Advertorial

Langkah Nyata Pepsodent #SenyumkanBumi untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Kompas.com - 29/01/2020, 15:44 WIB

Bumi adalah satu-satunya rumah bagi umat manusia. Namun, bumi kini justru dihadapkan kepada fakta menyedihkan. Sebanyak 11 ribu ilmuwan di seluruh dunia sepakat bahwa bumi saat ini menghadapi kondisi darurat iklim.

Kondisi ini pun sudah bisa dirasakan langsung oleh manusia. Cairnya permukaan es di kutub utara, suhu panas ekstrim, hingga anomali cuaca berupa hujan yang teramat deras telah melanda berbagai bagian dunia. Tanpa adanya perubahan, para penduduk bumi akan mengalami penderitaan di masa depan.

Jangan menyerah sekarang. Masih ada kesempatan untuk melakukan perubahan demi masa depan lingkungan yang lebih baik. Mulailah dari diri sendiri, dari hal yang kecil, dan mulai sekarang juga. Tak perlu khawatir jika melakukannnya sendirian karena sekecil apapun langkah tersebut akan tetap berarti untuk bumi.

Kondisi ini pun mengundang perhatian Pepsodent. Sebagai merek yang setia menemani selama lebih dari 70 tahun, Pepsodent mengajak keluarga Indonesia untuk turut melakukan perubahan demi kelestarian lingkungan. Salah satunya adalah dengan mengurangi limbah plastik dari sikat gigi bekas.

Membawa semangat #SenyumkanBumi, Pepsodent bekerja sama dengan National Geographic Indonesia untuk membawa dampak positif yang lebih luas. Hal ini dilakukan dengan inisiatif mengumpulkan dan mendaur ulang sikat gigi plastik bekas.

Untuk mewujudkan gerakan ini, Pepsodent menyediakan 60 dropbox yang tersebar di Watsons Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, dan Kalimantan. Alih-alih membuangnya begitu saja, konsumen bisa mengumpulkan sikat gigi bekas pakai dan memasukkannya ke dropbox yang tersedia.

Sikat gigi bekas yang terkumpul ini nantinya akan didaur ulang oleh komunitas KertaBumi menjadi meja belajar untuk anak-anak usia sekolah yang membutuhkan. Tak hanya itu, Pepsodent dan National Geographic pun menginisiasi kegiatan edukasi lingkungan untuk masyarakat. Informasi ini dibagikan melalui media sosial, talkshow bersama media, hingga workshop dengan komunitas.

Lebih jauh  lagi, Pepsodent pun mengajak masyarakat untuk mencoba menggunakan produk sehari-hari yang ramah lingkungan, termasuk sikat gigi. Langkah kecil ini dilakukan dengan meluncurkan sikat gigi Pepsodent Natural Bamboo. Inilah sikat gigi dengan 100 persen gagang berbahan bambu pertama dari Pepsodent yang ramah lingkungan.

Sifatnya yang biodegradable membuat bambu mudah terurai dan aman untuk membaur kembali ke dalam tanah. Tak hanya itu, kemasannya juga terbuat dari kertas daur ulang. Produksinya pun lebih ramah lingkungan karena membutuhkan lebih sedikit energi. Dengan bulu sikat berdiameter 0,01 milimeter yang lembut, menyikat gigi lebih bersih dan lingkungan lebih lestari.

Jadilah bagian dari gerakan ini dan temukan informasi lebih lanjut tentang #SenyumkanBumi di halaman ini.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau