Advertorial

Sambut Era Digitalisasi, Knowledge Management Summit Hadirkan Narasumber Pakar Dunia di Bandung

Kompas.com - 22/10/2019, 09:00 WIB

Sejalan dengan program pemerintah, khususnya pada pembangunan sumber daya manusia yang unggul, SBM ITB bersama Knowledge Management Society Indonesia (KMSI) kembali mengadakan Knowledge Management (KM) Summit ke-3, pada 5-6 November 2019 mendatang.

President of Knowledge Management Society Indonesia Prof. Jann Hidajat Tjakraatmadja mengungkapkan bahwa KM Summit 2019 ketiga ini akan mengangkat tema "Innovative Learning To Re Use Knowledge Asset In Corporation and Public Services at Society 5.0 Era " dimana tema ini merupakan tema lanjutan dari KM-Summit 1 dan KM-Summit 2.

"Isu ini menjadi penting karena telah terjadinya suatu evolusi dan revolusi manajemen pengetahuan dan proses pembelajaran melalui penggunaan media game-digitalisasi," ujar Jann Hidajat Tjakraatmadja dalam keterangan resminya, pada Kamis (26/09/2019)

Menurutnya, harus diakui jika implementasi manajemen pengetahuan di suatu organisasi akan membawa banyak manfaat yang berkelanjutan, khususnya dalam meningkatkan performansi dan daya saing

"Peran teknologi digital pada saat ini dan ke depannya akan sangat berkontribusi secara signifikan bagi setiap insan dalam organisasi tersebut," tegasnya.

Jika suatu organisasi, imbuhnya, tidak dapat menanggapi secara arif dan bijaksana tentang perkembangan teknologi digital yang begitu cepat ini, maka hal ini akan berbalik menjadi suatu ancaman serius. Oleh karenanya, tegas Prof. Jann, dalam KM-Summit 2019 ini diharapkan dapat memberikan suatu wadah bersama dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman agar didapatkan strategi dan inovasi yang efektif dan efisien, melalui implementasi teknologi digital dalam organisasi untuk mempercepat dan mempertahankan bisnis organisasi yang berkelanjutan untuk masa depan.

"KM-Summit 2019 ini diadakan untuk menawarkan solusi melalui serangkaian sesi seminar bersama dengan sejumlah pakar dan workshop," ujarnya.

Prof. Jann menambahkan, dalam kegiatan ini akan diundang praktisi dan akademisi di bidang KM dan Innovative Learning untuk bersama-sama mempersiapkan Modal Insani Indonesia menghadapi Era Industri 4.0 dan Era Society 5.0. Salah satu inovasi yang akan dibahas dalam forum ini adalah penggunaan gamifikasi sebagai salah satu inovasi dalam pembelajaran.

Sejumlah narasumber akan hadir antara lain: Scot Osterweil, Founder & Creative Director LGN, Aineias Gkikas, Birmingham City University, Mark Gilman dari Birmingham City Business School, serta sejumlah pakar knowledge management tanah air seperti Alvin Soleh, Sapta Putra Yadi, Prajuto Sukaeni, Heru Setiawan, Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko PT Pertamina Persero serta narasumber pakar lainnya.

"Harapannya, dengan percepatan pembelajaran melalui penggunaan kembali aset pengetahuan, industri maupun organisasi publik dapat mengoptimalkan potensi karyawannya sebagai modal dan sekaligus mampu berkontribusi sebagai sumber penyedia pembelajaran bagi negeri," pungkasnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau