Advertorial

Berbagi Tanggung Jawab Memasak di Rumah, Perlukah?

Kompas.com - 23/08/2019, 20:24 WIB

Akun gosip dan hiburan, Lambe Turah kembali memunculkan kontroversi dengan video yang baru diunggah baru-baru ini. Dalam video itu terlihat sepasang suami istri yang sedang bertengkar di dapur dan disaksikan langsung oleh anak yang kira-kira berusia remaja.

Permasalahannya sederhana, sang suami menuntut istri ada di rumah tepat waktu untuk mempersiapkan masakan, padahal jelas-jelas sang istri baru saja pulang seusai bekerja. Sepertinya kejadian ini bukan terjadi pertama kalinya, sang anak akhirnya memutuskan untuk turun tangan sendiri dengan membantu di dapur.

Video ini mengingatkan akan isu utama yang ada di sekitar kita, yaitu ketidaksetaraan gender yang semakin jelas terlihat. Para suami sepertinya masih enggan berbagi tanggung jawab di dalam dapur, meskipun 60 persen istri Indonesia juga berkontribusi dalam pendapatan keluarga. Dan berdasarkan studi dari HILL ASEAN 2018, hanya 1 dari 3 suami yang bersedia membantu di dapur. 

Tidak jarang suami membalas dengan agresif ketika disinggung tentang berbagi tugas di dapur, bahkan dengan tegas mengkonfirmasi bahwa tidak selayaknya seorang suami memasak karena itu hanya tugas istri. Ini jelas merupakan hasil dari nilai patriaki yang sudah ditanamkan sejak dini, bahwa suami mencari nafkah dan istri memasak.

Melalui video ini, muncul harapan agar dikemudian hari dapat menjadi solusi isu kesetaraan gender, seorang anak laki-laki remaja masuk di antara pertengkaran orang tuanya dan mulai memasak. Sebuah aksi yang sederhana tetapi sarat makna. Sudah sepantasnya remaja laki-laki pun memahami pentingnya belajar masak sedari dini, seperti perempuan di masa kini yang sudah bisa memiliki penghasilan sendiri, yang dulunya menjadi tugas utama suami sebagai kepala keluarga.

Video ini menuai beragam kontroversi dan komentar di media sosial, terutama banyaknya istri yang setuju bahwa hal yang terjadi di dalam video adalah lumrah dan memuji aksi sang anak.

- -
Tayangan video ini tentu berhasil menyadarkan publik akan kesetaraan gender di dapur, tapi sebenarnya siapa yang bertanggung jawab menyebarkan video ini?

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau