Advertorial

Sambangi Surabaya, Suryanation Motorland Battle Dihadiri Ribuan Peminat Motor Kustom

Kompas.com - 25/10/2019, 15:17 WIB

Rangkaian Suryanation Motorland Battle kembali berlanjut. Setelah sukses diselenggarakan di Pulau Dewata, ajang bergengsi bagi para peminat dan builder sepeda motor kustom tersebut menyambangi bagian timur Pulau Jawa. Senin, (21/10/2019) lalu, seri kelima Suryanation Motorland Battle hadir di Lapangan Makodam V Brawijaya, Surabaya.

Kehadiran Suryanation Motorland Battle disambut antusias oleh para pecinta sepeda motor kustom di kota tersebut. Tercatat lebih kurang 35.000 pengunjung memadati lokasi penyelenggaraan. Sebanyak 131 builder sepeda motor kustom mendaftarkan karya mereka untuk mengikuti Custom Bike Contest yang jadi suguhan utama dalam gelaran Suryanation Motorland Battle.

“Seri kelima di Surabaya ini sangat luar biasa. Pengunjung senantiasa memenuhi lokasi sejak sore, saat acara baru dimulai hingga selesai. Karya-karya yang diikutsertakan dalam Custom Bike Contest juga tidak kalah memukau juri dan pecinta motor kustom yang hadir,” ujar Rizky Dwianto, Suryanation Motorland Committee.

Lufti Ardika, pemenang Best of The Best Surabaya Lufti Ardika, pemenang Best of The Best Surabaya

Tahun ini Suryanation Motorland Battle menghadirkan juri-juri yang terdiri dari builder-builder berkelas dunia. Mereka adalah Veroland dari Kickass Chopper, Dodi Irhas dari Dodi Chrome Cycles, dan Pete Pearson dari Rocket Bob Cycles yang berbasis di Inggris.

Setelah proses penjurian yang ketat, motor kustom karya Lufti Ardika dari workshop Queen Lekha Chopper, workshop spesialis chopper asal Yogyakarta akhirnya diumumkan sebagai sepeda motor dengan kreasi kustom terbaik.

Sepeda motor bergaya traditional chopper yang berbasis mesin S&S Panhead keluaran 2018 tersebut merebut predikat Best of The Best Suryanation Motorland Battle Surabaya. Lufti Ardika bukanlah nama yang asing bagi penggemar sepeda motor kustom yang senantiasa mengikuti Suryanation Motorland. Pada penyelenggaraan Suryanation Motorland 2017 sepeda motor kustom karyanya dianugerahi gelar The Greatest Bike.

Para juri Suryanation Motorland 2019 Para juri Suryanation Motorland 2019

“Terima kasih kepada dewan juri yang telah memilih karya saya sebagai Best of The Best Surabaya tahun ini. Pada kesempatan ini saya kembali membawa spirit dan pengalaman dari ajang Suryanation Motorland 2017 dimana saat itu karya saya terpilih sebagai The Greatest Bike. Ternyata berhasil, karya saya mendapat apresiasi luar biasa dari para juri,” ujar Lufti.

Selain itu saya juga bersyukur dengan adanya gelaran seperti Suryanation Motorland karena dengan demikian para builder punya wadah untuk memamerkan karyanya dan menyebarkan custom culture.

Veroland dan Dodi Irhas menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme serta kreativitas yang ditunjukkan para builder melalui karya motor customnya. “Satu hal yang menarik, jumlah peserta yang mendaftarkan motor kustom karyanya di kelas Free For All juga membludak,” ujar Veroland.

Usai pengumuman Best of The Best, gelaran Suryanation Motorland Battle di Surabaya ditutup dengan meriah oleh penampilan band The Hydrant yang mengusung genre rockabilly dan band Noah.

Surabaya merupakan kota terakhir yang disambangi oleh Suryanation Motorland Battle 2019. Usai penyelenggaraan di Surabaya ajang kompetisi sepeda motor kustom tersebut akan memasuki seri final di Jakarta, 23-24 November 2019 mendatang.

Suasana area pameran Suryanation Motorland 2019 Suasana area pameran Suryanation Motorland 2019

Pada seri final semua pemenang dari seluruh seri Suryanation Motorland Battle 2019 akan diundang untuk kembali bersaing. Mereka juga akan mendapat kesempatan memamerkan karyanya pada seluruh pecinta sepeda motor kustom dalam seri penutup Suryanation Motorland Show Off. “Ada banyak kejutan dan keseruan yang sudah kami persiapkan untuk para pecinta sepeda motor kustom di seri final nanti,” ujar Rizky Rizky Dwianto.

Pecinta sepeda motor kustom, jangan lewatkan seri final Suryanation Motorland Battle 2019. Catat tanggalnya dan pastikan Anda hadir di sana.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau