Advertorial

Gandeng Youtuber, BPIP Ajak Millennial Lawan Konten Negatif dengan Kreatifitas

Kompas.com - 11/12/2019, 18:12 WIB

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) terus melakukan sosialisasi nilai-nilai Pancasila kepada berbagai kalangan di Indonesia. Dasar negara ini merupakan falsafah akhir yang menjadi pedoman laku hidup bangsa. Karenanya, sejumlah usaha pun dilakukan oleh BPIP untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Generasi millennial merupakan salah satu sasaran utama program ini. Dengan proporsi sekitar 35 persen dari total penduduk Indonesia, generasi ini merupakan masa depan bagi bangsa. Oleh karena itu, nilai-nilai luhur Pancasila harus ditanamkan kepada generasi ini.

Salah satu usaha ini dilakukan oleh Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPIP dengan menggelar acara Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila Bagi Pendongeng, Youtuber, dan Influencer. Acara ini digelar mulai tanggal 9-13 Desember 2019 di Kartika Plaza Hotel, Bali dan dihadiri oleh lebih dari 120 peserta.

Menurut Deputi Bidang Pendudukan dan Pelatihan BPIP Baby Siti Salamah, acara ini mendorong agar nilai Pancasila dapat dikemas dengan lebih baik dan menarik.

“Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah agar konten-konten Pancasila dapat dikemas dengan menarik dan kekikian sehingga karakter dan laku hidup Pancasila dapat dicontoh oleh masyarakat Indonesia, bahkan dunia,” ungkapnya.

. .

Hal senada pun disampaikan oleh Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo. Menurutnya, generasi millennial dapat menghayati nilai Pancasila dengan caranya sendiri sesuai dengan kemajuan teknologi saat ini. Hal ini pun bisa dilakukan sambil melawan konten negatif yang beredar di dunia maya.

“Kita harus memerangi konten negatif di media sosial dengan konten positif, informatif, menghibur, dan inspiratif,” kata Benny.

Para youtuber dan influencer pun dinilai memiliki nilai lebih dalam menyampaikan pesan kepada khalayak. Bukan hanya karena memiliki pengikut setia yang banyak, kreativitas yang mereka miliki pun mampu menghadirkan karya yang dapat dinikmati dan relevan dengan para millennial.

“Konten yang menarik, original, dan unik yang membuat efek besar bagi masyarakat tentunya harus merupakan konten yang positif,” imbuhnya.

Rangkaian acara ini diharapkan mampu memberikan inspirasi bagi para pendongeng, youtuber, dan influencer untuk menciptakan konten positif. Tak hanya itu, konten tersebut pun diharapkan mengandung nilai-nilai luhur Pancasila. Dengan demikian, penontonnya pun bisa menerapkan nilai Pancasila dalam karakter dan laku hidup sehari-hari.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau