Kabar politik

Ada 3 Siswa Tenggelam di Sungai Pucang, Cabup Sidoarjo Bambang Haryo Prihatin

Kompas.com - 14/02/2020, 17:05 WIB

KOMPAS.com - Tiga siswa tenggelam pada saat bermain di Sungai Pucang, Sidoarjo, Rabu(12/02/2020) sore hari membuat geger warga setempat. Tiga siswa ini di informasikan bernama Aan Nuch Hasan (13), Moch Rully Kurniawan (13), dan Dafaldi (13). Semua korban merupakan siswa SMPN 5 Sidoarjo. Ketiganya ditemukan tak bernyawa oleh tim gabungan BPBD Kabupaten Sidoarjo.

Mendengar hal ini, calon bupati Sidoarjo, Bambang Haryo mengaku turut prihatin dan ikut berduka atas musibah yang dialami ketiga siswa tersebut.

"Saya turut prihatin, dan ikut berbelasungkawa atas musibah tersebut, dan semoga ini tidak terjadi lagi di Sidoarjo," ujar Bambang Haryo dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (14/2/2020).

Bambang Haryo mengatakan, bahwa musibah yang terjadi ini menjadi bukti bahwa pengawasan terhadap masyarakat yang ingin memanfaatkan sungai untuk kegiatan atau aktivitas di sungai masih minim.

"Ini, perlu lebih ditingkatkan lagi karena anggaran daripada kebencanaan akibat alam atau non alam ini perlu dicukupkan. Kita juga mengharapkan instansi terkait, bisa memberikan rambu-rambu informasi yang jelas kepada masyarakat bahwa sungai tersebut dalam keadaan bahaya, sehingga ada pelarangan,” katanya.

Dia melanjutkan, informasi mengenai potensi bencana harus diinformasikan kepada publik secara terus-menerus sebagaimana diatur dalam UU No 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana. Selain itu harus ada juga informasi tertulis yang disediakan kepada penduduk di bantaran sungai.

“Di samping sosialisasi mitigasi bencana, penyelamatan dan perlindungan perlu juga disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat,” kata politikus Gerindra ini.

Menurutnya, masyarakat di sekitar bantaran sungai seharusnya diberi pelatihan pendidikan penanggulangan bencana untuk melakukan penyelamatan. Mengenai biaya operasional pendidikan dan pelatihan penyelamatan harus dimasukkan dalam anggaran BPBD.

“Hal ini butuh perhatian lebih karena sungai dan kanal yang berada di wilayah Sidoarjo berjumlah ratusan sampai ribuan, sehingga harus dilakukan langkah antisipasi. Lalu pengawasan orang tua atau wali murid, maupun guru juga penting dilakukan. Sehingga para pelajar bisa sampai ke rumah dengan selamat,” ujarnya.

Sebagai mantan anggota DPR RI periode 2014-2019, dalam kejadian tenggelamnya tiga pelajar ini Bambang memperlihatkan kepeduliannya dengan terus berkordinasi dengan BNPB dan BPBD untuk segera melakukan pencarian korban dengan maksimal.

Tak hanya itu, kepedulian Bambang Haryo juga ditunjukkan dengan menggerakkan tim BHS peduli yang datang langsung ke tiga rumah duka dan memberikan santunan kepada keluarga korban.

Kedatangan pertama di rumah duka Dafaldi (13) dan Rully Kurniawan (13) di bilangan Sidoklumpuk, Sidoarjo. Kemudian tim BHS berlanjut ke rumah duka Nuch Hasan (14) di Jenggolo, Sidoarjo.

"Kedatangan tim BHS ini tanpa tendensi apapun. Murni karena faktor kemanusiaan, dan sekaligus mengucapkan belasungkawa mendalam secara langsung kepada keluarga korban," tutur Andre, salah satu anggota tim BHS di Sidoarjo saat kunjungan ke rumah korban, Kamis (13/2/2020).

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau