Advertorial

Rayakan HUT Kemerdekaan RI dengan Renyahnya Kerupuk Asli Indonesia.

Kompas.com - 16/08/2019, 08:42 WIB

Menjelang minggu kedua bulan Agustus, lingkungan perumahan, sekolah, hingga jalanan mulai diwarnai dengan dekorasi bernuansa merah putih. Alasannya tentu sudah jelas, untuk memperingati ulang tahun hari kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus setiap tahunnya. Tahun ini Negara Kesatuan Republik Indonesia telah memasuki usia ke 74 tahun, sebuah kemerdekaan yang diperjuangkan dengan darah, keringat, dan air mata oleh para pejuang dan proklamator bangsa.

Hari peringatan ini pun selalu disambut dengan suka cita oleh seluruh lapisan masyarakat. Gapura, pagar, hingga bendera serta umbul-umbul berkelir merah putih mulai menghiasi setiap sudut jalan dan permukiman.

Tak hanya itu, batang pohon pinang dan bambu pun mulai dijajakan, sementara jalanan mulai dicat dengan angka dan garis putih. Justru penampakan inilah yang paling ditunggu-tunggu, yakni persiapan aneka lomba yang diselenggarakan untuk memeriahkan hari libur nasional ini alias “lomba 17an”.

Menyelenggarakan berbagai lomba menarik memang sudah menjadi tradisi untuk memeriahkan peringatan hari kemerdekaan Indonesia. Tak hanya di lingkungan perumahan, lomba-lomba ini pun dilakukan di sekolah dan perkantoran.

Ada beberapa lomba yang selalu hadir setiap tahunnya. Untuk kaum laki-laki, biasanya lomba panjat pinang, tarik tambang, hingga bermain sepak bola memakai daster jadi pilihan. Para ibu-ibu biasanya ikut lomba balap bakiak atau lomba menghias tumpeng. Sementara bagi anak-anak, ada lebih banyak pilihan, mulai dari balap karung, membawa kelereng dengan sendok, atau memasukkan pensil ke dalam botol.

Namun, ada satu lomba yang selalu ditunggu-tunggu oleh semua peserta. Apalagi kalau bukan lomba makan kerupuk. Lomba ini memang bisa diikuti oleh semua usia dan dijamin paling seru saat dilakukan. Cara bermainnya pun mudah. Sederhananya, peserta harus menghabiskan kerupuk yang diikat di seutas tali tanpa menggunakan tangan. Kompetisi ini semakin menarik berkat tangan-tangan usil panitia yang kerap menggoyangkan tali kerupuk dan membuatnya lompat tak karuan. Selayaknya merebut kemerdekaan Indonesia, memenangkan lomba ini pun butuh perjuangan.

Hanya butuh nyali dan gigi, semua orang bisa ikut lomba makan kerupuk. Tak hanya mudah menarik peserta, lomba ini mudah pula bagi panitia penyelenggara karena biayanya murah.

Sebagai wadah pendukung usaha kecil dan menengah (UKM) di sektor retail, toko kelontong yang tergabung kedalam program Sampoerna Retail Community (SRC) pun turut memeriahkan lomba 17an tahun ini dengan lomba makan kerupuk yang istimewa.

Memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia ke-74 tanggal 17 Agustus 2019 mendatang, 100,000 toko kelontong disekitarmu yang tergabung dalam program SRC di seluruh Indonesia akan berusaha untuk mengadakan lomba Kerupuk Merah Putih, yakni lomba makan kerupuk serentak terbesar di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mengajak masyarakat untuk bersatu mengingat kembali usaha bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Kamu bisa ambil bagian dalam kemeriahan ini dengan mengikuti lomba makan kerupuk yang diadakan toko kelontong terdekat di lingkunganmu. Selain itu, kamu pun bisa mengikuti photo challenge dengan total hadiah 170jt untuk menunjukkan kemeriahan suasana 17an di sekitar tempat tinggalmu. Cek di sini untuk mengetahui toko kelontong mana saja yang turut berpartisipasi. Ayo ikut dan ramaikan peringatan kemerdekaan Indonesia bersama SRC!

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau