Advertorial

Demi Ciptakan Kendaran yang Jauh Lebih Baik di Masa Depan, Toyota Jelajahi 5 Benua

Kompas.com - 11/11/2019, 12:12 WIB

Sejarah Toyota dimulai saat Kiichiro Toyoda berkelana ke Eropa dan Amerika Serikat pada 1929 silam. Perjalanan ribuan mil ini membawa sebuah misi, yakni mempelajari langsung produksi mobil di tanah kelahirannya. Hal ini merupakan manifestasi dari semangat “Genchi Genbutsu” yang bermakna mengumpulkan fakta langsung dari sumbernya,

Berbekal ilmu yang didapatkan dari petualangannya, pada 1930 Toyota pun mulai mengembangkan mesin berbahan bakar bensin. Empat tahun berselang, lahirlah mesin pertama “Type A” yang kemudian diaplikasikan pada mobil penumpang Toyota pertama yang bernama “Model A1” serta truk “Model G1”.

Lebih dari setengah abad berlalu, Toyota pun berkembang dan menjadi salah satu produsen mobil terbaik dunia. Pencapaian ini tak akan terwujud tanpa semangat untuk terus belajar dan menempatkan visinya kedepan.

Seakan mengulang sejarah, Toyota pun memulai inisiatif global bertajuk “5 Continents Drive”. Tak tanggung-tanggung, semangat “Genchi Genbutsu” ini mendorong Toyota menyambangi 5 benua. Inisiatif ini lahir dari mimpi Toyota untuk menciptakan mobil yang lebih baik untuk hari ini dan di masa depan.

Para pegawai Toyota di seluruh belahan dunia saling bergandengan tangan demi menemukan sebuah jawaban (Dok. Toyota) Para pegawai Toyota di seluruh belahan dunia saling bergandengan tangan demi menemukan sebuah jawaban (Dok. Toyota)

Mimpi tersebut diwujudkan dalam sebuah penjelajahan yang melibatkan langsung para pegawai Toyota pusat dan regional di balik kemudi. Berbekal semangat “Genchi Genbutsu” dan filosofi “Road Train People and People Make Cars”, perjalanan penuh tantangan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk banyak orang, terutama untuk Toyota dalam menghadapi setiap tantangan dan ketidakmungkinan.

Toyota percaya bahwa dengan berkendara di berbagai kondisi jalan dan mempelajari beragam kultur masyarakat yang berbeda-beda di seluruh belahan dunia, dapat mengasah kemampuan mereka untuk menciptakan kendaraan yang lebih baik di masa depan bagi setiap orang.

Berbagai pengetahuan, kemampuan, dan inspirasi baru yang didapatkan dari penjelajahan ini tertuang manis dalam catatan-catatan yang begitu personal, menyentuh sekaligus mencerahkan.

Penjelajahan Toyota di benua Australia (Dok. Toyota) Penjelajahan Toyota di benua Australia (Dok. Toyota)

Memulai penjelajahannya sejak 2014 silam di Australia, Toyota telah menempuh 4 benua dan kawasan Timur Tengah dengan jarak tempuh total 92,500 kilometer. Penjelajahan di Jazirah Arab ini sekaligus menjadi pintu gerbang Toyota dalam petualangannya di benua terakhir, Asia.

Saat ini, Toyota telah menyelesaikan tahap pertama penjelajahannya di Asia dengan menyambangi India, Myanmar, dan Thailand. Pada bulan November ini, Toyota akan melanjutkan kembali petualangannya di Asia Tenggara, dan Indonesia menjadi salah satu negara yang masuk ke dalam daftar lawatan Toyota.

Simak perkembangan terkini Toyota “5 Continents Drive” selengkapnya dengan mengunjungi halaman ini.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau