Advertorial

Pameran Pulau Seribu di Mall Mall Berhasil Tingkatkan Ocupancy Resort sampai 30-50%

Kompas.com - 27/10/2019, 14:02 WIB

JAKARTA- Meski Berada di Ibukota Negara, ternyata wisata Pulau Seribu masih banyak yang belum tahu, berdasarkan data dari Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Seribu hanya 30 persen masyarakat Jabodetabek mengenal baik Kepulauan Seribu. Ini tentu menjadi tugas dari pemerintah daerah Provinsi DKI Jakarta untuk terus masif mengenalkan wisata Pulau Seribu ke masyarakat khususnya di wilayah Jabodetabek dan Bandung.

Melihat kondisi tersebut, Sudin Pariwisata dan kebudayaan Kepulauan Seribu mengadakan pameran wisata di mall mall besar di Jabotabek dan Bandung dari mulai bulan Agustus sampai dengan Oktober 2019. “Pengamatan kami di beberapa mall yang sudah dilakukan respon masyarakat cukup baik, bahkan ada yang langsung booking di tempat. Acara ini kita harapkan, selain penjualan paket wisata, informasi tentang Pulau Seribu tersebar lebih baik untuk masyarakat Jabotabek dan sekitarnya,”kata Cucu Ahmad Kurnia dalam keterangan Persnya.

Dijelaskan Cucu berdasarkan hasil survei hanya 30 persen orang tahu tentang Pulau Seribu, dan tentu ini masih kecil dibanding dengan lokasi wisata yang berada di Pusat Ibukota. Pameran ini tentu diharapkan akan banyak lagi wisatawan yang datang ke Pulau Seribu baik ke Pulau Penduduk maupun Pulau Resort. “Kami gembira event ini bisa bermanfaat untuk para pelaku industri pariwisata di Pulau Seribu,” tegasnya.

- -

“Mereka mungkin pernah mendengar tentang Kepulauan Seribu, namun tidak tahu di sana ada atraksi apa saja. Padahal secara geografis letaknya lebih dekat dengan Jabodetabek dibandingkan Bali dan Lombok. Terlebih di tengah mahalnya harga tiket domestik, berkunjung ke Kepulauan Seribu tentu jatuhnya akan lebih murah,” tambahnya lagi.

Diketahui, pameran bertajuk “Ayoo Seru-Seruan ke Pulau Seribu” di mal-mal yang tersebar di Jabodetabek dan Bandung. Diawali di Living World Alam Sutera pada 28 Agustus - 1 September 2019 dan saat ini tengah berlangsung pameran di Sumarecon Mall Bekasi dari 24 Oktober sampai hari Minggu, 27 Oktober 2019 sekaligus event pameran terkahir.

Acara ini sendiri menggandeng para operator wisata di Kepulauan Seribu agar mereka pun dapat langsung bertemu masyarakat dan memperkenalkan produk-produk wisata menarik yang mereka miliki. Tentunya, ajang ini pun menawarkan harga yang bersahabat, mulai dari paket memancing hingga paket menikmati olahraga air, seperti jetski, flyingboard, snorkeling, dan scuba diving.

Pameran ini pun mendapat respon positif dari para pelaku wisata di Pulau Seribu, seperti diungkapkan oleh Dino dari Agent Travel. Menurutnya, pameran ini cukup baik untuk memperkenalkan wisata Pulau Seribu kepada masyarakat. Apalagi kata dia, pameran ini dilakukan di mall-mall besar di Jabotabek.

“Efeknya cukup bagus, banyak pengunjung yang awalnya tidak tahu menjadi tahu bahwa banyak pulau cantik dan bagus ada di Pulau Seribu. Brand kami pun secara tidak langsung jadi dikenal oleh calon wisatawan,”kata Dino yang tengah ikut pameran di Mall Sumarecon Bekasi.

Berdasarkan data base yang mereka miliki tercatat ada kenaikan 50 persen masyarakat yang menggunakan agen trevel miliknya. Kenaikan ini kata Dino sangat drastis dibanding sebelumnya. Tentu ucapan terimakasih kepada pemerintah Provinsi DKI Jakarta khususnya kepada Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Seribu.

“Kami berharap event seperti ini dilakukan secara rutin, mungkin bisa setahun dua kali. Karena bagi kita sebagai pelaku wisata acara-acara seperti inilah yang diperlukan. Selain itu pameran ini juga sejalan dengan program pemerintah pusat yang terus mengenalkan wisata baik kepada wisawatan lokal maupun internasional,” tutupnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Rico, General Manager Resort Pelangi yang mengatakan bahwa pameran ini berdampak positif bagi perkembangan wisata yang di Pulau Seribu. Banyak masyarakat yang hadir di pameran ini merasa kaget ternyata ada Pulau yang sangat indah dan tidak kalah dengan pulau-pulau lain di Indonesia bahkan di Luar Negeri.
“Masyarakat sangat antusias ketika hadir di acara pameran ini, kami sangat berterimakasih kepada Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Seribu. Dengan adanya pamaran ini, trand wisata Pulau Seribu semakin menggeliat naik,” ujar Rico.

Sama seperti agen trevel, jumlah pengunjung yang menginap di resort Pelangi pun kata Rico mengalami kenaikan, berdasarkan data yang ada kenaikannya hampir mencapai 50 persen ini tentu sangat siginfikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Ini salah satu strategi Pak Cucu yang bisa memanfaatkannya untuk mempromosikan wisata Pulau Seribu. Kita juga berharap bahwa kegiatan ini dilakukan pertiriwulan, agar masyarakat selain mendapat info soal wisata juga mendapat edukasi soal wisata Pulau Seribu,” tutupnya.

Dihubungi terpisah, pengelola Pulau Bidadari, Dani mengatakan bahwa adanya pameran ini sangat baik sekali sehingga masyarakat tahu bahwa Pulau Bidadari sudah mulai aktif lagi dan adanya perubahan yang siginfikan. “Acara ini bagus, mereka jadi tahu bahwa ternyata Pulau Bidadari sudah aktif kembali, kita juga terus bersolek agar bisa menarik wisatawan hadir,” tegasnya.

Dani menyarankan agar pameran ini dikemas lebih baik lagi, jadi bukan hanya sekedar pameran perlu diisi dengan hiburan seperti musik atau yang lainnya. Jika perlu dilakukan sebulan sekali dengan lokasi berbeda. “Omset kita lumayan setelah ikut pameran ini, data kami kenaikan mencapai 20-30 persen. Kami juga minta acara ini dikemas secara modren agar bisa menggaet anak-anak milenial. Sehingga minat mereka untuk wisata ke Pulau lebih tinggi lagi,” tutupnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau