Advertorial

Pentingnya Minum Susu di Pagi dan Malam Hari untuk Tumbuh Kembang Anak

Kompas.com - 28/10/2019, 16:49 WIB
- -

Berbicara mengenai asupan nutrisi penting yang diperlukan oleh anak, tentu susu menjadi salah satunya. Susu mengandung kalsium yang berperan penting untuk mineralisasi dan kesehatan tulang anak.

Selain itu, kandungan fosfor yang ada di dalam susu pun bermanfaat untuk menguatkan gigi anak. Protein, lemak, dan beragam kandungan nutrisi lain seperti seperti AA & DHA pun menjadi nutrisi baik untuk otak, sehingga mendorong pertumbuhan kecerdasan anak.

Berbagai manfaat yang terkandung pada susu ini penting untuk diberikan pada usia dini, mengingat periode 1-5 tahun adalah periode penting pertumbuhan manusia. Hal ini didukung penelitian dari Urban Child Institute yang menyatakan bahwa pada usia 1-3 tahun, sinaps yang berperan dalam kemampuan berbicara, merespons, dan beradaptasi secara sosial berkembang hingga dua kali lipat.

Lalu berapa kali asupan susu yang direkomendasikan untuk anak setiap harinya? Dr. Jonathan Maguire, dokter anak dan ilmuwan dari Rumah Sakit St. Michael di Toronto merekomendasikan setidaknya dua gelas susu setiap hari dapat melengkapi  nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya[1].

Kapan waktu terbaik untuk minum susu untuk anak?

Setelah mengetahui berapa kali minum susu yang direkomendasikan untuk anak, lantas kapan waktu yang tepat untuk memberikannya? Berdasarkan studi dari Dairy Council of California, orang yang minum susu saat sarapan akan mendapatkan lebih banyak nutrisi ketimbang yang jarang minum susu di pagi hari[2].

Kim Fleischer Michaelsen dari Department of Nutrition, Exercise, and Sports University of Copenhagen pun menyatakan bahwa protein yang ada pada susu dapat meningkatkan konsentrasi pada anak[3].

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal ini tentu bermanfaat untuk membantu perkembangan belajar anak karena mampu menyerap informasi yang ada di sekitarnya secara lebih baik. Selain itu, kandungan protein pada susu pun dapat memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga anak tidak akan mudah lapar hingga waktu makan siang tiba.

Malam hari pun dapat menjadi waktu yang tepat untuk anak minum susu, terutama menjelang waktu tidurnya[4]. Hal ini membuat kalsium dari susu dapat diserap secara maksimal untuk menguatkan tulang anak.

Susu pertumbuhan untuk anak, penting kah?

Mungkin pertanyaan tersebut sering menjadi pertanyaan para orang tua tentang pentingnya susu pertumbuhan untuk anak. Susu pertumbuhan mengandung nutrisi makro dan mikro yang lebih lengkap dibanding susu biasa (susu segar, susu UHT, atau susu yang dipasteurisasi).

Beberapa nutrisi lain ada pada susu pertumbuhan yang  tidak terkandung dalam susu sapi murni, antara lain DHA, Omega 3, Omega 6, dan zinc yang bermanfaat untuk mendukung tumbuh kembang anak. Susu pertumbuhan pun biasanya diperkaya dengan vitamin  A, C, dan D3.

Jika memutuskan untuk memberikan susu pertumbuhan pada anak, pastikan untuk memilih susu yang sesuai dengan usia anak. Karena pada umumnya, setiap jenis susu pertumbuhan diformulasikan untuk rentang usia tertentu, misalnya untuk usia 1-3 tahun dan 3-5 tahun. Sehingga anak mendapatkan asupan nutrisi yang tepat dan diperlukan sesuai dengan tahapan usianya.

Pada akhirnya, susu merupakan salah satu asupan yang penting untuk mendukung tumbuh kembang anak. Pastikan si Kecil juga mendapatkan asupan makanan dengan gizi seimbang dari berbagai sumber makanan.

Sumber :

  1. Jonathan Maguire, The Relationship Between Cow’s Milk and Stores of Vitamin D and Iron in Early Childhood, Pediatrics Vol. 131 / Issue 1, 2013.
  2. Claire St. John, MPH, RD., Dairy Council of California, “Is Milk Healthy For Breakfast”, (https://www.healthyeating.org/Milk-Dairy/Health-Benefits-of-Milk/Article-Viewer/Article/1944/Is-Milk-Healthy-For-Breakfast, Diakses pada 13 September 2019)
  3. Kim Fleischer Michaelsen, Protein Needs Early In Life and Long-term Health, American Journal of Clinical Nutrition Vol.3 / Issue 3, 2014.
  4. Eve van Cauter, Physiology of Growth Hormone Secretion During Sleep, The Journal of Pediatrics, 1996.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.