Advertorial

Warga di Kaki Gunung Tangkuban Perahu Kini Tak Lagi Susah Akses Layanan Perbankan

Kompas.com - 16/03/2020, 11:07 WIB

Berada tepat di kaki Gunung Tangkuban Perahu, masyarakat di Kampung Cikawari, Desa Wangunharja Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat dulunya mengalami kesulitan dalam mengakses layanan perbankan.

Kantor bank terdekat berjarak 4 kilometer, sehingga masyarakat membutuhkan waktu dan biaya transportasi tambahan apabila ingin ke bank. Namun, kini hal tersebut telah berubah semenjak kehadiran Agen BRILink “Baso Boom” di tahun 2016.

Nardi (41), pemilik “Baso Boom” mengungkapkan, dirinya tertarik menjadi Agen BRILink karena ingin membantu dan memudahkan masyarakat sekitar.

“Kantor BRI terdekat dari kampung sini berjarak lumayan cukup jauh. Maka, saya memutuskan menjadi Agen BRILink dan alhamdulillah empat tahun berjalan sangat membantu warga sekitar,” imbuhnya.

Setiap hari, Nardi melayani tak kurang dari 100 transaksi perbankan. Fitur yang sering digunakan, yakni transfer, setor tunai, dan pembayaran cicilan pinjaman. Volume transaksinya pun mencapai Rp 2 – 3 miliar per bulan.

Direktur Utama BRI Sunarso menjelaskan, Nardi adalah salah satu contoh keberhasilan peran Agen BRILink yang terdepan dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia dengan menjangkau daerah pelosok dengan strategi go smaller, go shorter, and go faster.

“Agen BRILink merupakan salah satu contoh transformasi yang tengah dilakukan oleh BRI, yang mana kami sedang mentransformasi jaringan kantor dari semula cabang berubah menjadi masyarakat itu sendiri,” pungkasnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau