Advertorial

BNI bangun ekosistem untuk permudah akses perbankan Nelayan Sukabumi

Kompas.com - 21/07/2019, 10:23 WIB

Keceriaan terpancar dari wajah nelayan-nelayan Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Bagaimana tidak ceria, kali ini mereka menjadi pusat perhatian tiga pihak sekaligus yang saling berkolaborasi yaitu Kementerian Koordinator Kemaritiman, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), serta perusahaan _start up_ yang bergerak di bidang perikanan Fish On.

Ketiga pihak tersebut bahu membahu memastikan nelayan Sukabumi semakin mudah menangkap ikan melalui aplikasi yang disediakan Fish On. Nelayan juga dibantu agar semakin mudah mengakses permodalan melalui BNI agar usaha perikanan mereka terus maju dan menyejahterakan.

Seluruh upaya tersebut  diresmikan secara ceremonial melalui peresmian Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Online dan  Gerai Fishmart di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (20 Juli 2019).

Hadir pada kesempatan tersebut Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut B Pandjaitan, General Manajer Divisi Bisnis Usaha Kecil 2 BNI Bambang Setyatmojo, CEO BNI Wilayah Bandung Haris A Handoko, Direktur Utama FishOn Fajar Widisasono, serta lebih dari 200 nelayan.

Program ini merupakan kelanjutan dari pembentukan ekosistem nelayan berbasis digital yang sebelumnya telah dilakukan dengan menggunakan Aplikasi Fish On. Aplikasi ini dapat mempermudah nelayan dalam mencari ikan, menjual ikan hasil tangkapannya, hingga memberi kebutuhan melaut dari nelayan.

Sejak diluncurkan pada April 2019 lalu, saat ini telah terdaftar 215 nelayan *di sekitar Desa Ciwaru* yang tergabung dalam program ini. Selama 3 (tiga) bulan, nelayan Desa Ciwaru telah mencoba layanan aplikasi FishOn. Salah satu fitur unggulan aplikasi tersebut adalah mengetahui posisi ikan di tengah laut secara akurat. Menurut salah satu ketua rukun nelayan, Atin Bongsang, terjadi peningkatan hasil tangkapan nelayan pancing dari sebelumnya hanya 15-20 kg per hari menjadi rata-rata 80-150 kg per hari per nelayan.

Inisiasi Program ini diharapkan dapat memperkaya ekosistem berbasis digital yang dapat membantu nelayan meningkatkan taraf hidup dan produktivitasnya. Keseluruhan ekosistem berbasis digital diharapkan dapat membantu nelayan mulai dari kemudahan mencari ikan, menyediakan mini process agar hasil tangkapan dapat lebih lama disimpan dan tetap segar, dan market place penjualan hasil tangkapan melalui TPI Online dan kebutuhan melaut nelayan melalui Gerai Fishmart, serta memberikan pendampingan pada nelayan.

Peran BNI pada gerakan ini dimaksudkan untuk memastikan agar para nelayan mendapatkan akses perbankan yang murah, mudah, disertai pendampingan kepada nelayan. Setelah kembali dari melaut, nelayan dipastikan akan mendapatkan tempat melakukan penjualan hasil tangkapannya melalui TPI Online yang dapat menghubungkan nelayan dgn buyer dan kesemuanya telah menggunakan rekening BNI untuk melakukan transaksinya.

BNI juga memperlengkapi Gerai Fish Mart tersebut dengan layanan Agen Lakupandai BNI atau Agen46. Kehadiran Agen46 diharapkan dalam lebih meningkatkan literasi keuangan masyarakat Ciwaru. Layanan yang diberikan oleh Agen46 antara lain pembukaan rekening, tarik, setor, pemindahbukuan, berbagai pembayaran layanan masyarakat dan lain sebagainya.       

Seorang warga sedang bertransaksi di Agen46 yang juga merupakan Gerai Fish Mart di di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (20 Juli 2019). Selain meningkatkan literasi keuangan dan memberikan bantuan CSR berupa mobil ambulans dan Kapal Latih Nelayan berukuran 5 GT di daerah tersebut, BNI juga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada nelayan yang secara total telah disalurkan sebesar Rp 9,37 triliun kepada 109.020 penerima per 30 Juni 2019. Seorang warga sedang bertransaksi di Agen46 yang juga merupakan Gerai Fish Mart di di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (20 Juli 2019). Selain meningkatkan literasi keuangan dan memberikan bantuan CSR berupa mobil ambulans dan Kapal Latih Nelayan berukuran 5 GT di daerah tersebut, BNI juga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada nelayan yang secara total telah disalurkan sebesar Rp 9,37 triliun kepada 109.020 penerima per 30 Juni 2019.
Bambang Setyatmojo menyatakan, inisiasi kerjasama dengan menggandeng FishOn merupakan wujud kontribusi BNI untuk mensejahterakan nelayan, melalui penyediaan akses perbankan yang mudah dan murah di sektor kemaritiman. Gerakan ini diharapkan menjadi salah satu penopang program pemerintah dalam upaya meningkatkan produktivitas nelayan, pemerataan pendapatan, dan pengentasan kemiskinan. 

“BNI berkomitmen mensukseskan pembangunan perekonomian Indonesia guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera,” ujarnya.

Pada acara ini, BNI memberikan bantuan CSR berupa 1 (satu) unit mobil ambulan dan 1 (satu) unit kapal latih nelayan berukuran 5 GT kepada ketua rukun nelayan Desa Ciwaru. Pada kesempatan ini juga dilaksanakan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada nelayan, KUR tersebut menambah portofolio penyaluran KUR BNI tahun 2019, dimana hingga 30 Juni 2019 KUR yang disalurkan BNI mencapai Rp 9,37 triliun yang menyentuh 109.020 penerima KUR di seluruh Indonesia. Selain itu, penyaluran ini juga menambah portofolio BNI di bidang kemaritiman yang saat ini telah mencapai lebih dari Rp 16 triliun.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau