Advertorial

Hadapi Penyakit Corona, Pertamedika IHC Siagakan 64 RS BUMN

Kompas.com - 10/03/2020, 16:11 WIB

KOMPAS.com – Pertamedika Indonesia Healthcare Corporation (IHC) langsung tancap gas dalam mengantisipasi dan menangani persebaran penyakit corona 2019 atau COVID-19. Pihak Pertamedika IHC sudah menyiagakan 64 rumah sakit BUMN yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia.

Direktur Utama Pertamedika IHC Dr. dr. Fathema Djan Rachmat, SpB, MPH, menjelaskan, rumah sakit BUMN yang tersebar di seluruh pelosok tersebut nantinya akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan dinas kesehatan di daerah.

“(RS BUMN) juga melakukan koordinasi dengan kantor kesehatan pelabuhan dan rumah sakit yang menjadi rujukan secara nasional," kata Fathema, seperti dikutip dari Kontan.co.id.

Ruang isolasi dengan tekanan negatif juga sudah disiapkan di seluruh jaringan RS BUMN. Teknologi tekanan negatif ini akan mencegah udara di dalam ruangan isolasi mengontaminasi udara di luar ruangan sehingga penyakit tidak bisa menyebar melalui udara.

Dirut Pertamedika IHC menambahkan, pihaknya juga sudah membekali alat perlindungan diri (APD) bagi dokter dan perawat yang bertugas. APD tersebut di antaranya gown biohazard/apron long sleeves, head cap disposable, masker N95, safety goggle, sarung tangan, dan juga sepatu boot.

Perusahaan pelat merah di bidang layanan kesehatan ini turut menyiapkan tim gerak cepat untuk mengidentifikasi dan mencegah penyebaran penyakit corona. Tim ini nantinya akan melakukan tracking persebaran virus corona dengan cepat sehingga virus ini bisa dikendalikan.

Dr. Fathema pun menekankan pentingnya edukasi terkait COVID-19 kepada masyarakat. Hal tersebut digunakan sebagai langkah untuk meredam berita hoaks maupun stigma yang beredar di masyarakat.

Langkah Pertamedika IHC tersebut sejalan dengan instruksi yang diberikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Erick meminta BUMN yang memiliki layanan rumah sakit untuk segera bergerak cepat mengantisipasi persebaran COVID-19.

Erick menambahkan, pihaknya mendorong BUMN agar secara proaktif dan serius membantu pemerintah dalam memberikan dukungan untuk melindungi masyarakat terhadap persebaran COVID-19. “Pemerintah serius melindungi masyarakat. Kita hadapi bersama. Percayalah, bersatu selalu menguatkan kita,” ujar Erick.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau