Advertorial

Tahun 2019 Jadi Bukti Peningkatan Diri Universitas Islam Indonesia

Kompas.com - 30/12/2019, 08:25 WIB
Rektor UII Fathul Wahid dalam acara penerimaan penghargaan pemeringkatan QS Asia University Rankings (AUR) 2020 di Fukuoka, Jepang (26-28/11/2019) Rektor UII Fathul Wahid dalam acara penerimaan penghargaan pemeringkatan QS Asia University Rankings (AUR) 2020 di Fukuoka, Jepang (26-28/11/2019)

Tak hanya mahasiswa, universitas yang baik juga harus membuktikan prestasinya. Seperti yang dilakukan Universitas Islam Indonesia (UII) yang selama tahun 2019 ini telah menunjukkan prestasinya.

Pengakuan dari segi keilmuwan, akreditas, hingga sosial budaya sudah didapatkan universitas yang berada di kota pelajar ini.

Lalu apa saja pencapaian UII selama tahun 2019 ini? Berikut sebelas prestasi yang berhasil didapatkan.

1. UII PTS Terbaik dalam Kinerja Penelitian
Universitas Islam Indonesia (UII) berhasil menempati posisi pertama di antara Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia berdasarkan hasil penilaian kinerja Penelitian periode tahun 2016-2018. Hasil penilaian kinerja Penelitian tersebut dimuat dalam SK Dirjen Penguatan Risbang nomor B/5678/E1.2/H.M.00.03/2019 tanggal 13 November 2019 tentang Klaster atau pengelompokkan Perguruan Tinggi berbasis penelitian periode tahun 2016-2018.

UII mendapat predikat PT klaster Mandiri bidang penelitian dalam pemeringkatan tersebut. PT yang masuk dalam klaster Mandiri mendapat kesempatan untuk mengakses dana penelitian dari pemerintah hingga Rp 30 miliar.

Saat ini setidaknya terdapat 14 PTS yang tergolong dalam klaster Mandiri, termasuk UII. Selain klaster Mandiri, PT juga digolongkan ke dalam klaster Utama, Madya, dan Binaan.

2. UII PTS Terbaik dalam Kinerja Pengabdian kepada Masyarakat
UII berhasil menempati posisi pertama di antara Peguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia berdasarkan hasil penilaian kinerja Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggu periode tahun 2016-2018.

Hasil penilaian tersebut dimuat dalam SK Dirjen Penguatan Risbang nomor 29/E/KPT/2019 tanggal 27 September 2019 tentang Pemeringkatan Perguruan Tinggi berbasis Kinerja Pengabdian kepada Masyarakat periode tahun 2016-2018. UII mendapat predikat PT kluster unggul bidang pengabdian kepada masyarakat dalam pemeringkatan tersebut.

3. UII kembali tempati peringkat 500 Universitas Terbaik Asia versi QS
Universitas Islam Indonesia (UII) kembali masuk ke dalam jajaran 500 perguruan tinggi terbaik se-Asia dalam pemeringkatan QS Asia University Rankings (AUR) 2020. Terdapat 20 perguruan tinggi Indonesia dari 550 perguruan tinggi Asia yang masuk dalam pemeringkatan QS AUR 2020 ini.

UII bersama sejumlah universitas lain, seperti Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, Universitas Katholik Parahyangan, Universitas Sebelas Maret, Universitas Syiah Kuala, Universitas Telkom, dan Universitas Udayana, menempati peringkat 451-500 di Asia atau peringkat 13 di Indonesia.

4. UII naik 12 peringkat nasional
Universitas Islam Indonesia (UII) mendapatkan kehormatan menduduki posisi 17 dari 2.141 universitas yang ada di Indonesia. Posisi UII naik 12 peringkat, dari posisi 29 pada klasterisasi 2018.

Posisi ini menempatkan UII pada klaster 2, bersama-sama dengan PTS papan atas nasional, seperti Universitas Telkom (posisi 14) dan Universitas Bina Nusantara (20). Sementara klaster 1 yang terdiri dari 13 perguruan tinggi masih didominasi oleh perguruan tinggi negeri.

5. UII menjadi PTS paling lestari di Indonesia
Menjelang penghujung tahun 2019, Universitas Islam Indonesia (UII) masih terus mencatatkan prestasi. Salah satunya yakni raihan penghargaan pada Universitas Indonesia (UI) GreenMetric World University Rankings 2019.

Kali ini, secara nasional, UII menempati urutan ke-8, atau urutan pertama untuk perguruan tinggi swasta (PTS). Dalam pemeringkatan itu, Wageningen University and Research, Belanda menjadi Kampus Hijau Terbaik di dunia, disusul University of Oxford, Inggris dan University of California Davis, Amerika Serikat. Sementara di Indonesia, UI menduduki posisi pertama sebagai Kampus Hijau di Indonesia.

6. Dua tokoh UII mendapat gelar Pahlawan Nasional
Gelar Pahlawan Nasional diberikan Presiden Joko Widodo kepada dua tokoh UII, yaitu Abdul Kahar Mudzakkir, rektor UII pertama, periode 1945-1960 dan M. Sardjito yang merupakan rektor ketiga UII, periode 1963-1970.

Proses pengajuan pahlawan ini telah diajukan dalam waktu yang cukup lama, yaitu sejak sebelum tahun 2014. “Pengajuan pertama ditolak, kedua juga nampaknya belum beruntung, ketiga belum diberikan kesempatan, yang keempat yakni tahun lalu kami ajukan lagi. Alhamdulillah tahun ini dikabulkan oleh Presiden Republik Indonesia,” ujar Fathul Wahid.

7. UII, Kampus Islam Pelestari Warisan Budaya
Universitas Islam Indonesian (UII) dinobatkan sebagai salah satu pelaku pelestari warisan budaya dari 22 penerima Anugerah Kebudayaan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tahun 2019. UII memperoleh penghargaan pada kategori Pelaku dan atau Pelestari Cagar Budaya atas perannya melestarikan Candi Kimpulan yang belokasi di Kampus Terpadu UII.

Pada malam penganugerahan, Sri Sultan Hamengkubuwono X menegaskan, lingkungan budaya akan selalu menghadapi dilema pertentangan budaya, antara mempertahankan warisan lama dan menciptakan fasilitas baru yang mampu mewadahi kehidupan yang berkembang maju.

Sementara menurut Rektor UII Fathul Wahid, pelestarian candi bukan hanya sekedar merawat artefak budaya, tetapi juga merawat harmoni sosial.

“Berbeda tidak lantas menjadikan kita berdiri berseberangan secara diametral. Kita bisa berdampingan, dengan semangat saling menghormati dan mengakui keberadaan. UII merasa terhormat mendapatkan perhargaan ini,” tuturnya.

Rektor UII Fathul Wahid menerima piagam penghargaan Anugerah Kebudayaan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tahun 2019. Rektor UII Fathul Wahid menerima piagam penghargaan Anugerah Kebudayaan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tahun 2019.

8. Empat Prodi UII menerima sertifikat Akreditasi AUN-QA
Program Studi S1 Ilmu Hukum, Program Studi S1 Teknik Industri, Program Studi S1 Psikologi, dan Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan menerima sertifikat Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) University Network- Quality Assurance (AUN-QA).

AUN merupakan organisasi asosiasi universitas di negara ASEAN yang berdiri pada November 1995 (Mulyono, 2018). Bertujuan untuk meningkatkan kualitas standar universitas di lingkaran ASEAN, kegiatan utamanya adalah melaksanakan kerja sama pendidikan dan pengembangan dalam rangka memperkokoh integrasi regional dalam mencapai standar global.

AUN-QA sendiri mengacu pada standar akreditasi internasional yang telah disusun oleh berbagai pakar QA ASEAN yang dimotori oleh National University of Singapore.

9. Program Studi Kimia UII peroleh Akreditasi Internasional dari RSC, Inggris
Prodi Kimia UII menjadi program studi kimia pertama di kalangan perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia yang mendapatkan akreditasi prestisius ini. RSC merupakan organisasi internasional berbasis di Cambridge, London, Inggris yang memiliki komitmen untuk memajukan ilmu kimia.

Selain American Chemical Society, RSC adalah badan akreditasi paling berpengaruh di dunia. Dalam hal publikasi ilmiah, jurnal-jurnal kimia yang diterbitkan oleh RSC memiliki impact factor yang tinggi di dunia.

10. Situs web UII raih apresiasi dalam PR Indonesia Awards 2019

Situs Web UII menerima anugerah perunggu (bronze winner) dalam Public Relations Indonesia Award (PRIA) 2019 yang diselenggarakan oleh PR Indonesia. Sebagai satu-satunya ajang kompetisi PR paling komprehensif di Indonesia, PRIA merupakan salah satu barometer unjuk kerja kehumasan yang patut diikuti oleh segenap praktisi PR korporasi/organisasi.

Raihan ini menjadi benruk apresiasi dari upaya berkelanjutan untuk memperbaiki pelayanan informasi dan hubungan masyarakat melalui kanal digital. Hal ini dikarenakan situs web UII telah memberikan informasi yang memiliki nilai berita bagi masyarakat luas.

11. UII terima penghargaan dari MarkPlus, Inc.
Universitas Islam Indonesia (UII) menerima penghargaan Industry Marketing Champion Jogja 2019 untuk sektor jasa pendidikan, dalam acara The 7th Annual Indonesia Marketeers Festival 2019.

“Nampaknya selama ini, dunia pendidikan terutama perguruan tinggi dianggap tidak perlu dipasarkan secara profesional. Jadi kita berharap apa yang kita lakukan ini sudah di jalan yang benar, dan penghargaan ini menjadi salah satu bukti,” ujar Fathul Wahid yang hadir dalam acara penganugerahan di Ballroom Royal Ambarukmo Hotel, Yogyakarta.