Advertorial

Hemat Waktu dan Lebih Aman, Inilah Saatnya Berpaling ke Setrika Uap

Kompas.com - 19/08/2019, 08:42 WIB

Selama bertahun-tahun, setrika biasa telah menjadi bagian dari kegiatan rumah tangga. Namun seiring dengan perkembangan teknologi, kini hadir setrika uap yang menjadi solusi baru bagi kebutuhan konsumen. Dengan berbagai pertimbangan, setrika uap pun kini mulai menjadi pilihan utama dalam merawat pakaian. Agar semakin mantap “hijrah” ke setrika uap, inilah beberapa hal yang harus diketahui.

Perbedaan dengan setrika biasa

Meski secara kasat mata bentuknya tak jauh berbeda (kecuali setrika uap vertikal) dengan setrika biasa pada umumnya, setrika uap memiliki beberapa lubang pada permukaan platnya. Lubang inilah yang menjadi saluran keluar uap panas ketika setrika beroperasi. Selain itu, setrika uap juga dilengkapi dengan wadah atau tangki untuk menampung air. Dengan demikian, setrika uap bekerja lebih maksimal dalam melicinkan pakaian karena panas dari uap air tersebut.

Cara menggunakannya pun cukup mudah. Untuk menghasilkan uap panas, setrika uap memiliki tangki air yang harus diisi sebelum digunakan. Uap panas inilah yang membuat serat-serat kain pada pakaian menjadi lebih cepat licin dan rapi. Setelah tangki air diisi, nyalakan setrika, lalu atur suhu sesuai dengan kebutuhan. Setelahnya, tunggu hingga setrika mengeluarkan uap dan langsung gunakan seperti biasa.

Kelebihan setrika uap

Keunggulan teknologi jelas membuat setrika uap memiliki lebih banyak kelebihan dibandingkan setrika biasa. Pertama, setrika uap membantu menyetrika pakaian lebih cepat dan lebih rapi . Uap air yang dihasilkan setrika uap ini menggantikan fungsi spray yang biasanya digunakan untuk membantu melicinkan pakaian.

Jika proses menyetrika dengan setrika biasa harus lebih hati-hati untuk menghindari rusaknya pakaian karena panas yang berlebihan, maka tidak demikian dengan setrika uap. Setrika ini bisa digunakan di semua jenis dan bahan pakaian tanpa merusaknya. Sebaliknya, uap panas yang dihasilkan justru membuat bahan pakaian menjadi lebih lembut dan licin. Selain itu, menyetrika pakaian dengan setrika uap pun relatif lebih aman karena panas yang digunakan berasal dari uap air sehingga tidak ada resiko gosong pada pakaian.

Memilih setrika uap

Ada berbagai pilihan merek dan tipe setrika uap di pasaran. Sebelum membelinya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Misalnya,perhatikan jumlah uap air yang dihasilkan. Biasanya jumlah standard uap air yang dihasilkan adalah 5 gram per menit. Semakin besar angka ini, maka semakin banyak uap air yang dihasilkan dan pakaian pun lebih cepat licin. Perhatikan pula pengaturan dan metode pembersihan kerak setrika uap tersebut agar kerak sisa uap air mudah dibersihkan.

- -

Salah satu setrika uap yang bisa dipilih adalah Philips EasySpeed Plus GC2145. Varian terbaru dari setrika uap Philips ini memiliki semburan uap yang kuat untuk menghilangkan kusut membandel. Ditenagai daya sebesar 1200 watt, Philips EasySpeed Plus GC2145 mampu menyemburkan uap air sebanyak 15 gram per menit untuk melicinkan pakaian dengan cepat. Pelat keramiknya pun dilengkapi teknologi drip-stop untuk mencegah kebocoran dan tombol geser Calc Clean untuk membersihkan dan membuang kerak. Kapasitas tangkinya sebesar 270 mililiter dan menghasilkan uap hingga 110 gram.

Informasi lebih lengkap tentang fitur lainnya dari bisa dilihat di halaman ini. Dapatkan Philips EasySpeed Plus GC2145 di JD.ID serta e-commerce dan toko lainnya.

Rasakan pakaian yang bebas kusut dengan mencoba Philips EasySpeed Plus GC2145 di layanan Go-Clean dari Gojek Indonesia. Layanan ini tersedia di area Jakarta mulai tanggal 2 Juli hingga 30 September 2019 mulai dari harga Rp 40 ribu saja. Tak hanya itu, ada berbagai hadiah yang bisa didapatkan dengan menggunakan layanan ini, termasuk grand prize setrika uap dari Philips. Klik di sini untuk info lebih lanjut tentang kesempatan ini.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau