Advertorial

Universitas Warmadewa Sukses Jadi Tuan Rumah dan Menjadi Juara International Bamboo Competition 2019

Kompas.com - 12/10/2019, 10:00 WIB

Universitas Warmadewa (Unwar) menjadi tuan rumah pada event International Student Competition In Architectural Design and Construction of Bamboo Indonesian Division 2019 yang sebelumnya diselenggarakan di Cina pada 2018.

Acara ini diselenggarakan di Ruang Auditorium Widya Sabha Utama Unwar, Bali dan dihadiri oleh Kepala Dinas PUPR Bali, Wakil Gubernur Bali, Rektor Unwar, Wakil Rektor I-III Unwar, Dekan Fakultas Teknik dan Perencanaan.

Rektor Unwar I Dewa Putu Widjana mengatakan, kompetisi ini penting dilaksanakan karena menggunakan kekayaan alam seperti bambu, yang akan menambah nilai ekonomi yang luar biasa. Ia juga mengatakan saat ini Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terus mendukung pemanfaatan bambu yang dimiliki Indonesia, hingga menjadi suatu karya dan kerajinan yang memiliki nilai lebih.

Dengan begitu, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya pengrajin bambu, dan dapat meningkatkan devisa negara.

"Ini merupakan salah satu event internasional dan ini sangat tepat, tentunya event ini sangat inline dengan visi dan misi Unwar untuk menjadi institusi pendidikan yang bersaing global pada tahun 2034," ucap I Dewa Putu Widjana, dalam keterangannya.

Pihaknya juga menyambut baik dan merasa bangga, Unwar pun dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan International Student Competition In Architectural Design and Construction of Bamboo Indonesian Division 2019.

Pada ajang sebelumnya yang diselenggarakan di Cina,Unwar mendapat juara satu pihaknya pun menjadi salah satu perwakilan Indonesia untuk mengikuti kompetisi tersebut.

Foto: Dok. Unwar Foto: Dok. Unwar

"Sebagai pimpinan Universitas menyambut dengan sangat antusias dan sangat berbahagia diadakannya kegiatan ini. Dimana dalam rangka memberikan kontribusi kepada pembangunan negara melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia terkait dengan bambu itu sendiri," ucapnya.

"Sejak awal saya sangat setuju dengan kegiatan ini, apalagi kita mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara ini. Secara tidak langsung memberikan kesempatan kepada kita untuk belajar dan mempersiapkan diri dalam rangka go global di tahun 2034," tambahnya

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Bali yang diwakili oleh Kadis PUPR Bali I Nyoman Astawa Riadi mengatakan melalui visi pembangunan 'Nangun Sat Rerthi Loka Bali' yang mengandung makna menjaga alam dan kebudayaan Bali, demi kesejahteraan masyarakat dan kesejahteraan spritual masyarakat Bali.

Foto: Dok. Unwar Foto: Dok. Unwar

Dengan begitu, Pemprov Bali mendukung segala kegiatan dalam rangka pelestarian yang berkaitan dengan budaya. Diharapkan dengan adanya acara ini dapat memeberikan manfaat, khususnya manfaat terhadap nilai-nilai budaya Bali menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat Bali.

Indonesia pun kembali memberikan bukti. Pada kompetisi kali ini, Unwar kembali menjadi Juara Satu dan Dua. Juara Ketiga dimenangkan oleh Aisyah University. Dengan demikian, Juara 1 dan 2 ini berhak untuk mewakili Indonesia di ajang Internationl Student Competition in Architectural Design and Construction of Bamboo di Cina.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau