Advertorial

Adu Taktik Para Pelatih di Liga Kompas Kacang Garuda U-14

Kompas.com - 13/01/2020, 18:19 WIB

KOMPAS.com-Beragam cara dilakukan tim yang berlaga di Liga Kompas Kacang Garuda U-14 untuk mencapai prestasi terbaik, termasuk secara khusus mengamati calon lawan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan kesiapan pemain lebih menentukan hasil akhir pertandingan.

Hal itu tampak dalam laga antara tim peringkat keempat Big Stars Babek FA dan peringkat kedelapan SSB Bintang Ragunan pada pekan ke-17 di Stadion Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (12/1/2020). Pekan sebelumnya, Bintang Ragunan menugaskan tiga pemain yang tidak ikut berlaga untuk mengamati permainan Big Stars. Cara ini sudah dilakukan sejak awal musim.

Namun, hasilnya tidak selalu sukses. Melawan Big Stars, Bintang Ragunan takluk 0-2. Gol Big Stars dicetak oleh Muhamad Fajar Apriansyah pada menit ke-27 dan Muhammad Afrizal Suwandi menit ke-29. Hasil itu membuat Bintang Ragunan tertahan di peringkat kedelapan dengan 24 poin, sedangkan Big Stars kokoh di peringkat keempat dengan 33 poin.

Pelatih Bintang Ragunan Teuku Chairul Wisal mengatakan, upaya mengamati lawan adalah salah satu cara timnya meraih hasil optimal. Namun, dia tidak memungkiri cara itu tidak selalu berhasil baik. Hal itu tak lepas dari kondisi mental bertanding pemain.

Daftar klasemen sementara pekan ke-17 Liga Kompas Kacang Garuda. (DOK. Harian Kompas) Daftar klasemen sementara pekan ke-17 Liga Kompas Kacang Garuda. (DOK. Harian Kompas)
“Dalam pertandingan sepak bola, banyak faktor yang menentukan hasil akhir, dari mempersiapkan taktik dan strategi hingga mental bertanding. Kali ini, secara taktik kami siap, tetapi mental pemain tidak siap. Akhirnya, strategi yang telah disiapkan tidak berjalan sehingga lawan bisa merebut bola dan balik menekan,” ujarnya.

Peningkatan Kualitas Pemain Muda Dengan Terus Berkompetisi

Teuku mengatakan, ia tak jera menerapkan cara ini. Paling tidak, cara ini bisa jadi pelajaran bagi pemain. “Pemain yang bertugas mengamati bisa belajar memahami taktik, strategi lawan, dan belajar menyampaikan apa yang mereka lihat. Secara tak langsung, mereka memahami taktik. Saat diberikan kontra strategi untuk lawan, mereka lebih paham,” jelas Teuku.

Pelatih SSB Buperta Cibubur yang kini menempati posisi pertama, Jumhari Saleh mengutarakan, untuk pembinaan usia muda, paling utama adalah menyiapkan pemain dalam setiap laga. Hal yang dikejar adalah peningkatan kemampuan pemain, bukan sekadar hasil akhir atau prestasi tim.

Pelatih tim peringkat ketujuh SSB Intan Soccer Cipta Cendikia Yance Putra sependapat dengan itu. Fokus utama pembinaan usia muda adalah meningkatkan kualitas pemain, bukan mengejar prestasi tim. Oleh karena itu, tidak ada tim khusus untuk memantau permainan calon lawan.

“Saya menargetkan pemain tim ini diambil untuk tim Piala Gothia 2020. Itu jauh lebih membanggakan ketimbang prestasi tim,” ucap Yance.

Tulisan ini telah terbit di Harian Kompas pada 13 Januari 2020 (Kompas DRI).

Liga Kompas Kacang Garuda U-14 Musim 2019-2020 disponsori oleh Kacang Garuda

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau