Advertorial

Tingkatkan Keselamatan, Ditjen Perhubungan Darat Gelar Aksi Sipantas Jalan

Kompas.com - 14/08/2019, 20:22 WIB
Penyerahan alat kebersihan kepada sejumlah pihak yaitu Jasa Marga, Polda Jabar, Polres Cianjur, Dinas Perhubungan, dan BPTD Wil. IX Prov. Jawa Barat sebagai tanda dimulainya Gerakan Nasional Sipantas Jalan. Penyerahan alat kebersihan kepada sejumlah pihak yaitu Jasa Marga, Polda Jabar, Polres Cianjur, Dinas Perhubungan, dan BPTD Wil. IX Prov. Jawa Barat sebagai tanda dimulainya Gerakan Nasional Sipantas Jalan.

Begitu banyak rambu-rambu lalu lintas, marka, hingga perlengkapan lalu lintas yang tersedia untuk menjaga keselamatan di jalan, namun sayang masih banyak juga pengguna jalan yang kurang memahami fungsi penting dan maknanya. Selain itu, kesadaran untuk pemeliharaannya juga belum cukup baik.

Mencoba meningkatkan kesadaran akan pentingnya fungsi serta perawatan rambu dan perlengkapan lalu lintas, tahun ini Direktorat Jendral Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Perhubungan Darat menginisiasi sebuah gerakan nasional yang tidak biasa. Gerakan nasional tersebut diberi nama Sipantas Jalan, singkatan dari Aksi Bersih-bersih Perlengkapan Lalu Lintas Jalan.

Gerakan nasional ini merupakan bagian dari rangkaian Pekan Keselamatan Jalan dan diselenggarakan untuk menyambut HUT ke-74 RI sekaligus Hari Perhubungan Nasional.

Gerakan Nasional Sipantas Jalan secara resmi dimulai pada Selasa (13/8/2019) lalu lewat seremoni bersih-bersih rambu serta perlengkapan lalu lintas di Kawasan Wisata Riung Gunung, Puncak, Bogor, Jawa Barat yang dipimpin oleh Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi.

Kawasan Puncak, Bogor dipilih sebagai titik awal dimulainya Gerakan Nasional Sipantas Jalan. Jalur Puncak dinilai sebagai jalur yang perlu perhatian khusus karena merupakan tujuan wisata dan juga akses yang digunakan ketika musim mudik Lebaran tiba.

Kemudian, pada hari yang sama Aksi Sipantas Jalan juga diselenggarakan serentak oleh 25 Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) yang tersebar di seluruh Indonesia. Ditjen Perhubungan Darat menargetkan setiap BPTD setidaknya dapat membersihkan 200 rambu dan perlengkapan lalu lintas melalui gerakan nasional ini.

“Aksi ini untuk memberi kesadaran. Pertama untuk pemerintah agar aware terhadap rambu dan perlengkapan lalu lintas yang sudah kita pasang dengan APBN, anggaran dari rakyat, supaya bisa kembali ke masyarakat dengan optimal. Selain itu mengedukasi masyarakat bahwa rambu-rambu dan perlengkapan lalu lintas ini penting untuk keselamatan jalan. Bukan sekedar hiasan di jalan,” ujar Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Direktur Jendral Perhubungan Darat Budi Setiyadi secara simbolis membersihkan cermin tikungan di Jalur Puncak Direktur Jendral Perhubungan Darat Budi Setiyadi secara simbolis membersihkan cermin tikungan di Jalur Puncak

Budi Setiyadi mengatakan bahwa hingga 2018 Ditjen Perhubungan Darat setidaknya telah memasang 66.500 rambu di seluruh Indonesia. Pemerintah juga setiap tahunnya mengeluarkan anggaran lebih kurang Rp 600 miliar untuk penyediaan perlengkapan jalan seperti guide rail, delineator, hingga PJU (lampu jalan) untuk seluruh Indonesia.

Namun kepedulian terhadap pemeliharaan rambu dan perlengkapan lalu lintas hingga dapat bermanfaat secara optimal, masih sangat minim. “Harapannya dengan aksi ini semua pihak, termasuk petugas, masyarakat, semakin peduli dengan perawatan fasilitas keselamatan yang dipasang dengan anggaran yang cukup besar ini,” katanya.

