Advertorial

BPJS Ketenagakerjaan Raih Dua Penghargaan Tertinggi "Certificate of Excellence" di Forum Jaminan Sosial Sedunia

Kompas.com - 17/10/2019, 17:25 WIB
- -

BPJS Ketenagakerjaan meraih dua penghargaan tertinggi dari International Social Security Association (ISSA) dalam hal pengembangan dan pemanfaatan Sistem Teknologi Informasi (TI) dan pelaksanaan program Return to Work. Pertemuan institusi jaminan sosial sedunia atau World Social Security Forum (WSSF) ini diselenggarakan di Brussels, Belgia dan dihadiri oleh 152 negara.

Penghargaan ini bertajuk ISSA Certificate of Excellence in Social Security Administration for Information Communication Technology (ICT) dan program ISSA Certificate of Excellence in Social Security Administration for Return to Work (RTW). Penghargaan ini hanya diberikan kepada lembaga yang mampu mengimplementasikan pedoman dan standar internasional jaminan sosial ( guidelines) dari ISSA.

BPJS Ketenagakerjaan menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia dari total tujuh penerima penghargaan dari ISSA pada acara tersebut. Sekretaris Jenderal ISSA Marcelo Abi-Ramia Caetano menyatakan, sistem IT dan program RTW BPJS Ketenagakerjaan telah berhasil memenuhi semua aspek guidelines yang ditentukan oleh ISSA, bahkan memberikan masukan yang krusial bagi ISSA untuk penyempurnaan guidelines dimaksud.

- -

Seremonial pemberian penghargaan ISSA ini dilaksanakan pada Rabu (16/10) pagi dan disaksikan langsung oleh sekitar 1.000 delegasi WSSF yang merupakan perwakilan dari lebih 300 institusi jaminan sosial yang berasal dari 152 negara. Pertemuan WSSF direncanakan berlangsung tanggal 14-18 Oktober 2019 dengan dihadiri oleh menteri dan petinggi jaminan sosial sedunia.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, berharap apresiasi ini menjadi penyemangat dan motivasi bagi insan BPJS Ketenagakerjaan di seluruh Indonesia.

"Penghargaan ini sangat spesial, karena lembaga jaminan sosial di Indonesia baru pertama kali menerima penghargaan setingkat ISSA Certificate of Excellence dan pertama kali juga sebuah lembaga langsung sekaligus mendapatkan dua award, untuk ICT dan RTW. Tentunya ini berkat kerja cerdas dan keras semua pegawai yang didukung oleh semua stakeholder kami", jelas Agus.

Agus menjelaskan, kunci pengembangan sistem TI BPJS Ketenagakerjaan adalah berusaha mengoptimalkan kapasitas internal dalam mengembangkan sistem TI yang handal, namun tetap efisien dan memenuhi standar keamanan yang baik.

- -

Pengembangan TI oleh internal BPJS Ketenagakerjaan juga berdampak pada sistem TI yang lebih fleksibel sehingga dapat lebih tanggap menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

“Berbagai inovasi yang dikembangkan BPJS Ketenagakerjaan seperti sistem keagenan PERISAI, aplikasi mobile BPJSTKU, hingga antrian online untuk Klaim JHT dapat berjalan baik berkat dukungan sistem TI yang mumpuni", lanjutnya.

Pelaksanaan program RTW dari BPJS Ketenagakerjaan pun telah mengalami perkembangan pesat, dengan jumlah pekerja korban kecelakaan kerja yang telah bekerja kembali mencapai 583 orang.

“Hal ini tercapai berkat sistem tata kelola RTW yang terencana dengan baik, dengan dukungan personil case manager yang bekerja tidak hanya mengandalkan profesionalitas saja namun juga mengedepankan empati. Juga berkat kerjasama kami dengan 7.417 rumah sakit yang berperan sebagai Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) dan perusahaan peserta kami di seluruh Indonesia", tutur Agus.

Agus pun menambahkan, Kedua penghargaan ini menjadi bukti bagi dunia bahwa pelaksanaan jaminan sosial ketenagakerjaan di Indonesia telah sesuai, bahkan di atas standar Internasional. Penghargaan ini juga memicu BPJS Ketenagakerjaan untuk terus berusaha lebih baik lagi dalam melindungi dan memberikan kemudahan pelayanan kepada seluruh masyarakat pekerja Indonesia.