Advertorial

Menteri Rini: Lewat Program Wirausaha Tani, BUMN Bantu Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Kompas.com - 25/09/2019, 19:30 WIB

*KARAWANG, 25 September 2019 -* Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno melakukan tinjauan ke Rice Miling Unit (RMU) atau tempat penggilingan padi di Kecamatan Rawamerta, Karawang, milik PT Pupuk Indonesia Pangan (PIP), anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero). Peninjauan ini dilakukan Menteri Rini guna memastikan optimalisasi manfaat dari sinergi BUMN dengan masyarakat desa setempat di bidang pertanian melalui program-program wirausaha pertanian.

"Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Karena selama ini komoditas pangan diproduksi secara terpecah-pecah dengan luas lahan yang kecil sehingga produksi pangan tidak produktif. Melalui sinergi korporatisasi pertanian ini, BUMN hadir untuk mendorong peningkatan produktivitas pangan dan kesejahteraan petani kecil,” kata Rini di Rawamerta, Karawang.

. .

Turut hadir mendampingi Menteri Rini yakni Deputi Bidang Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat, Direktur SDM dan Tata Kelola PT Pupuk Indonesia (Persero), Winardi, Plt. Direktur Utama PT Pupuk Kujang, Rita Widayati, dan Plt Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Pangan, Budiono.

Seperti diketahui, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan produktivitas pertanian di Kabupaten Karawang, PT Pupuk Indonesia (Persero) sejak Oktober 2018 telah melakukan pembinaan bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tempuran melalui PT Mitra Desa Bersama Tempuran (PT MDBT). Salah satu sasaran pengembangan bisnis BUMDes ini yaitu penyerapan gabah petani serta penggilingan padi oleh PT Pupuk Indonesia Pangan dan PT Pupuk Kujang dalam hal penyaluran Distribusi Pupuk.

Di Rawamerta, Menteri Rini bersama rombongan juga meninjau pembangunan gedung belajar Pondok Pesantren Nihayatul Amal. Gedung belajar tersebut merupakan bantuan Pupuk Indonesia sebagai salah satu wujud terhadap dunia pendidikan di Karawang. Rencananya, dua gedung belajar tersebut dibangun pada areal pesantren. Saat ini Pupuk Indonesia telah menyelesaikan satu gedung belajar terdiri dari 6 ruang belajar dengan kapasitas tampung sebanyak 300 orang.

"Terima kasih kepada Pupuk Indonesia yang selalu berkomitmen berkontribusi bagi masyarakat di berbagai bidang. Saya harap gedung belajar ini bisa bermanfaat dalam mendidik para generasi penerus bangsa dari Pesantren Nihayatul Amal. Tujuan BUMN hadir untuk negeri dan selalu memberikan yang terbaik bagi bangsa dan masyarakat," ujar Rini.

. .

*Serap Gabah Petani dengan Harga Kompetitif*

RMU Rawamerta memiliki kapasitas produksi 4 ton per jam, memiliki kapasitas bahan baku sebesar 3000 ton, dan kapasitas bahan jadi sebesar 400 ton. RMU yang berdiri di atas lahan seluas 39.954 meter persegi ini menyerap gabah milik petani dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga jual gabah pasaran yaitu berkisar Rp5.300 - Rp5.400 per Kilogram, dan memproduksi beras dengan kisaran harga jual sebesar Rp8.900 - Rp11.600 per Kg.

Adapun dalam hal penjualan dan pemasaran beras juga dilakukan oleh PT Pupuk Indonesia Pangan. Kerjasama ini merupakan hasil tindaklanjut kerja sama PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan PT Mitra Desa Bersama Tempuran dan sebagai langkah untuk menjaga stabilitas harga gabah, sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani.

Pupuk Indonesia memiliki tugas mengelola PT Mitra Desa Bersama Tempuran di Kabupaten Karawang yang memiliki anggota 126 Kelompok Tani dan 5.903 petani dengan luas lahan pertanian 6.679 hektar, dengan produktivitas gabah lebih dari 8 ton. PT Mitra Desa bersama Tempuran menjadi lembaga usaha yang dimiliki seluruh petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Harapan Tani di Kecamatan Tempuran, sehingga pengelolaan pertanian petani kini menjadi satu pintu.

. .

Untuk penyaluran pupuk, Pupuk Indonesia juga melakukan kerjasama dengan PT. Mitra BUMdes Nusantara dengan membuka kios pupuk dan Saprotan di Kecamatan Rawamerta dan kecamatan Tempuran yang diharapkan seluruh petani di pedesaan wilayah Tempuran dan Rawamerta dapat terpenuhi kebutuhan pupuk bersubsidinya.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat menerangkan, Pupuk Indonesia Grup berkomitmen untuk senantiasa mendorong berkembangnya Bumdes sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan yang kuat dan mandiri.

”Dalam meningkatkan perekonomian pedesaan dengan mengkorporatisasi para petani dan Bumdes agar dapat mengoptimalisasi hasil potensi-potensi produk pedesaan,” kata Aas.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau