Advertorial

Suryanation Motorland Battle Perdana Sukses Menginspirasi Kota Medan

Kompas.com - 26/07/2019, 12:27 WIB

Gelaran perdana dari rangkaian Suryanation Motorland Battle 2019 disambut meriah oleh para peminat otomotif di kota Medan. Mengangkat tema “Inspiration in Action”, seri Medan dibuka dengan perjalanan Suryanation Ride bersama Bucek, Ade Habibie, dan peserta touring lainnya ke beberapa wilayah di Sumatera Utara seperti Tomok, Pulau Samosir untuk melihat tarian Sigale-gale khas Samosir. Mereka pun melanjutkan perjalanannya untuk menikmati keindahan pemandangan alam Pematang Siantar sebelum akhirnya kembali ke kota Medan.

Di kota Medan sendiri, Suryanation Motorland Battle diselenggarakan di Lapangan Benteng. Acara ini pun bukan hanya menarik perhatian warga kota Medan, namun juga ribuan pengunjung lainnya yang berasal dari luar kota Medan seperti Tanjung Morawa dan Kisaran.

Dalam seri perdana ini, modifikasi motor racikan Budi Kurniawan dari Afro Motor Pekanbaru berhasil menyabet gelar Best of The Best Region Medan. Tak hanya itu, motor Honda XR 400 yang digarap dengan konsep street chopper ini juga meraih gelar Juara 1 Chopper/Bobber di atas 250 cc.

“Saya merasa senang sekali berhasil menjadi yang terbaik di sini. Suryanation Motorland merupakan sebuah acara yang luar biasa dan Medan merupakan salah satu kota besar yang memiliki perkembangan custom yang pesat, terutama di Pulau Sumatera,” tutur Budi.

Untuk menghadapi putaran final di Jakarta nanti, Budi pun mengaku akan membuat sejumlah perbaikan agar performa motornya semakin mantap. Salah saatunya dengan memperbaiki detail krom di sejumlah titik.

Detail motor karya Budi ini memang turut menyumbang poin dalam pertimbangan dewan juri Suryanation Motorland Battle. Menurut dewan juri Dodi Irhas dan Veroland, sentuhan krom pada sasis membuat motor yang aslinya bergenre endure ini menjadi semakin menarik.

“Ubahan pada motor ini menarik karena DNA dari motor ini bukan bergaya chopper, detailing pada motor ini juga sangat baik sehingga layak mendapatkan nilai tinggi,” kata Dodi Irhas.

- -

Tak hanya dewan juri, builder internasional dari Abnormal Cycles Italia yang hadir sebagai juri tamu sama kagumnya saat melihat hasil karya para peserta yang dipamerkan di Suryanation Motorland Battle edisi pertama ini. Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah yang hadir dalam acara itu pun merespon positif kehadiran Suryanation Motorlamd Battle di kota Medan.

“Acara seperti ini sangat bagus sekali untuk unjuk kreatifitas pecinta roda dua dan mudah-mudahan bisa memberikan tambahan pengetahuan dan juga sebagai ajang silaturahmi utnuk pecinta roda dua di Sumatera Utara,” ungkap Musa.

Sementara itu, anggota Suryanation Motorland Committee Rizky Dwianto menyatakan optimisnya akan karya builder Indonesia di masa depan. Menurutnya, hal ini terlihat dari kualitas karya yang semakin baik.

“Pada seri pembuka di kota Medan kali ini, terlihat secara kualitas karya meningkat dari tahun lalu. Karya-karya yangditampilkan juga terlihat lebih kreatif sehingga dewan juri memiliki kesulitan dalam memilih karya terbaik dari Medan. Semoga ini bisa menjadi tambahan semangat juga bagi para builder yang akan mendaftarkan karya mereka di seri-seri selanjutnya,” tutur Rizky.

Selanjutnya, Suryanation Motorland Battle akan hadir menyapa para pecinta custom dan otomotif roda dua di kota Palembang (3 Agustus 2019), Makassar (7 September 2019), Denpasar (28 September 2019), dan Surabaya (19 Oktober 2019). Karya terbaik dari setiap kota nantinya akan bertemu di putaran final yang akan dilaksanakan di kota Jakarta.

Jangan lewatkan keseruan dan karya terbaik para builder otomotif roda dua dengan mengunjungi website Suryanation Motorland dan mengikuti akun Instagram @suryanation_motorland serta Facebook Suryanation Motorland.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau