Advertorial

Surabaya Sambut Piala Dunia U-20 Tahun 2021, Siapkan Akses Jalan, Bangun Fasilitas Standar FIFA

Kompas.com - 14/11/2019, 14:37 WIB

Nama Surabaya kembali mencuat di kancah internasional. Kali ini, Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) berpeluang besar menjadi salah satu tempat perhelatan Piala Dunia U-20 pada 2021. Serangkaian persiapan dilakukan untuk menanggapi kabar baik tersebut.

Piala Dunia U-20 bakal diikuti oleh 24 negara pada 20 Mei hingga 11 Juni 2021. Pada 24 Oktober lalu, FIFA mengumumkan, Indonesia resmi menjadi tuan rumah event tersebut. Sebanyak 10 stadion disodorkan yakni Gelora Bung Karno (Jakarta), Pakansari (Cibinong), Manahan (Solo), I Wayan Dipta (Gianyar), Mandala Krida (Jogjakarta), serta Gelora Sriwijaya (Palembang). Ada pula Wibawa Mukti (Bekasi), Patriot Candrabaga (Bekasi), dan Si Jalak Harupat (Bandung).

Dari 10 nama tersebut, hanya akan dipilih 6 stadion sebagai tempat penyelenggara Piala Dunia U-20. GBT memiliki peluang besar untuk jadi stadion yang bakal digunakan. Pemkot Surabaya menyatakan kesiapannya untuk membangun stadion berkapasitas maksimal 60.000 penonton tersebut agar makin memenuhi standar FIFA. Terpilihnya GBT sebagai salah satu area untuk Piala Dunia menjadi kebanggaan tersendiri.

Ditunjuk sebagai tuan rumah dalam event olahraga bertaraf dunia merupakan momen langka yang disiapkan sematang mungkin. Serangkaian persiapan jelang perhelatan besar tersebut bakal dilakukan. Di antaranya, membangun tiga lapangan pendukung baru sekaligus menyiapkan Gelora 10 November dan Stadion Karanggayam sebagai tempat latihan. Akan dipasang pula single seat di GBT pada awal 2020. Perbaikan dilakukan di beberapa area, mulai papan skor hingga tampilan luar stadion. Penerangan stadion yang awalnya 1.400 lux ditambah menjadi 2.400 lux tahun ke depan.

- -
Hal detail pun diperhatikan, seperti rumput yang akan ditanam layaknya standar FIFA dan membangun jacuzzi di ruang ganti pemain. Akses menuju stadion yang selama ini jadi kendala juga masuk dalam agenda pembangunan. Akses baru akan disiapkan, yakni dengan menyambungkan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) dengan jembatan layang dari tol Surabaya-Gresik menuju Terminal Teluk Lamong.

Adanya kesempatan emas itu juga sejalan dengan komitmen Pemkot Surabaya untuk mewujudkan mimpi anak-anak bisa menyaksikan perhelatan Piala Dunia U-20 secara langsung. Kabar baik itu menjadi suntikan semangat bagi mereka untuk terus menggenjot usaha agar makin berprestasi di dunia olahraga. Talenta-talenta muda akan terinspirasi saat melihat aksi pemain professional di Piala Dunia U-20 nanti. Selain mampu memompa semangat anak-anak, dampak lain bakal dirasakan masyarakat. Yakni, mendongkrak ekonomi karena kedatangan banyak warga asing ke area pertandingan Piala Dunia U-20.

Terpilihnya GBT di daftar bidding venue Piala Dunia U-20 melewati sejumlah proses. Awalnya, pada 26 Agustus 2019 Asprov Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Jatim bertemu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Kemudian, Pemkot Surabaya menulis surat dukungan yang dibawa PSSI ke FIFA sebagai salah satu syarat kesiapan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Setelah itu, Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria menemui Risma pada 10 Oktober 2019 untuk membahas syarat dari FIFA perihal infrastruktur lapangan dan kesiapan kota.

Seminggu kemudian, diadakan laga uji coba timnas Indonesia U-19 melawan timnas Tiongkok U-21 dalam rangka tes lapangan. PSSI menyatakan stadion telah memenuhi standar. Pada 24 Oktober 2019, FIFA mengumumkan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 Tahun 2021 saat general meeting di Shanghai, Tiongkok.(adv)

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau