Advertorial

Mitsubishi Fuso Luncurkan Varian Baru Truk Ramah Lingkungan

Kompas.com - 07/03/2020, 08:35 WIB
PT KTB distributor resmi kendaraan niaga Mitsubishi FusoTruck dan Bus Corporation, meluncurkan Mitsubishi Fuso Fighter FN61FL HD (6x2) KOMPAS.com/Nana TrianaPT KTB distributor resmi kendaraan niaga Mitsubishi FusoTruck dan Bus Corporation, meluncurkan Mitsubishi Fuso Fighter FN61FL HD (6x2)

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) selaku distributor resmi kendaraan niaga Mitsubishi Fuso Truck dan Bus Corporation, merilis varian kendaraan niaga terbarunya, Mitsubishi Fuso Fighter FN61FL HD (6x2).

Varian baru tersebut diperkenalkan di ajang Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2020 yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Kamis (5/3/2020)

Hadirnya Fighter FN61FL HD (6x2) di segmen medium duty truck (MDT) diharapkan menjawab kebutuhan pasar akan kendaraan niaga yang bertenaga, dimensi lebih besar, serta mudah dalam perawatan. Varian ini, merupakan penyempurnaan dari versi sebelumnya yaitu Fighter FN61FL (6x2).

Menggunakan penggerak 6x2, Fighter FN61FL HD dibekali mesin 7.5 liter dengan konfigurasi mesin turbo diesel empat silinder yang menyemburkan tenaga 270 ps pada 2.600 rpm dan torsi maksimum 80 kg.m pada 1.400 rpm.

Fighter FN61FL HD didukung sistem transmisi tipe EATON (Es-11109) sembilan percepatan, sehingga truk ini dapat menyalurkan tenaga secara optimal. Selain itu, kendaraan niaga asal Negeri Matahari Terbit ini memiliki panjang bodi 9,8 meter.

Dengan adanya lineup baru ini, maka secara total ada 18 varian Fighter yang siap meningkatkan produktivitas bisnis para konsumen.

Deputy Group Head – Branding Group PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, Toto Sudaryanto menyampaikan bahwa perkembangan infrastruktur jalan tol sudah sangat baik seperti adanya trans Jawa atau nanti trans Sumatera. Hal ini memungkinkan pengendara untuk membawa banyak muatan dalam sekali perjalanan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ditambah adanya regulasi over load over dimension membuat Fighter FN61FL HD jadi pilihan yang tepat,” tambahnya.

Toto Sendiri mengungkapkan, mobil ini mampu memuat banyak muatan dan memiliki tenaga yang kuat. Selain itu, Fighter juga bisa untuk kendaraan kargo atau membawa sepeda motor.

“Sejak pertama kali diluncurkan tahun 2019 lalu, Fighter berkontribusi meningkatkan pangsa pasar yang cukup signifikan di segmen MDT. Dari 22,4 persen pada Januari 2019, meningkat ke 28,3 persen pada Januari 2020,” ujar Atsushi Kurita, President Director of KTB, dalam sambutanya di GIICOMVEC 2020.

Selama pameran GIICOMVEC 2020 berlangsung, Mitsubishi Fuso menawarkan berbagai program menarik. Salah satunya adalah cicilan 0 persen untuk satu tahun pertama, DP murah, serta layanan purna jual yang sangat menguntungkan.

“Mitsubishi Fuso Fighter banyak menawarkan keuntungan, dari layanan purna jual serta sparepart kita juga tersedia dimana-mana. Sehingga Fuso Fighter merupakan pilihan yang pasti menguntungkan,” ujar Toto.

Tak hanya meluncurkan Mitsubishi Fuso Fighter FN61FL HD (6x2), PT KTB juga mengenalkan kendaraan niaga ramah lingkungan, eCanter. Dua tahun sebelumnya, KTB juga memamerkan prototipe truk listrik ini di ajang GIICOMVEC 2018.

Kini eCanter yang telah disempurnakan telah diproduksi secara massal dan dipasarkan di Jepang, Amerika Serikat, serta beberapa negara di Eropa yang diperuntukkan bagi konsumen fleet.

Kendaraan niaga ramah lingkungan truk elektrik Mitsubishi Fuso eCanterKOMPAS.com/Nana Triana Kendaraan niaga ramah lingkungan truk elektrik Mitsubishi Fuso eCanter

eCanter sepenuhnya beroperasi secara elektrik, tidak mengeluarkan gas buang, dan bebas kebisingan. Selain itu, dibandingkan dengan kendaraan diesel konvensional, eCanter lebih sedikit getaran, serta mengurangi beban fisik pada pengemudi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan lingkungan kerja yang lebih baik serta ramah lingkungan.

“Kita memperkenalkan eCanter ke masyarakat Indonesia, bahwa kita memiliki truk listrik ramah lingkungan, untuk jual beli sendiri kita masih melihat animo masyarakat terlebih dahulu, terutama soal infrastruktur. Indonesia sendiri belum semua kota ada infrastruktur untuk charging,” tutup Toto.