Advertorial

Hidupkan Buku dengan Berlari, Paperun 2019 Salurkan Donasi ke 68 Rumah Baca

Kompas.com - 28/06/2019, 16:58 WIB
- --

Jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 260 juta jiwa tentu memiliki tantangan tersendiri dalam hal penyebaran literasi. Menurut UNESCO dalam laporan yang berjudul The Social and Economic Impact of Illiteracy , dari total 61 negara, Indonesia berada di peringkat 60 dengan tingkat literasi rendah. Posisi tersebut hanya satu tingkat di atas negara dengan literasi terendah, yaitu Botswana.

Rata-rata penduduk Indonesia membaca tiga sampai empat buku per tahun per orang. Hal ini berbeda jauh jika dibandingkan dengan Finlandia yang penduduknya bisa membaca 40 buku per tahun per orang. Maman Suherman atau akrab disapa Kang Maman yang merupakan penggiat literasi berharap tingkat literasi di Indonesia meningkat.

Ia mengungkapkan, berdasarkan penelitian literasi terakhir, Indonesia masuk 10 besar warga yang lama membacanya bagus dengan rata-rata 7 jam per minggu. “Harapan kita harus meningkat, kalau perlu dua jam sehari. Jadi 14 jam seminggu. Dan juga nilai baca bukunya harus naik 5-10 buku per orang,” ujar Kang Maman yang ditemui saat mengikuti Paperun 2019, Minggu (23/06/2019).

-- -

Menghidupkan buku merupakan cara pertama yang bisa ditempuh untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Buku jangan dibuat sebagai benda mati, diam teronggok di satu tempat tanpa ada orang yang membaca dan menceritakannya.

Buku harus dibikin hidup yang membahagiakan dan menggembirakan. Seperti dalam acara Paperun  Charity Fun Run 5K ini, orang bahagia, berlari, tertawa, berkumpul dengan teman-temannya. “Jujur, yang paling memotivasi saya ikut acara ini karena ada kata donasi dan literasi. Saya ingin mengajak orang-orang untuk berlari, mengajak orang Indonesia untuk makin mencintai buku,” tutur Kang Maman.

Menurutnya, terkadang persoalan rendahnya literasi ini bukan karena masyarakat tidak punya minat baca, tetapi jarak antar buku dan manusianya jauh. Maka dari itu, sudah menjadi tugas kita yang berada di kota besar untuk membantu mereka mendapatkan buku yang layak dan tepat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu caranya dengan mengikuti Paperun Charity Fun Run 5K yang diadakan oleh Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas bersama dengan Harian Kompas. Ajang lari dengan misi sosial untuk mengajak masyarakat peduli terhadap literasi ini berhasil mengajak lebih dari 2.000 peserta untuk berdonasi.

Seluruh uang yang terkumpul dari biaya pendaftaran ditambah dengan buku yang didonasikan langsung oleh peserta di drop box akan disalurkan ke 68 rumah baca, khususnya di daerah pascabencana, seperti di Lombok, Donggala, Banten, dan Lampung.

“Bukunya akan banyak, nilai dana yang terkumpul dari peserta lari sekitar Rp 300 juta. Nantinya akan dipilah, buku-buku seperti apa yang diperlukan di daerah-daerah tersebut,” ujar Direktur Asia Pulp & Paper Sinar Mas Suhendra Wiriadinata.

-- -

Keberhasilan ini tak lepas karena animo masyarakat yang tinggi pada acara Paperun 2019. “Kali ini diadakan di Car Free Day, sehingga masyarakat ikut berbaur bersama, jadinya ramai luar biasa. Dan juga peserta meningkat 60 persen dari acara Paperun dua tahun lalu. Kami harapkan tahun-tahun berikutnya akan lebih meningkat,” ujar Managing Director Sinar Mas Saleh Husin.

Tak hanya berlari, dalam acara ini peserta dihibur oleh penampilan Jigo Band dan juga berkesempatan mendapatkan doorprize. Para peserta juga bisa mendapatkan hadiah dengan berlari menggunakan kostum. Sepuluh peserta dengan kostum paling unik dan menarik akan mendapatkan hadiah total senilai Rp 20 juta.

 

“Tema kostum saya adalah Paper Predator Run. Terinspirasi dari kehidupan ini yang tidak bisa lepas dari kertas, membuka jendela dunia lewat kertas, serta memulai bisnis dengan kertas, yaitu uang,” ujar salah satu pemenang Best Costume Ahmad Soleh yang berasal dari Malang.

Bagi peserta yang membawa anak, tersedia Kids Corner dengan instalasi interaktif yang dapat mengedukasi anak-anak tentang konservasi tiga satwa kunci Indonesia, yaitu harimau, orang-utan, dan gajah yang harus dilindungi.

Acara ini juga masih dalam semangat memperingati Hari Satwa Langka dan Hari Buku Nasional yang sama-sama jatuh pada tangga 17 Mei. Maka dari itu, APP Sinar Mas tak hanya mengajak masyarakat untuk membantu meningkatkan literasi tetapi juga mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan.