Advertorial

Dorong Lahirnya Pengusaha Muda di Lingkungan Pesantren, BRI Gelar Santripreneur

Kompas.com - 25/11/2019, 11:13 WIB

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berkolaborasi dengan Yayasan Santripreneur Indonesia menggelar program Santripreneur, pelatihan kepada 350 Santri dan Santriwati di Yogyakarta, Bantul, Sleman, Semarang dan Jepara pada tanggal 21 November 2019. Program ini dilaksanakan untuk membentuk semangat bisnis dan kewirausahaan di kalangan santri sehingga mendorong perekonomian negeri.

Corporate Secretery Bank BRI hari Purnomo mengungkapkan Bank BRI sebagai bank UMKM terbesar di Indonesia memiliki komitmen terhadap peningkatan potensi ekonomi khususnya berasal dari Pesantren. “Mengutip data dari Kementerian Agama, saat ini terdapat 25.928 pesantren dengan jumlah santri sebanyak 3,9 juta orang. Jumlah ini tentu merupakan sebuah potensi bagi penambahan pelaku UMKM baru di tanah air,” ujar Hari.

Santripreneur yang digelar di 5 kota ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan kemampuan bisnis masing-masing santri. “Bagi yang sudah berbisnis, maka akan dikuatkan, sedangkan bagi yang belum berbisnis akan dibukakan wawasan tentang peluang ekonomi di berbagai bidang. Selanjutnya dengan program pendampingan atau bimbingan Mentor berpengalaman, para Santri secara bertahap akan meningkat kemampuan bisnisnya,” imbuhnya.

Program Santripreneur ini selaras dengan program Inkubator BRI yang disebut BRIncubator. BRIncubator merupakan program inkubasi bisnis untuk UMKM yang berorientasi pada pemberian akses pembiayaan dan peningkatan kapasitas serta kapabilitas UMKM secara digital dan fokus pada ekspor. BRIncubator memperkenalkan dan mengajarkan para pelaku UMKM agar go digital, go online dan go global.

 “Semua program yang dilakukan perseroan bertujuan untuk menjalankan fungsi sebagai agent of development dan menjalin rantai ekonomi kerakyatan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan di tengah masyarakat. Program ini selaras dengan tema HUT ke -124 Bank BRI yang jatuh pada 16 Desember 2019 mendatang, yakni Untuk Indonesia Brilian,” pungkas Hari.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau