Advertorial

PLN Penuhi Kebutuhan Listrik untuk Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung

Kompas.com - 31/01/2020, 18:15 WIB

KOMPAS.com – Usai proses pematangan lahan, PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah I (UIP JBT I) dan PLN Unit Pelaksana Proyek Pembangkit Jawa Bagian Tengah III (UIP Kit JBT III) memulai konstruksi Gas Insulated Switchgear (GIS) 150 kV Padalarang Baru II.

GIS yang berlokasi di Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat tersebut rencananya akan memasok listrik untuk operasional Kereta Cepat Jakarta Bandung. Khususnya saat kereta melalui stasiun Walini.

Kereta Cepat Jakarta Bandung dengan panjang jalur 142,3 kilometer akan menjadi kereta cepat pertama di Asia Tenggara. Selain stasiun Walini, KCJB juga akan melalui tiga stasiun lain yaitu Stasiun Halim, Stasiun Karawang, hingga Stasiun Tegalluar.

Demi memenuhi kebutuhan infrastruktur Kereta Cepat Jakarta Bandung, PLN UIP JBT 1 juga membangun sarana dan prasarana ketenaga listrikan lainnya.

Sarana yang akan dibangun selanjutnya adalah Saluran Udara Tenaga Tinggi (SUTT) 150 kV Cirata – Padalarang Baru II (KCIC Walini) – Padalarang. SUTT yang membentang dari Kabupaten Purwakarta hingga Kabupaten Bandung Barat  tersebut memiliki panjang kurang lebih 28.431 meter.

Kemudian, di Kiaracondong II hingga Ujungberung di Kabupaten Bandung akan dibangun SUTT 150 kV Tegalluar Incomer.

Selain itu, akan dibangun juga SUTT Cirata – Padalarang Baru II (KCIC Walini) – Padalarang yang dapat menghantarkan listik 150 kV guna menghubungkan dua gardu induk yang sudah ada saat ini dan satu gardu induk baru yang belum terbangun.

Dua gardu induk yang sudah ada tersebut adalah Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kV Cirata di Desa Cadassari, Kabupaten Purwakarta dan Gardu Induk Tegangan Tinggi (GI) 150 kV Padalarang di Desa Kertamulya, Kabupaten Bandung Barat. Pada GITET 500 kV akan di pasang  interbush transformer (IBT) yang berfungsi mengkonversikan tegangan listrik 500 kV menjadi 150 kV (GI 150 kV Cirata). 

Sementara itu GIS 150 kV Padalarang Baru II akan dibangun di Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. 

Sedangkan untuk proyek SUTT 150 kV Tegalluar Incomer (Kiaracondong II – Ujungberung), listrik akan dialirkan dari jalur SUTT 150 kV Kiaracondong – Ujungberung menuju GIS 150 kV Tegalluar melalui transmisi sepanjang lebih kurang 7.028 meter. 

Selain untuk mendukung infrastruktur KCJB, pembangunan transmisi dan GIS ini juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan listrik Provinsi Jawa Barat, khususnya di wilayah Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Purwakarta.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau