Advertorial

Tips-tips agar Siap Menghadapi Era Disrupsi

Kompas.com - 11/03/2020, 23:09 WIB
Acara diskusi Reinventing a New Corporate Growth with Radical Change, Creativity, Agility, & Technology in Disruptive Era Dok. GML Performance ConsultingAcara diskusi Reinventing a New Corporate Growth with Radical Change, Creativity, Agility, & Technology in Disruptive Era

Era disrupsi sudah banyak memengaruhi berbagai sektor bisnis. Penyewaan film ternama seperti Blockbuster, mengalami kebangkrutan dan terpaksa menutup 129 gerainya pada awal 2013 setelah kalah bersaing dengan Netflix dan iTunes. 

Raksasa penyewaan buku, Barnes & Noble juga kewalahan menghadapi persaingan dengan toko buku online seperti Amazon.com. Terlebih, maraknya website-website digital yang menyediakan file buku berbentuk PDF dan ebook turut memengaruhi perubahan dalam sektor bisnis tersebut. 

Disrupsi adalah gangguan yang mengakibatkan industri tidak berjalan seperti biasanya karena bermunculannya kompetitor baru yang jauh lebih efisien dan efektif, serta penemuan teknologi baru yang mengubah peta bisnis. 

Pemain lama tentu harus berpikir ulang bagaimana menggodok sekaligus mengimplementasikan strategi baru dalam era disrupsi ini. 

Banyak organisasi dan bisnis yang cemas akan mengalami kebangkrutan karena disrupsi teknologi. Dalam dua dekade terakhir, evolusi teknologi informasi dan komunikasi telah menghadirkan perubahan fundamental di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam praktik bisnis modern.  

Perubahan yang cepat dari lingkungan bisnis serta kebutuhan pelanggan, membuat tantangan baru bagi pelaku bisnis agar dapat beradaptasi dan bertransformasi dengan lingkungan baru. 

Jika tidak dilakukan, bukan tidak mungkin kejadian Blockbuster dan Barnes & Noble akan menimpa bisnis Anda. Oleh karena itu, di bawah ini ada tips bagaimana cara Anda sebagai pelaku bisnis menghadapi era disrupsi seperti sekarang. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meningkatkan Kualitas SDM 

Dengan pesatnya perubahan lini kehidupan menjadi serba digital, bukan tidak mungkin robot akan menggantikan pekerjaan manusia. SDM sebaiknya didorong untuk terus belajar dan meningkatkan pengetahuannya mengenai teknologi, karena tenaga kerja yang mampu mengaplikasikan dan mengontrol teknologi lah yang mampu terus bergerak maju. 

Melakukan Inovasi 

Memiliki cara berpikir yang berbeda atau out of the box, sehingga mampu membuat terobosan-terobosan baru atau penyesuaian pada bisnis agar lebih sesuai dengan era disrupsi. 

Adopsi Teknologi Digital

Perusahaan mampu menggunakan teknologi digital seperti Big Data, Autonomous Robots, Cybersecurity, Cloud, dan Augmented Reality. Ini sebagai perwujudan dari tiga solusi pintar dalam menghadapi revolusi industri 4.0, smart foundation, smart process, dan smart connectivity. 

Bersiap Menghadapi Perubahan 

Mengubah pola pikir dan memiliki kesadaran untuk lebih cepat dalam mengadaptasi perubahan. Seluruh karyawan dalam organisasi harus cepat beradaptasi dengan perubahan, karena efek disrupsi dapat mengubah segala hal, termasuk budaya organisasi dalam melakukan proses bisnisnya. 

Pastikan Anda mendapatkan insight dari acara Reinventing a New Corporate Growth with Radical Change, Creativity, Agility, & Technology in Disruptive Era yang diadakan oleh GML Performance Consulting. 

Mengapa penting bagi Anda untuk mengikuti event ini? Tak hanya bisa bertatap muka langsung dengan para pelaku inovasi dan terobosan, sebagai pemimpin bisnis, Anda akan siap keluar dari zona aman serta melakukan perubahan. Lalu sebagai karyawan, Anda akan siap menerima perubahan, eksekusi strategi, dan menciptakan hasil yang nyata. 

Untuk pendaftaran dan informasi Anda bisa menghubungi Citra di nomor 021-4515718 atau 0811-146-0323, atau melalui email citra@kreasiciptaasia.com

(Artikel berdasarkan tulisan dari Bayu Setiaji, Director of PT Lutan Edukasi)

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.