Advertorial

Wujudkan Ekosistem Unicorn Baru, Kominfo Gelar Seleksi Produk TIK 2020

Kompas.com - 10/02/2020, 20:52 WIB
Prosesi kick-off Identik 2020 yang dihadiri oleh Kominfo dan peserta, pada Senin (10/02) di Cyber Tower 2, Kuningan. Prosesi kick-off Identik 2020 yang dihadiri oleh Kominfo dan peserta, pada Senin (10/02) di Cyber Tower 2, Kuningan.

Jakarta, KOMPAS.com - Mengawali tahun 2020, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali menggelar Seleksi Nasional Produk TIK (IdenTIK), sebuah progam seleksi nasional untuk menggali potensi produk berbasis Teknologi dan Komunikasi (TIK) milik anak bangsa.

Mengusung tema “Compete and Grow”, Kominfo mendorong pertumbuhan startup dan pemanfaatan TIK secara positif. Kegiatan ini turut didukung oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Kaspro, Inixindo, Aspiluki, serta Myidentity.

Optimisme pertumbuhan startup juga disambut antusias oleh Plt Direktur Pemberdayaan Informatika Kominfo Slamet Santoso, dalam agenda kick-off dan pembukaan pendaftaran pada Senin (10/02/2020). Dalam sambutannya, Slamet menyatakan bahwa Identik dapat menjadi sarana bagi generasi millenial untuk berkarya di bidang telekomunikasi.

“IdenTIK merupakan salah satu sarana bagi teman-teman millenial yang memiliki produk TIK untuk bisa kita dorong menjadi produk yang berkualitas,” ujar Slamet.

Selain ajang kompetisi, IdenTIK merupakan bagian dari program Kominfo untuk mendorong munculnya tiga unicorn baru pada 2024. Saat ini Kementrian Kominfo pun telah menjalankan program lainnya, yaitu SMK Coding dan program 1.000 startup di 16 lokasi di Indonesia.

“Ketiga program ini menjadi piramida terbawah untuk naik menuju ke tiga unicorn itu,” lanjut Slamet dalam pembukaan Identik 2020 yang berlangsung di  Cyber Tower 2, Kuningan pada Senin (10/02/2020)

Berkolaborasi dengan WTOIP Global, IPIEC, dan Connex by Marquee, Kementrian Kominfo berharap ajang ini mampu membuka peluang bisnis dan jaringan bagi para kandidat. Selain itu mendorong startup lokal agar mampu melebarkan sayapnya ke kancah internasional.

Kategori IdenTIK sendiri terdiri atas enam kategori, yaitu Startup Company (STC), Digital Content (DLC), Corporate Social Responsibility (CSR), Private Sector (PRV), dan Public Sector (PUB), serta Research and Development (RnD).

Memasuki tahun keduanya, peserta IdenTIK diharapkan tak hanya bersiap untuk pertandingan nasional, namun juga di kancah internasional. Nantinya, akan dipilih tiga kandidat terbaik pada masing-masing kategori untuk mewakili Indonesia dalam ajang ASEAN ICT Award (AICTA) 2020 di Malaysia.

“Kami memiliki tujuh juri yang akan mengkurasi terlebih dahulu sebelum menentukan tiga besar dari masing-masing kategori, selanjutnya baru di submit ke AICTA,” tutur Slamet.

AICTA sendiri merupakan program prestisius yang didukung oleh menteri telekomunikasi di ASEAN. Selain itu, AICTA menjadi tolak ukur kesuksesan inovasi dan kualitas suatu produk. Para peserta AICTA juga berkesempatan untuk mendapatkan investasi dan pendampingan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Meski begitu, karya terbaik dari para peserta akan di cantumkan kedalam repository untuk didorong perkembangannya melalui kementerian terkait. Dengan demikian, seluruh kementerian mampu mengoptimalkan sumber daya startup sesuai dengan kategorinya.

Plt Direktur Pemberdayaan Informatika Kominfo, Slamet Santoso dalam acara kick-off Identik (10/2) di Cyber Tower 2, Kuningan Plt Direktur Pemberdayaan Informatika Kominfo, Slamet Santoso dalam acara kick-off Identik (10/2) di Cyber Tower 2, Kuningan
 

“Kita dorong terus supaya menjadi salah satu Unicorn di 2024. Kita carikan mentoring supaya bisa di-maintain,” pungkas Slamet.

Untuk mengikuti IdenTIK, Slamet mengungkapkan bahwa tak perlu memiliki dokumen tertentu. Seluruh pemilik usaha dapat mendaftarkan perusahaannya. Meski begitu, juri akan menyesuaikan kategori peserta bila segmentasi yang didaftarkan belum sesuai.

Pengembangan startup Indonesia di kancah internasional turut didukung oleh pihak eksternal, salah satunya oleh Director of Internal Business Development WTOIP Raffle Chen. Menurutnya, kontestan Indonesia memiliki kemampuan dalam menyediakan solusi potensial berkat banyaknya tantangan dalam pengembangannya, terutama dalam lingkup ASEAN dan pasar domestik.

“Indonesia merupakan pasar terbesar di ASEAN. Jadi, startup Indonesia mampu menguasai ASEAN bahkan melebihi Singapura dan Malaysia,” ujar Chen  saat menemui wartawan usai sesi talkshow.

Pendaftaran Identik telah dibuka hingga 28 Mei 2020, dengan agenda roadshow ke sembilan kota di seluruh Indonesia. Penjurian kurasi sekaligus melibatkan tujuh ekspert di bidangnya. Informasi lebih lanjut dan pendaftaran dapat mengunjungi website resmi IdenTIK di halaman ini.