Advertorial

Sesudah Menhub Positif Corona, Saatnya Kita Serius Cegah COVID-19 dengan Cara ini

Kompas.com - 17/03/2020, 21:23 WIB

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dinyatakan positif terjangkit COVID-19, pada Sabtu (14/03/2020). Kabar tersebut tentu mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, tiga hari sebelumnya, Budi Karya sempat rapat bersama Presiden Joko Widodo di Istana.

Sebagai langkah preventif, para menteri di Kabinet Indonesia Maju pun melakukan tes kesehatan. Dilansir dari Kompas.tv, pada Senin (16/03/2020) terlihat Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brojonegoro dan Menteri Komunikasi dan Informatika Jhony G Plate mengikuti serangkaian tes corona di RSPAD Gatot Subroto.

Virus corona sendiri telah ditetapkan sebagai pandemi global oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Tidak kurang 118 negara mengonfirmasi kasus COVID-19 ini. Indonesia pun salah satunya.

Dikutip dari Kompas.com, hingga Minggu (15/03/2020) total terdapat 117 kasus COVID-19 di Indonesia. Beberapa daerah pun telah menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) virus corona.

Penghentian aktivitas diserukan oleh kepala-kepala daerah, seperti di Solo, Banten, dan DKI Jakarta. Mulai dari penutupan tempat wisata, membatalkan pertemuan massal, hingga meliburkan sekolah pun dilakukan pemerintah untuk mengurangi penyebaran virus corona.

Masyarakat diminta waspada tetapi juga tidak panik. Langkah-langkah pencegahan telah disosialisasikan banyak pihak.

Salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat adalah meningkatkan daya tahan tubuh dengan cara, mengonsumsi makanan dengan nutrisi seimbang. Vitamin dari sayur dan buah juga sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Selanjutnya, Anda bisa mengonsumsi jamu atau produk herbal yang dapat meningkatkan imunitas tubuh, seperti jahe.  Sebab, jahe memiliki kandungan curcumin dan gingerol yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan menghindarkan dari virus dan bakteri.

Empat varian Antangin Dok. Antangin Empat varian Antangin

Jika kesulitan mencari jahe yang berkualitas karena banyaknya permintaan di pasaran dan melonjaknya harga, tidak perlu khawatir, Anda bisa dapatkan di dalam empat varian Antangin.

1. Antangin JRG

Antangin JRG menjadi produk andalan Antangin dengan kandungan jahe emprit yang memiliki kadar Gingerol lebih tinggi dari pada jenis jahe lainnya, sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Hal ini sudah diteliti oleh Fakultas Teknologi Pertanian IPB.

Tambahan royal jelly juga mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta menghambat pertumbuhan bakteri pada saluran pencernaan. Selain itu, terdapat kandungan ginseng yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan stamina.

2. Antangin Mint

Antangin Mint memiliki tiga kandungan utama yaitu jahe emprit, madu, serta daun mint yang berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah penyakit, dan mengatasi masuk angin. Kandungan extra mint mampu memberikan sensasi segar dalam mulut, tenggorokan, dan hidung.

3. Antangin Tablet

Selain tersedia dalam bentuk cair, Antangin juga menyediakan Antangin Tablet dengan kandungan jahe merah dan jahe emprit, royal jelly, dan ginseng. Formula jahe merah dan jahe empritnya mampu meningkatkan daya tahan tubuh, mengobati masuk angin parah yang disertai mual, perut kembung, pusing, dan rasa capek.

4. Antangin Junior

Dalam meningkatkan dan menjaga daya tahan tubuh anak agar tidak mudah sakit. Kandungan jahe, daun meniran, dan madu, yang terdapat dalam Antangin Junior secara efektif bisa meningkatkan daya tahan tubuh anak, mengobati masuk angin, dan mencegah mabuk di perjalanan.

Selain Jahe yang sudah disebutkan di atas, daun meniran mampu memelihara daya tahan tubuh dan meningkatkan kerja sel imun. Sedangkan kandungan madu bisa meningkatkan stamina tubuh dan mempertahankan regenerasi sel. Antangin Junior bisa dikonsumsi pada anak berusia 2 hingga 12 tahun.

Semua varian Antangin ini juga sudah lulus uji khasiat dan keamananya di Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM, dan Fakultas Farmasi UGM. Dengan demikian, rutin mengonsumsi Antangin dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan tubuh Anda akan lebih kebal terhadap virus dan bakteri. 

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau