Advertorial

Kiprah 70 Tahun UGM, dari Kampus Inklusif hingga Pengabdian Masyarakat Jadi Inovasinya

Kompas.com - 18/12/2019, 18:50 WIB
- -

Siapa yang tidak tahu Universitas Gajah Mada? Salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia ini telah lama menjadi favorit masyarakat. Sebanyak 18 fakultas dan 2 sekolah, serta lebih dari 250 program studi dimiliki oleh UGM menjadi tujuan banyak orang untuk menuntut ilmu.

Di usia 70 tahun, tak hanya menjadikan mahasiswanya sukses, UGM juga memiliki tanggung jawab terhadap negeri. Dalam pendiriannya, UGM mendapatkan mandat untuk mengembangkan diri sebagai balai nasional ilmu pengetahuan dan kebudayaan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi berdasarkan Pancasila demi kepentingan kemanusiaan dan perkembangan bangsa Indonesia.

Mandat inilah yang menuntut UGM untuk selalu meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan tinggi. Banyak hal pun telah dilakukan UGM untuk menjalankan mandat tersebut. Misalnya saja dengan pemerataan pendidikan kepada para penyandang disabilitas.

Sebagai kampus inklusif yang ramah dan non diskriminatif bagi penyandang disabilitas, UGM mampu mewujudkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas dan akses pendidikan tinggi bagi seluruh kalangan masyarakat.

- -
Mulai dari sistem pengajaran hingga bangunan atau sarana fisik pun dikembangkan supaya lebih ramah disabilitas. Bahkan, pada 2020 mendatang, UGM akan mendirikan unit layanan disabilitas yang berfokus pada layanan dan dukungan akses.

Komitmen UGM menyediakan pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas ini dibuktikan dengan menerima mahasiswa dari kalangan disabilitas. Saat ini terdapat 14 mahasiswa penyandang disabilitas yang tengah berjuang menyelesaikan studinya.

Tidak sedikit juga  yang berhasil lulus dengan baik dan bahkan mencetak pretasi yang membanggakan hingga kancah internasional, salah satunya Muhammad Fahmi Husein.

Alumnus D3 Prodi Komputer dan Sistem Informasi Sekolah Vokasi ini mengidap Duchne Muscular Distropy (DMD) yang membuatnya tak mampu berjalan sejak kelas 4 SD. Namun demikian, ia mampu berprestasi dan memenangkan beragam kompetisi, baik tingkat nasional atau internasional.

Beberapa prestasi yang sempat diperoleh Fahmi antara lain Special Mention Indonesia ICT Award 2013, Medali Perak OSN Karya Ilmiah Inklusi 2015, Medali Emas Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional ke 31 kategori Presentasi dan Poster 2018, Delegasi Sekolah Vokasi dalam The Internasional Seminar of Technology Sustainbility 2018, Medali Perak Seoul Internasional Invention Fair 2018, dan Special Award dari King Abdul Aziz University dalam Seoul Internasional Invention Fair 2018.

Dalam mengimplementasikan kampus inklusif, UGM juga membuat kanal pengetahuan yang kini bisa diakses masyarakat umum. Jadi, pengetahuan dan informasi yang ada di UGM tidak hanya eksklusif bagi sivitas akademika UGM, tetapi semua orang bisa mendapatkan pengetahuan dari UGM.

Dengan mengakses laman kanalpengetahuan.ugm.ac.id masyarakat dapat menyaksikan konten berita, pendidikan, penelitian, pengabdian, menara ilmu, dokumenter, serta konten seni dan budaya yang diunggah oleh masing-masing fakultas.

- -
Selain dapat menjadi sumber pengetahuan masyarakat, kanal ini juga menjadi sarana pembelajaran eksternal bagi mahasiswa UGM sendiri. Ini sejalan dengan strategi UGM dalam mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis visual.

Setelah kanal pengetahuan, UGM juga memiliki kanal TV UGM atau UGM Channel yang khusus menampilkan konten-konten audio visual yang bisa disaksikan secara langsung melalui laman channel.ugm.ac.id.

Dengan berbagai media ini, masyarakat diharapakan dapat dengan mudah mengakses konten-konten yang dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri serta berdampak bagi masyarakat luas.

Kinerja UGM dalam bidang penelitian juga  terus menunjukkan peningkatan dan mendapatkan pengakuan baik di tingkat nasional. UGM terpilih menempati peringkat pertama perguruan tinggi berdasarkan penilaian kinerja penelitian periode tahun 2016-2018 yang dirilis Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Pada tahun 2019 (sampai bulan November), capaian Kekayaan Intelektual (KI) yang dihasilkan UGM adalah 440 judul. Capaian tersebut terdiri atas 123 paten dan 302 hak cipta, 7 merek, dan 8 desain industri.

- -
Pada tahun yang sama KI UGM menempati peringkat pertama nasional pada SINTA Kemenristekdiktihak cipta yang lahir di UGM. Berbagai inovasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mendorong pembangunan nasional.

Salah inovasi yang telah dihasilkan yakni dari bidang kesehatan berupa inovasi katup celah semilunar “INA Shunt”  untuk penderita hidrosefalus. Hingga saat ini lebih dari 10 ribu pasien hidrosefalus yang menggunakan INA Shunt. Kehadiran alat ini telah memberikan harapan bagi penderita hidrosefalus dan membawa angin segar dalam pengembangan alat kesehatan tanah air.

Para peneliti UGM berhasil mengembangkan inovasi yang dapat membantu para petani dalam menjalankan aktivitas bertani termasuk dalam mengatasi serangan hama dan penyakit tanaman pertanian.  Tim peneliti FMIPA UGM yang digawangi Dr. Andi Dharmawan, S.Si., M.Cs., membuat sistem pembasmi hama dan penyakit tanaman melalui udara dengan memanfaatkan pesawat tanpa awak autopilot yang dinamai EDRONES.

Pengabdian UGM kepada  masyarakat juga ditunjukkan UGM yang terus menjalankan darma pembadian. UGM pun kembali diberikan gelar perguruan tinggi terbaik berbasis kinerja pengabdian masyarakat oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenrsitekdikti). Pencapaian posisi ini diraih UGM 2 tahun berturut-turut.

Hasil pemeringkatan ini menjadi prestasi yang membanggakan bagi UGM, dan menunjukkan capaian dari usaha UGM dalam pengembangan IPTEKS yang bermanfaat dalam pengelolaan dan penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat.

- -
Salah satu kegiatan pengabdian yang dilakukan UGM adalah program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang telah dimulai pada tahun 1971 dengan fokus kawasan DIY. Pada 2019, KKN UGM telah menjangkau 32 provinsi di 111 kabupaten/kota, 182 kecamatan dan 266 desa. Jumlah mahasiswa KKN tahun ini sebanyak 6.658 orang, yang melibatkan 255 dosen baik sebagai dosen pembimbing lapangan maupun sebagai koordinator wilayah. Sejumlah 48 mahasiswa internasional dari 17 negara aktif mengikuti program KKN.

Pendekatan KKN UGM dalam menangani bencana tsunami di Selat Sunda, khususnya di Sukaraja, Rajabasa, Lampung Selatan juga berhasil menghantarkan dosen UGM, Hanggoro Tri Rinonce, meraih juara dua Best Poster Overall dalam Konferensi The Network Toward Unity for Health 2019 yang diselenggarakan di Darwin Convention Center, Darwin, Australia pada 10-13 September 2019.

Di samping KKN, kegiatan pengabdian UGM lainnya adalah pemberdayaan masyarakat desa lewat program desa binaan, penerapan teknologi tepat guna dalam program pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas kewirausahaan dalam masyarakat dan pendampingan usaha mikro kecil menengah (UMKM), serta pemecahan masalah dan pemberian bantuan bagi masyarakat korban bencana melalui program Disaster Response Unit (DERU).