Advertorial

Rehat di Poso, Tur JWS 2020 Jadi Berkah Bagi Pedagang Setempat

Kompas.com - 24/02/2020, 16:42 WIB
Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie beserta sang istri, Idah Syaidah menerima topi adat atau Siga di perbatasan Sulawesi Selatan-Sulawesi Tengah, Minggu (23/02/2020). Dok. Humas Pemprov GorontaloGubernur Gorontalo, Rusli Habibie beserta sang istri, Idah Syaidah menerima topi adat atau Siga di perbatasan Sulawesi Selatan-Sulawesi Tengah, Minggu (23/02/2020).

Rombongan peserta tur Jelajah Wisata Sulawesi (JWS) 2020 tiba di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah pada Minggu (23/02/2020) setelah menempuh jarak sekitar 378 kilometer di etape II.

Saat tiba di perbatasan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah, rombongan JWS disambut adat Pekasewengan yang berarti adat kebersamaan.

Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie beserta sang istri, Idah Syahidah yang turut serta dalam rombongan tur ini menerima topi adat atau Siga dan pengalungan syal serta adat lainnya secara simbolis.

Perjalanan menuju Poso sempat terhenti sejenak di Kecamatan Mangkutana, Luwu Timur karena terperosoknya salah satu minibus milik seorang pengguna jalan yang melintas. Para peserta tur pun secara spontan membantu evakuasi mobil tersebut sebelum melanjutkan perjalanan.

Kedatangan peserta JWS disambut oleh Wakil Bupati Poso, Samsuri beserta jajarannya di Resort Danau Poso. Turut hadir pula Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) Sulawesi Tengah menyambut para rombongan.

“Kami atas nama pemerintah daerah bersama masyarakat Poso mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya,” ujar Samsuri dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (24/02/2020).

Pada sambutannya, Rusli pun mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Poso. Dirinya pun menitipkan warganya yang saat ini tinggal dan menetap di Poso kepada para jajaran pemerintah setempat.

Setelah beristirahat semalam, para peserta tur JWS mengunjungi objek wisata Air Terjun Saluopa yang ada di Desa Wara, Kecamatan Pamona Puselemba, Kabupaten Poso, Senin (24/02/2020).

Para penjual jajanan yang ada di sekitar objek wisata air terjun ini pun mendapatkan “durian runtuh” karena dagangannya diborong habis. Rusli mengarahkan para peserta lomba untuk mengambil apa saja yang diinginkan.

“Ayo ambil-ambil. Siapa yang mau? Hitung berapa jumlah mobil,” tukasnya seraya membagikan kerajinan tangan berupa gantungan kunci.

Salah satu penjual gantungan kunci, Ismawati Ganta mengungkapkan kebahagiaannya kepada awak media atas kunjungan Rusli beserta rombongan. Terlebih, jualan kerajinan tangannya diborong habis.

“Terima kasih banyak Pak (Rusli) sudah belanja disini walau (tempat kami) belum memadai,” ujarnya.

Sebelumnya pada hari kedua, rombongan JWS mengunjungi Desa Lola’i Toraja Utara. Para peserta tur menikmati keindahan panorama “Negeri di Atas Awan” di puncak To’tombi yang berada di ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut.

Kunjungan ke Poso ini menjadi titik awal etape III tur JWS 2020. Rencananya, peserta akan bertolak menuju Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.