Advertorial

Presiden Jokowi Kembali Membahas Ibu Kota Baru dan Pengaruh Pers di HPN 2020

Kompas.com - 17/02/2020, 13:18 WIB
Presiden Jokowi ketika menyampaikan sambutannya di HPN 2020 DOK. KompasPresiden Jokowi ketika menyampaikan sambutannya di HPN 2020

KOMPAS.com -Presiden mengadiri puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2020 yang belokasi di Kalimantan Selatan. Acara ini juga dihadiri sejumlah Menteri kabinet, Kepala Lembaga, puluhan duta besar negara sahabat, serta sekitar 2.000 wartawan dari seluruh Indonesia

Pada kesempatan ini Presiden Jokowi kembali menungkapkan langkah serius pemerintah dalam menyiapkan Ibu Kota Negara baru yang ramah lingkungan. Salah satu langkah awal pemerintah yang dibahas oleh Presiden adalah nursery (lokasi pembibitan) dengan mempersiapkan 17 juta bibit.

“Pemerintah akan mewujudkan Ibu kota negara baru, dengan konsep smart city, semua kendaraan akan menggunakan energi listrik, kota yang ramah pejalan kaki, dan dekat dengan alam," ucap Presiden Jokowi dalam sambutannya.

Selanjutnya menurut Presiden Jokowi, pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) bukan sekedar memindahkan gedung kantor dan sumber daya manusianya, tetapi juga bagaimana agar Indonesia bisa menunjukkan keunggulannya sebagai bangsa.

Presiden juga menambahkan pentingnya peran pers, terutama untuk menjaga situasi bangsa tetap kondusif. Presiden berharap pers bisa memperbaiki informasi yang salah, mengatasi hoax, dan fitnah yang mengancam masyarakat Indonesia.

“Masyarakat yang sehat adalah masyarakat yang mendapatkan informasi yang sehat, karena itu ekosistem media harus dijaga," pesan Presiden.

Terkait persiapan IKN, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan membangun persemaian modern di atas lahan seluas 120 Hektar di Kalimantan Timur.

Lokasi tersebut akan menjadi pusat pembibitan, kebun benih, pada lokasi ini juga akan dibuat Arboretum atau taman hutan dengan koleksi tanaman endemik Indonesia. Selain itu lahan tersebut juga akan berfungsi sebagai taman rekreasi dan sarana olahraga.

Selanjutnya Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Atal S. Depari yang berlaku sebagai penanggung jawab penyelenggara, memberikan apresiasi khusus atas peran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

"Berkat respon cepat dari Mentri LHK mengenai kegiatan penanaman pohon di acara ini, menjadikan HPN 2020 ini sebagai HPN terhijau dalam sejarah pelaksanaannya," kata Atal.

Rangkaian agenda hijau HPN 2020 ditandai oleh Presiden Jokowi yang menanamkan pohon Mersawa (Anisoptera Marginata Korth) setinggi 18 meter yang merupakan tanaman langka khas Kalimantan.

Di lokasi yang sama ditanam juga 7.500 pohon sengon dan 161 tanaman endemik lainnya. Kegiatan penanaman ini dilakukan bersama pengurus PWI, jajaran Menteri Kabinet, Kepala Lembaga, Pemda, Pelajar, Pramuka, dan masyarakat.

Pada acara ini pun Presiden Jokowi juga menandatangani prasasti Hutan Pers Taman Spesies Endemik Indonesia, dan prasasti Taman Hujan Tropis Dunia.

Dalam acara ini Presiden juga mencermati langkah-langkah kongkrit keterlibatan masyarakat pada upaya Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) melalui Kebun Bibit Desa (KBD).

KBD di Provinsi Kalimantan Selatan berjumlah 83 unit yang tersebar di sepuluh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di sembilan Kabupaten. Jumlah bibit dari 83 KBD di kalsel adalah 3.345.900 batang, yang nantinya akan ditanam oleh kelompok masyarakat tersebut.

Masing-masing KBD diharapkan dapat memproduksi bibit sebanyak 40.000 batang dengan jenis antara lain sengon, karet, jengkol, durian, petai, kopi, dan masih banyak lagi.

Momentum ini diharapkan dapat menggelorakan semangat pers untuk ikut serta mendukung program kerja pemerintah khususnya KLHK dalam kegiatan RHL.