Kabar pariwisata

Kemenpar Gelar Seremoni Pembukaan Rute Baru Malindo Sydney – Denpasar

Kompas.com - 15/08/2019, 17:15 WIB

Sejak lama, Bali tidak pernah berhenti memukau mata dunia. Seksinya sektor pariwisata Bali yang kian berkembang membuat keran kedatangan turis dari seluruh dunia seakan tidak ada habisnya. Hal tersebut tentunya membuat banyak maskapai yang berebut untuk menerbangkan para wisatawan menuju pulau yang mendapat julukan “Island of Gods” ini.

Malindo Air adalah salah satunya, maskapai ini baru saja membuka rute penerbangan baru Sydney – Denpasar pada Kamis, 15 Agustus 2019. Menyambut kabar baik ini, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) secara sigap menggelar acara inaugural khusus di Intercontinental Hotel Sydney.

Pada acara tersebut hadir Staf Khusus Menteri Bidang Infrastruktur Pariwisata, Judi Rifajantoro ; Secretary General Ministry of Transport Malaysia, Datuk Mohd Khairul Adib Bin Abd Rahman ; dan CEO Malindo Air, Chandran Rama Muthy.

Pembukaan rute baru Malindo ini mendapat sambutan yang sangat posisif. Terbukti, penerbangan perdana ini berhasil membawa 141 penumpang yang terbagi di dalam dua kelas. Tingkat keterisian yang baik ini pun mengundang antusiasme Kemenpar dalam menyambut rute ini.

Tak hanya di hotel, acara inaugural ini pun berlangsung selama penerbangan. Acara ini diiringi oleh alunan gamelan rindik Balik yang turut mewarnai penerbangan. Kemenpar pun menyediakan rangkaian camilan berupa cupcake dan suvenir untuk seluruh penumpang.

“Dukungan ini merupakan komitmen Kemenpar terhadap upaya peningkatan kunjungan wisman Australia ke Indonesia. Sebagai salah satu fokus pasar, pembukaan rute ini menjadi berita yang sangat baik karena dapat menambah pilihan akses bagi wisatawan,” ujar Judi.

Langkah yang diambil oleh Malindo Air ini cukup tepat mengingat Bali selalu menjadi pilihan utama bagi wisatawan Australia. Tercatat, lebih dari 1,2 juta wisatawan Berdasarkan data ABS Overseas Arrivals and Departures Australia, angka tersebut meningkat sebesar 200 persen jika dibandingkan dengan satu dekade silam.

Judi memaparkan jika keberadaan maskapai penerbangan sangat penting bagi Indonesia, mengingat wisman Australia sekitar 90% datang ke indonesia melalui jalur udara.

“Kedepannya semoga kerjasama ini akan semakin baik dan kita harapkan Malindo dapat membuka rute lainnya selain Bali. Terlebih ke destinasi super prioritas yang saat ini tengah kita genjot bersama," tutupnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun mengapresiasi langkah strategis yang dilakukan Malindo Air dalam membuka akses yang semakin besar dari Australia.

“Bali masih menjadi magnet terbesar bagi wisatawan Australia. Bahkan seperti rumah kedua bagi mereka. Tidak salah bila Malindo Air membuka penerbangan rute Denpasar. Peluangnya sangat bagus," ujarnya.

Dirinya pun memaparkan bahwa 60 persen wisatawan Australia adalah repeater yang tidak hanya sekali berwisata ke Indonesia. Oleh karena itu, memperkenalkan daerah lain yang sama indahnya pun tidak kalah penting.

“Nantinya kita bisa kembangkan kerjasama dengan membuka rute penerbangan ke destinasi lainnya. Seperti Yogyakarta yang telah memiliki bandara internasional baru. Atau Danau Toba yang juga sudah siap. Ini peluang yang jika tidak ditangkap dengan baik maka akan di ambil oleh maskapai lainnya,” ujarnya menambahkan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau