Advertorial

SMI Tutup Bincang Edukasi Transformasi Digital di Kota Bandung

Kompas.com - 01/10/2019, 13:07 WIB

Puluhan perwakilan perusahaan dan start up di bidang travel, financial technology (fintech), dan manufaktur di kota Bandung menjadi sekelompok pengusaha yang beruntung menutup rangkaian talkshow Bincang Usaha. Setelah berjalan di Jakarta dan Surabaya sejak beberapa waktu lalu, talkshow dengan tema “Tantangan dan Peluang Bisnis dalam Menghadapi Transformasi Teknologi” ini mengakhiri perjalanannya di Kapulaga Bandung pada Selasa (24/9).

Rangkaian talkshow ini dipersembahkan oleh Harian Kompas serta Synnex Metrodata Indonesia (SMI) sebagai kontribusi untuk turut mengedukasi para pengusaha tentang pentingnya melakukan transformasi digital.

Dalam talkshow ini, peserta berkesempatan untuk mendengarkan pemaparan dari sejumlah narasumber yang berpengalaman di bidang transformasi digital seperti CFO MaxPower Group Frans Budi Pranata yang juga merupakan digital transformation coach. Dalam kesempatan tersebut hadir pula sebagai pembicara, Senior Channel Executive MNA Microsoft Indonesia Khianto Liang.

Di era disrupsi yang serba cepat saat ini, setiap perusahaan dituntut untuk terus beradaptasi dan berinovasi. Hal inilah yang disampaikan oleh Frans Budi Pranata dalam pemaparannya. Menurut Frans, transformasi digital tak hanya sebatas peningkatan teknologi, melainkan juga perubahan pola pikir dan operasional bisnis perusahaan tersebut secara keseluruhan.

- -

“Membuka wawasan sudah baik, tapi perlu juga dilanjutkan dengan bagaimana mereka harus menambah channel online bisnisnya, cara berkomunikasi dengan karyawannya dan konsumennya, itu pun harus diubah,” kata Frans.

Ia pun berharap agar edukasi ini terus dilakukan dan ditingkatkan hingga model bisnis digital tersebut dapat benar-benar diimplementasikan di perusahaan para peserta.

Kemajuan teknologi memang telah mengubah perilaku konsumen. Akibatnya, perusahaan pun dituntut untuk melakukan transformasi digital untuk mengakomodasi perubahan ini. Kendati demikian, mengadopsi teknologi teranyar tak serta merta menyelesaikan masalah. Integrasi antara akses, operasional, dan kecepatan sebuah perusahaan dalam menghadirkan sebuah layanan atau produk bagi konsumennya adalah kunci untuk bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat.

SMI adalah perusahaan penyedia produk information communication technology (ICT) tepercaya di Indonesia. SMI pun menyadari bahwa transformasi digital adalah hal yang mutlak dan harus dilakukan oleh perusahaan agar mampu bertahan di era digital. Hal inilah yang mendorong SMI untuk mengedukasi para pengusaha, menyediakan, serta memberikan rekomendasi software dan hardware terbaik untuk bisnisnya.

- -

“Kita tidak hanya mengedukasi dari sisi teknologi, tapi kita secara keseluruhan mencoba menggambarkan bahwa bisnis Indonesia sekarang bergerak ke arah digital. Kami pun bergerak ke arah sana dengan menyediakan Microsoft Office dan software Microsoft lainnya secara digital,” tutur Product Marketing Microsoft SMI Christianto Rasli saat ditemui usai talkshow.

SMI merupakan distributor resmi Microsoft di Indonesia. Setiap produk Microsoft yang disediakan oleh SMI disa didapatkan melalui reseller yang terafiliasi di seluruh Indonesia maupun lewat JD.ID. Dengan menyediakan electronic software delivery (ESD) SMI pun turut mendorong transformasi digital. Metode ESD memungkinkan konsumen untuk mendapatkan product key Microsoft yang dibelinya dengan lebih cepat, mudah, dan aman. Simak informasi lebih lanjut tentang berbagai pilihan produk Microsoft dari SMI di halaman ini.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau