Advertorial

Belajar dari Greta, Ini Perubahan yang Bisa Dilakukan untuk #SenyumkanBumi

Kompas.com - 24/03/2020, 12:01 WIB
Satu langkah kecil dapat mengembalikan bumi menjadi tempat yang baik untuk ditinggali. ShutterstockSatu langkah kecil dapat mengembalikan bumi menjadi tempat yang baik untuk ditinggali.

Dua tahun lalu, seorang anak perempuan berusia 15 tahun berdiri sendiri di depan gedung parlemen Swedia dengan membawa sebuah papan bertuliskan “skolstrejk för klimatet”.  Jika diterjemahkan, papan itu bertuliskan “mogok sekolah untuk iklim”.

Dialah Greta Thunberg yang meninggalkan sekolah di tengah dinginnya udara kota Stockholm, menuntut para pengambil keputusan melakukan langkah kongkrit  untuk menyelamatkan bumi dari kehancuran.

Kini, belum genap dua tahun sejak aksi pertamanya pada 15 Agustus 2018, Greta telah menjadi ikon gerakan perubahan iklim di seluruh dunia. Aksinya pun menginspirasi jutaan orang lain, baik para pelajar maupun aktivis lingkungan, untuk menuntut perubahan untuk masa depan bumi yang lebih baik.

Greta adalah semangat yang patut dimiliki oleh setiap individu. Bumi adalah satu-satunya rumah bagi manusia dan masa depannya kini kian terancam akibat ulah manusianya sendiri. Lantas apa yang bisa kita lakukan untuk turut menyelamatkan lingkungan?

Menggunakan produk yang ramah lingkungan

Tanpa kita sadari, kini semakin banyak alternatif produk sehari-hari yang ramah lingkungan. Mulai dari kemasan makanan, botol minum, hingga pakaian. Dengan kearifan tersebut, konsumennya pun turut berperan dalam menyelamatkan masa depan bumi.

Sebagai merek yang telah menemani keluarga Indonesia selama 70 tahun, Pepsodent mendukung gerakan ini dengan meluncurkan sikat gigi Pepsodent Natural Bamboo. Gagang sikat gigi ini terbuat dari 100 persen bamboo dan mudah terurai dengan aman ke dalam tanah.

Sikat gigi ini juga sangat ramah lingkungan karena menggunakan kemasan kertas daur ulang dan lebih sedikit energi dalam proses produksinya. Dengan bulu sikat berdiameter 0,01 milimeter yang lembut, menyikat gigi lebih bersih dan lingkungan lebih terjaga.

Pepsodent mengambil langkah inisiatif dengan menciptakan sikat gigi ramah lingkungan.DOK. Pepsodent Pepsodent mengambil langkah inisiatif dengan menciptakan sikat gigi ramah lingkungan.

Menggunakan transportasi publik

Bukan rahasia jika kendaraan pribadi merupakan penyumbang polusi, terutama di kota besar. Demi masa depan bumi, beralihlah menggunakan transportasi publik. Bagi yang belum terbiasa, naik bis atau kereta mungkin terdengar tidak praktis.

 Namun, ada banyak keuntungan yang didapatkan dengan naik transportasi publik. Selain lebih ramah lingkungan, ongkosnya pun lebih murah dan terhindar dari bermacet-macetan di jalan.

Menghemat listrik

Bahan bakar fosil masih menjadi sumber energi utama di Indonesia. Dengan kata lain, semua  peralatan listrik yang kita gunakan ditenagai oleh minyak bumi. Padahal, tidak ada yang menjanjikan keberlanjutan sumber energi ini. Karenanya, gunakanlah listrik dengan bijak. Jika memungkinkan, beralihlah menggunakan sumber energi yang ramah lingkungan.

Mengurangi penggunaan plastik

Ketergantungan industri akan kemasan plastik terlanjur tinggi. Karenanya, sampah plastik akan selalu ada. Sebagai konsumen akhir, setiap individu punya kesempatan untuk menolak menggunakan kemasan plastik. Gantilah plastik sekali pakai dengan berbagai kemasan yang bisa digunakan berulang kali, misalnya tas belanja berbahan kain, kotak makan, dan botol minuman.

Memilah dan mendaur ulang sampah

Selain lebih mudah diolah, sampah yang telah dipilah pun bisa memberikan nilai ekonomis. Misalnya dengan mendaur ulang sampah organik menjadi kompos penyubur tanah. Sampah anorganik pun bisa dipilah lagi menjadi beberapa kategori, misalnya kertas, plastik, dan kaca. Setelah dipilah, salurkan saja sampah tersebut ke bank sampah untuk diolah dan ditukar menjadi uang.

Pepsodent pun menyadari begitu banyak yang bisa dilakukan untuk mengurangi limbah. Demi mewujudkan dampak positif yang luas untuk #SenyumkanBumi, Pepsodent menggandeng National Geographic Indonesia untuk mengumpulkan dan mendaur ulang sikat gigi plastik.

Alih-alih membuangnya, konsumen bisa menyumbangkan sikat gigi bekas untuk didaur ulang oleh National Geographic Indonesia dan komunitas KertaBumi untuk didaur ulang menjadi meja belajar anak-anak. Tersedia 60 dropbox yang tersebar di gerai Watsons di Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, dan Kalimantan yang akan menampung sikat gigi plastik bekas pakai dari konsumen.

Pepsodent dan National Geographic pun akan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan lewat berbagai talkshow, workshop, dan gerakan di media sosial. Temukan informasi lebih lanjut tentang gerakan #SenyumkanBumi di halaman ini.