Ia juga berharap Gerakan Nasional Sipantas Jalan tidak berakhir di saat hari pelaksanaan saja, melainkan dapat menjadi sebuah aksi yang viral. Tujuannya untuk membangkitkan kesadaran masyarakat merawat rambu dan perlengkapan lalu lintas dalam kesehariannya.

Pada pelaksanaan Aksi Sipantas Jalan di Riung Gunung, Ditjen Perhubungan Darat juga menggandeng sejumlah pihak terkait. Beberapa di antaranya Jasa Raharja, BPTJ, BPTD Wil. IX Prov. Jawa Barat, UPTD Pengelolaan Prasarana Perhubungan Wilayah I (Bogor & Purwakarta) Dishub Jawa Barat, Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, hingga jajaran Polda Jawa Barat, Polres Bogor, dan Polres Cianjur.

“Kami merasa memiliki tanggung jawab untuk berpartisipasi dalam kampanye ini karena sebagai supporting system Jasa Raharja punya peran untuk mengurangi kecelakaan. Melalui kegiatan yang hampir serupa sebelumnya kami juga sudah berhasil membersihkan lebih kurang 4.500 rambu,” ujar Direktur Operasional Jasa Raharja Amos Sampetonding yang turut hadir dalam seremoni Sipantas Jalan di Riung Gunung.

Keikutsertaan Jasa Raharja dalam aksi ini, kata Amos, juga sejalan dengan keinginan perusahaan pelat merah tersebut untuk ikut mewujudkan visi SDM Unggul, Indonesia Maju yang menjadi tema HUT ke-74 RI. Ini karena menurut data, korban kecelakaan lalu lintas didominasi oleh pengguna jalan dengan umur produktif yang sebenarnya masih memiliki potensi dan masa depan bagi Indonesia.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi bersama pihak terkait melaksanakan aksi bersih-bersih rambu dan perlengkapan lalu lintas. Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi bersama pihak terkait melaksanakan aksi bersih-bersih rambu dan perlengkapan lalu lintas.

Bersih-bersih rambu dan perlengkapan lalu lintas dimulai dari Jalur Puncak yang melalui Kawasan Wisata Riung Gunung. Kemudian, seluruh instansi yang berpartisipasi melanjutkan aksi ke seluruh Jalur Puncak mulai dari Gadog, Simpang Mega Mendung, Simpang Taman Safari, Kebun Teh Gunung Mas, Masjid At-Taawun, hingga Ciloto.

Penyediaan harus disertai pemeliharaan

Pakar Transportasi Darat, Darmaningtyas, yang juga turut hadir dalam Gerakan Nasional Sipantas Jalan di Riung Gunung, Puncak, Bogor, juga menyoroti pentingnya pemeliharaan rambu dan perlengkapan lalu lintas.

“Selama ini kita bisa membangun tetapi tidak bisa memelihara. Peran rambu sangat besar. Meski belum ada studi kuantitatif soal jumlah kecelakaan yang disebabkan oleh rambu lalu lintas yang kurang terawat, tetap harus disadari peran rambu ini tetap penting sebagai tanda untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Tyas ini pun mengatakan bahwa Gerakan Nasional Sipantas Jalan ini merupakan sebuah inisiatif cerdas yang dilakukan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. Meski sederhana kegiatan ini akan memberi dampak yang besar. Selain itu, pembersihan lebih efisien dana daripada penggantian.

“Namun selain perawatan rambu, edukasi tentang pentingnya rambu lalu lintas untuk mendorong kepatuhan perlu dilakukan terus menerus. Bahkan usia dini,” ujarnya.

Pekan Keselamatan Jalan

Gerakan Nasional Sipantas Jalan merupakan salah satu bagian dari kampanye Pekan Keselamatan Jalan. Kampanye ini akan diselenggarakan di empat kota di Indonesia dan puncaknya akan diselenggarakan di Jawa Tengah.

Selain Gerakan Nasional Sipantas Jalan masih ada kegiatan-kegiatan lainnya. Salah satunya Pesta Siaga Keselamatan Jalan, di kampus PKTJ Tegal. Target utama dari kegiatan ini adalah menyuarakan pentingnya keselamatan jalan dan menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab baik pengguna jalan dan juga instansi terkait.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.