Advertorial

Musim Kesepuluh Liga Kompas Kacang Garuda U-14 Resmi Bergulir

Kompas.com - 16/09/2019, 19:15 WIB
- -

Liga Kompas Kacang Garuda (LKG) U-14 resmi dibuka di Studio 1 Kompas TV pada Sabtu (7/9/2019). Pada musim kesepuluh ini, LKG U-14 akan diikuti oleh 16 sekolah sepak bola yang rencananya digelar di lapangan sepak bola Universitas Muhammadiyah Jakarta, Ciputat. Liga akan berlangsung selama 30 pekan hingga 12 April 2020 mendatang.

Pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dan dilanjutkan dengan bincang-bincang dengan tiga narasumber, Managing Director PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk Fransiskus Johny Soegiarto, Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas Mohammad Bakir, dan mantan pemain Tim Nasional Indonesia era 1980-an sekaligus pemandu bakat LKG U-14 Dede Sulaiman.

Pembukaan LKG musim kesepuluh ini juga diisi dengan perkenalan dari 16 sekolah sepak bola yang mengikuti kompetisi. Peresmian pembukaan dilakukan dengan menekan tombol yang dilakukan oleh Fransiskus Johny, Mohammad Bakir, dan Dede Sulaiman sebagai simbol pembukaan kompetisi ini.

- -
Harian Kompas sebagai penyelenggara liga berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan usia dini pada olahraga sepak bola. Buruknya pembinaan usia dini di Indonesia membuat Kompas terpanggil untuk mengambil langkah nyata dengan menciptakan model pembinaan yang ideal.

“Sebagai operator liga, LKG tidak memungut biaya apa pun kepada peserta liga agar tidak memberatkan sekolah sepak bola dan para pemain. Kami menerapkan aturan yang ketat dan mengharuskan SSB memainkan semua pemainnya dalam jangka waktu tertentu agar semua pemain merasakan kesempatan bermain. Kami juga menanamkan karakter yang baik, seperti fair play, respect terhadap semua pihak, dan sportivitas bagi para pemain, pelatih, official, sampai para penonton. Tujuan utama kami adalah membentuk manusia yang berkarakter baik melalui sepak bola,” kata Adi Prinantyo.

Adi pun menambahkan bahwa pembinaan sepak bola usia dini merupakan langkah ideal untuk memperbaiki persepakbolaan Indonesia sejak dari akarnya. Namun, kompetisi bagi remaja memerlukan biaya yang besar dan tidak terlalu dilirik oleh para sponsor karena jumlah penonton yang tidak terlalu besar. Oleh karena itu, Kompas Gramedia Grup membantu penyiaran kompetisi tersebut melalui berbagai platform media agar dikenal secara luas.

“Kami berterima kasih kepada Kacang Garuda, Suzuki, SKF, Nestle Pure Life, PT Freeport Indonesia, dan OrtusEight yang mau bekerja sama dan membantu LKG untuk menyelenggarakan liga sampai saat ini. Tanpa bantuan dari para sponsor Kompas Gramedia akan kesulitan untuk menggelar liga secara rutin sampai musim kesepuluh,” ujarnya.

Dirinya pun menambahkan bahwa yang menjadi pembeda pada kompetisi tahun ini dengan kompetisi tahun-tahun sebelumnya adalah adanya Tim Fair Play. Penghargaan Tim Fair Play sudah dimulai sejak tahun kemarin, tetapi pada tahun lalu belum ada tim yang memenuhi kategori penghargaan Tim Fair Play.

“Suzuki menjadi sponsor baru pada tahun ini dan kemudian akan menjadi title pada player of the month. Jadi, nanti penghargaan pemain terbaik setiap bulannya akan menjadi Suzuki Player Of The Month. Terus terang hal ini membuat kami semakin bergairah sebagai operator liga,” tambah Adi.

- -
Mohammad Bakir, anggota Komite LKG dan Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas mengatakan, pada musim yang kesepuluh ini LKG tidak hanya menggelar kompetisi bagi para pemain, tetapi juga tiga kali KG Talks dengan materi soal gizi, kesehatan, dan sikap menjadi pemain profesional. Selain itu, terdapat dua pelatihan tentang cara penguasaan bola yang sempurna dan menyusun strategi terbaik untuk menang.

Kemudian lewat empat podcast dengan materi “Serunya Timnas U-22 Mempersiapkan Diri”, “Liku-Liki Meniti Karier by Egi Maulana”, “Pentingnya Support Bola Indonesia by Suzuki”, dan “Ngobrol Bareng Pemain Persipura by Freeport”, para remaja dapat belajar dan menimba ilmu dari para pemain profesional.

“Pada musim kesepuluh ini, persaingan LKG akan semakin sengit karena terdapat empat mantan pemain tim nasional yang menjadi pelatih pada empat sekolah sepak bola peserta LKG. Persaingan juga akan semakin ketat karena semua SSB memiliki waktu sampai enam bulan untuk mempersiapkan diri,” kata Bakir yang juga merupakan salah satu pendiri LKG.

Keempat mantan pemain nasional yang menjadi pelatih itu adalah Supriyono (Matador Mekar Sari), Frido Yuwanto (Benteng Muda IFA), Eli Idris (Pelita Jaya), dan Sudana Supri (Tajimalela FA).

Para pemain yang berlaga di LKG berkesempatan dipilih untuk mengikuti seleksi menjadi tim yang mewakili LKG ke Piala Gothia di Swedia pada Juni 2020. Tim pemandu bakat LKG akan memilih pemain terbaik setiap bulan dan Tim Fair Play pada akhir musim berdasarkan catatan statistik yang dikerjakan oleh Tim 11.

Mari, dukung anak bangsa calon penerus persepakbolaan Indonesia dengan hadir dan meramaikan pertandingan yang akan dimulai pada 22 September 2019 hingga 12 April 2020 pukul 07.00 di Stadion Sepak Bola Universitas Muhammadiyah Jakarta. Perkembangan dan hasil pertandingan setiap pekan pun akan diliput dan disebarluaskan oleh Harian Kompas mulai 23 September 2019.