Advertorial

Pengalaman Bertemu Penguin di Jakarta, Unik!

Kompas.com - 04/12/2019, 18:51 WIB
- -

Kawanan penguin biasa ditemui di Australia, Afrika Selatan dan Chile. Penguin memang habitat hidupnya berada di negara-negara beriklim cuaca sub tropis yang mendekati Kutub Selatan.

Tapi tahukah Anda bahwa kita bisa melihat penguin hidup di Jakarta, Indonesia?

Restoran Pingoo di Mal Neo Soho yang persis berada di sebelah Jakarta Aquarium menghadirkan pengalaman unik. Restoran ini menghadap langsung akuarium yang berisi penguin hidup.

Akuarium tersebut tampak besar dan luas, ada batuan berbukit-bukit dan kolam panjang. Terlihat enam ekor penguin yang sedang berenang, ada pula yang sedang terdiam di atas bukit batunya.

Di dunia ini terdapat 17 spesies penguin. Penguin di Jakarta Aquarium termasuk spesies Penguin Humboldt (Spheniscus humboldti). Penguin ini berasal dari Amerika Selatan, jadi bukan jenis Penguin Emperor yang ada di Antartika seperti di film “Happy Feet”.

Penguin Humboldt yang berbulu abu-abu dan perutnya putih bertotol hitam ini termasuk berukuran medium dengan tinggi sekitar 60 cm dan berat sekitar 4 kg.

Pantas saja jenis unggas ini tidak bisa terbang karena sayapnya pendek, tapi dapat digunakan seperti sirip di air!

Sang pawang mengatakan penguin Humboldt memiliki bulu anti air (waterproof) karena terlindung oleh minyak alami yang membantu mengurangi gesekan saat ia berenang sehingga dapat berenang dengan kecepatan hingga 27 km/jam.

Penguin tersebut memiliki kaca mata renang alami berupa lensa protektif yang melindungi matanya saat menyelam.

Layaknya sidik jari pada manusia, penguin Humboldt memiliki totol hitam kecil pada perut putihnya yang berbeda pada setiap penguin sehingga bisa diidentifikasi.

Meski bagi terlihat sama, sang pawang bisa membedakan mereka, bahkan memanggil nama penguin.

Serunya memberi makan penguin

Ternyata, pengunjung bisa ikut memberi makan penguin setiap hari pada pukul 11:30 - 13:00 dan 17:30 - 19:00.

Sebelum masuk ke aquarium, kaki dan tangan saya harus dibersihkan dengan obat pembasmi kuman agar penguin tidak tercemar.

Pawang penguin akan memberikan seekor ikan dan menginstruksikan untuk jongkok dengan bertumpu pada satu lutut.

“Tenang, mbak! Tanganmu diangkat ke atas aja, terus turunin ikannya pelan-pelan,” saran si pawang.

Muka penguin itu tampak ramah dan segera melahap ikannya, begitu seterusnya dengan penguin lain. Tidak lupa kami berfoto bersama.

Kandang penguin dirancang menyerupai alam habitatnya, sesuai standar dunia yang dikeluarkan oleh Association of Zoos and Aquariums.

Mereka selalu dimonitor 24 jam, mendapat asupan makanan dan suplemen yang cukup, dan dirawat oleh para ahli satwa dan dokter hewan yang telah berpengalaman.

“Semua hewan di Jakarta Aquarium lahir dan besar dari aquarium lainnya, jadi memang mereka tidak terbiasa hidup di alam liar. Setiap hewan ada sertifikat internasional yang diketahui sumbernya dari mana,” jelas sang pawang.