk pulang nanti.

Karena dua kota itu berada di lokasi berbeda, siapkan pula rencana perjalanan dan kepulangan secara detail. Gunakan multi-city flight untuk memesan tiket menuju Johannesburg kemudian carilah tiket pulang dari Cape Town ke Jakarta.

Banyak maskapai ke Johannesburg, begitu pula dari Cape Town ke Jakarta sehingga mudah mengombinasikannya supaya lebih murah.  Contohnya, Anda bisa pesan tiket Ethiopian Airlines dari Jakarta ke Johannesburg, lalu beli tiket Etihad untuk pulang dari Cape Town ke Jakarta..

Opsi multi-city flight mungkin sepele. Namun, opsi itu bisa membuat perjalanan Anda jauh lebih nyaman. Anda bisa melihat dua atau beberapa kota sekaligus di Afrika Selatan, dan tetap hemat waktu karena tidak perlu kembali ke kota awal untuk mendapatkan penerbangan pulang.

2. Persiapan keamanan

Perjalanan di Afrika tidak sama dengan negara-negara lain seperti Jepang atau Benua Eropa. Risiko keamanan lebih tinggi di sini, meski biasanya jarang menimpa turis. Namun Anda sudah harus waspada sejak merencanakan perjalanan.

Di Johannesburg, hindari berjalan sambil menampilkan barang-barang yang terlihat mahal, misal smartphone atau kamera. Tinggalkan dompet di hotel dan bawa uang secukupnya. Berbincanglah dengan petugas hotel, cari tahu jam-jam atau lokasi tertentu yang mesti dihindari.

Begitu pula untuk Cape Town. Meski lebih aman, tingkat keamanan di kota ini masih termasuk buruk. Jadi hindari bepergian sampai ke daerah sub-urban dan jangan keluar malam hari. Catat juga jam-jam dan daerah yang mesti dihindari.

3. Siapkan diri untuk petualangan luar ruangan

Meski kemanan harus menjadi perhatian, bukan berarti liburan Anda harus dihabiskan di dalam kamar hotel saja. Keluarlah, lalu siapkan diri untuk menjelajah berbagai tempat bersejarah dan pemandangan alam.

Boulders Beach, Afrika Selatanhttps://www.shutterstock.com Boulders Beach, Afrika Selatan

Di Johannesburg, tidak banyak atraksi yang bisa dikunjungi. Tujuan utama Anda di sini hanyalah mengunjungi musem Apartheid dan rumah Nelson Mandela. Keduanya tidak boleh dilewatkan karena erat sekali dengan sejarah Afrika.

Selepas dua tempat itu, segera pindah ke Cape Town. Ada banyak pilihan di sana. Jika ingin naik ke puncak gunung, cek kereta kabel ke puncak Table Mountain. Jika kereta kabel beroperasi, segera naik. Kereta seringkali tidak bisa beroperasi karena angin kencang. Jadi jangan sia-siakan.

Di Cape Town, jangan lupa untuk mampir ke Boulder’s Beach. Nikmati keindahan alam pantai, pasir putih, dan rombongan pinguin yang biasanya berkeliaran di sana.

4. Waspada dengan atraksi atau daerah mahal

Sama seperti di banyak daerah wisata negara berkembang lain, Anda mesti waspada terhadap atraksi atau restoran yang overprice. Apalagi jika Anda traveling dengan bujet kecil, kesalahan seperti ini akan sungguh menyiksa.

Di Cape Town, Anda akan menemukan atraksi overprice seperti ini di sekitar wilayah Camps Bay Strip dan V&A Waterfront. Sedangkan untuk restoran, Anda harus sangat berhati-hati karena biasanya mereka sangat lihau menutupinya dan baru ketahuan ketika bon pesanan muncul.

Untuk menghindari tempat-tempat mahal itu, carilah informasi sebanyak mungkin tentang suatu atraksi atau restoran. Perhatikan juga ke mana para penduduk lokal pergi, agar bisa jadi referensi tempat yang aman dari masalah overprice.

5. Transportasi yang sangat terbatas

Transportasi publik sama-sama terbatas di Johannesburg atau Cape Town. Namun, keduanya masih lebih baik dibanding kota lain di Afrika Selatan. Anda hanya harus lebih menyiapkan diri dengan kondisi seperti itu.

Kota Johannesburg, Afrika Selatanhttps://www.shutterstock.com Kota Johannesburg, Afrika Selatan

Jika berada di Johannesburg, transportasi andalan masyarakat untuk bepergian biasanya adalah mini-bus taxi berupa angkot versi minibus. Ini adalah transportasi paling murah dan menjangkau banyak tempat.

Pilihan transportasi publik lainnya adalah metrobus yang memiliki rute cukup luas, walau tidak seluas angkot minibus. Jika ingin berpindah dari Johannesburg ke kota lain, Anda juga bisa menggunakan gautrain.

Begitu sampai Cape Town, transportasi akan lebih baik, walau sama-sama terbatas. Setidaknya Anda bisa menggunakan bus MyCiti untuk menjangkau berbagai lokasi wisata dan bandara. Cukup unduh aplikasi MyCiti untuk bisa melihat jalur bus itu dengan akurat.

Jadi sudah siapkah Anda bertualang di Afrika Selatan? Jangan lupa sediakan banyak waktu agar Anda bisa menikmati beberapa kota sekaligus. Selain itu, tentu siapkan kamera untuk mengabadikan setiap momen di sana.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau