Advertorial

Tembus Pasar Afrika, Landson Raih Primaniyarta Award 2019

Kompas.com - 16/10/2019, 20:27 WIB
. .

Gelaran tahunan para pengusaha ekspor impor, Trade Expo Indonesia 2019 (TEI) kembali dihelat. Acara ini berlangsung pada 16-20 Oktober 2019 di ICE BSD City, Tangerang. Mensa Group yang diwakili anak perusahaannya, Landson dan OTTO kembali berpartisipasi di ajang ini.

TEI 2019 dibuka dengan penyerahan penghargaan Primaniyarta Award 2019 oleh Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Primaniyarta Award ini adalah penghargaan prestisius dari pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk para eksportir berprestasi.

Di antara enam kategori penghargaan, Landson berhasil meraih penghargaan untuk kategori “Pelopor Pasar Baru”. Kategori ini diberikan kepada eksportir yang unik dan gigih dalam menembus pasar ekspor yang sulit dan baru. Keberhasilan dalam menembus pasar di Afrika seperti Nigeria dan Ghana menjadi salah satu faktor kunci yang membuat Landson meraih penghargaan bergengsi ini.

Pada kesempatan ini, COO Mensa Group Widjaja Satriadi mewakili perusahaan untuk menerima langsung penghargaan prestisius ini dari tangan Wapres. Dirinya menyatakan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian perusahaan ekspor impor yang telah dirintis selama 10 tahun terakhir ini.

“Penghargaan ini akan selalu menjadi motivasi untuk kami agar bisa terus meningkatkan ekspor,” ujarnya.

. .

Landson berhasil menembus pasar Afrika lewat salah satu produk minuman energi andalannya, Passion. Keputusan ini diambil karena Landson melihat peluang besar yang menanti dan belum ada yang berani untuk ekspansi ke benua tersebut meski situasi geopolitik yang dipandang tidak stabil oleh kebanyakan perusahaan.

“Kita lihat kesempatan yang besar disana. Selain iklim yang panas, produk-produk energy drink yang ada disana saat itu juga relatif mahal. Nah, disana lah timbul keinginan kita untuk ekspansi pasar,” ujar General Manager International Division Mensa Group, Yulia P. Hidayat.

Bahkan selepas tiga tahun Landson menjejakkan kakinya di Afrika, perusahaan-perusahaan lain pun turut mengikuti jejak mereka.

Yulia pun menambahkan bahwa keberanian ini pun didukung oleh produk yang berkualitas dengan harga terjangkau. Sehingga minuman energi Passion ini begitu digemari, bahkan menjadi nomor satu di Nigeria dan Ghana.

“Untuk bahan baku kita pakai yang terbaik. Soda kita menggunakan Effer Soda dari SPI (Amerika Serikat) dan ginseng pun dari Indena (Italia),” ujarnya menambahkan.

Saat ini Landson berencana untuk kian melebarkan sayap produk minuman energi andalannya ini ke negara-negara lain di Afrika seperti Mauritania dan Mesir. Bahkan, Passion pun bersiap untuk melakukan penetrasi beberapa negara di Asia Tenggara.

“Saat ini kita sedang mengembangkan Passion untuk Myanmar dan Malaysia karena kita melihat ada potensi pasarnya, tinggal tunggu formulasinya rampung saja,” tutup Yulia.