Advertorial

Konstruksi GITET 500 Kilovolt PLTU Indramayu Dimulai Kembali

Kompas.com - 29/11/2019, 10:27 WIB

Kamis (28/11/2019) lalu menjadi hari bersejarah bagi PLTU Indramayu. Konstruksi Gardu Induk Tegangan Tinggi (GITET) 500 kV PLTU Indramayu, yang sempat tertunda pembangunannya kini dapat dimulai.  

"Dengan mengucapkan bismillah, first piling GITET 500 kV PLTU Indramayu kita mulai," ujar General Manager PT PLN (Persero) UIP JBT I Octavianus Duha.

Pemancangan pondasi GITET 500 kV PLTU Indramayu dilakukan dengan metode hydraulic jacking pile. Secara perlahan, tiang pondasi berdiameter 40 sentimeter dan panjang 12 meter, ditekan masuk ke dalam tanah menggunakan dongkrak hidraulik yang diberi beban counterweight. 

Metode pemancangan pondasi ini memiliki keunggulan. Dongkrak hidraulik yang diberi beban meminimalisasi efek getaran bagi area di sekitar lokasi pembangunan.  

- -

Hanya dalam hitungan menit, tiang pondasi pertama dari total 15.048 meter kubik tiang pondasi untuk keperluan konstruksi GITET 500 kV PLTU Indramayu telah tertanam seluruhnya di dalam tanah.

Proses piling GITET 500 kV PLTU Indramayu dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana PT Multifabrindo Gemilang. Proses ini ditargetkan selesai dalam kurun tiga bulan.

Sementara proses konstruksi GITET 500 kV PLTU Indramayu secara keseluruhan ditargetkan selesai pada September 2020 mendatang.

General Manager PLN UIP JBT I, Octavianus Duha optimis target konstruksi GITET 500 kV PLTU Indramayu dapat tercapai. 

"Nantinya GITET 500 kV ini akan menyalurkan daya dari PLTU Indramayu 1 x 1000 MW. GITET 500kV PLTU Indramayu juga dapat segera mengevakuasi daya dari PLTU Batang menuju GITET 500kV Cibatu Baru di Kota Deltamas," ujarnya dalam kata sambutan. 

- -
Selain dihadiri kontraktor pelaksana, first piling GITET 500 kV PLTU Indramayu juga dihadiri oleh Konsultan Supervisi PLN Pusmanpro, Kapolsek Patrol Kompol Mashudi, dan Danramil 1614/Anjatan Kapten CZI Samsudin.

Pada kesempatan tersebut Ruly Chaerul, Manajer PLN UPP Kit JBT 4 pun berharap dukungan dari berbagai pihak.

"Dukungan dan kerjasama dari stakeholder baik dari pemerintah, Polsek, Koramil maupun masyarakat menjadi kunci dalam penyelesaian berbagai proyek pemerintah. Termasuk proyek ketenagalistrikan. Ke depannya PLN berharap kerja sama dan sinergi dapat terus kita tingkatkan, terutama menyongsong pembangunan PLTU Indramayu 1 x 1000 MW yang akan dimulai pada tahun 2021," ujar Ruly.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau