Advertorial

Sambangi Los Angeles, Tim Suryanation Motorland Serap Ilmu dari Dua Jagoan Custom Motor Dunia

Kompas.com - 27/03/2020, 19:56 WIB
Tim Suryanation Motorland berfoto dengan latar landmark ikonik Hollywood Sign. Dok. Suryanation MotorlandTim Suryanation Motorland berfoto dengan latar landmark ikonik Hollywood Sign.

KOMPAS.com – Perjalanan tim Suryanation Motorland di Negeri Paman Sam hampir selesai. Meski demikian, mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan saat mengunjungi Los Angeles.

Mereka pun mendatangi dua bengkel kustom motor terkenal di LA, yakni Chabbott Engineering dan Powerplant Motorcycles, untuk menambah inspirasi dalam kustomisasi motor. Kunjungan ke jagoan kustom motor dunia itu akan melengkapi inspirasi yang sudah didapat dari lawatan ke Mooneyes Company dan Chopper Dave’s.

Saat mengunjungi Chabbot Engineering, tim Suryanation Motorland langsung disambut oleh pendirinya, Shinya Kimura. Tim langsung diajak berkeliling workshop sambil berbincang akrab dan bertukar pikiran mengenai dunia kustom.

Shinya sendiri merupakan salah satu builder asal Jepang. Ia lebih memilih merintis workshop di Amerika Serikat ketimbang di negeri asalnya.

Alasannya, Shinya menjelaskan, di bengkelnya di Jepang, terlalu banyak mekanik bekerja, sedangkan ia sendiri lebih suka bekerja sendiri. Oleh karena itu, ia memutuskan pindah ke Los Angeles dan mendirikan Chabbot Engineering pada 2006.

Bagi Shinya, bekerja sendiri bisa menjaga kualitas motor garapannya, sekalipun harus mengorbankan kuantitas. Ia sendiri membutuhkan satu tahun untuk membangun satu motor.

"Sebagai builder, kita harus yakin dengan kemampuan dan karya yang kita buat. Konsistensi terhadap kualitas juga merupakan salah satu kunci yang paling terpenting untuk bertahan di industri ini," ujar Shinya kepada tim Suryanation Motorland.

Tim Suryanation Motorland saat berkunjung ke Chabbot Engineering.Dok. Suryanation Motorland Tim Suryanation Motorland saat berkunjung ke Chabbot Engineering.

Lutfi Ardika, salah satu pemenang Suryanation Motorland Battle Surabaya, merasa senang bisa bertemu pendiri Chabbot Engineering.

“Bertemu Shinya Kimura merupakan kesempatan langka. Kami berdiskusi mengenai dunia custom, dedikasinya, dan karya-karyanya yang keren. Saya dapat banyak pelajaran berharga darinya,” kata Lufti.

Selepas bertamu ke workshop milik Shinya, tim Suryanation Motorland melanjutkan kunjungan dengan mendatangi Powerplant Motorcycles. Workshop yang juga berada di LA ini dirintis oleh Yaniv Evan sejak 2002.

Sedikit informasi, garapan Yaniv banyak dipengaruhi kultur hot rod dan dunia penerbangan. Uniknya, Yaniv membuat segala part motor dengan tangannya sendiri atau handmade, mulai dari sasis, sistem rem, hingga part mesin. 

Tim Suryanation Motorland saat berkunjung ke Powerplant Motorcycles.Dok. Suryanation Motorland Tim Suryanation Motorland saat berkunjung ke Powerplant Motorcycles.

Komang Gede Santana Putra, builder dari Kedux Garage, sempat diajak Yaniv menjajal motor garapannya di sekitar workshop. Komang Gede merasa bangga bisa mencoba motor garapan Yaniv yang sangat rapi dan detail.

“Seru sekali bisa mencoba motor garapan Yaniv. Saya banyak belajar mengenai teknik yang ia gunakan sehingga bisa membantu saya dalam membuat motor setelah kembali ke Indonesia,” ujar Komang Gede Santana Putra.

Touring menjelajahi Los Angeles

Usai mengunjungi dua jagoan kustom motor, tim Suryanation Motorland juga turut merasakan pengalaman touring di Amerika Serikat. Sebagai motorcycle enthusiast, akan berasa tidak lengkap bila belum mencoba jalanan di Negeri Paman Sam.

Bucek Depp menjadi kapten dalam touring epik ini. Sebelum memulai, Bucek terlebih dahulu menjelaskan safety riding dan rute yang akan dilewati.

Touring epik ini dimulai di EagleRider. Setelah itu, tim akan mampir sebentar di ikon populer LA, yakni Hollywood Sign. Mereka melewati Mulholland Drive yang menyajikan pemandangan menakjubkan.

Tim bisa melihat Los Angeles Basin dan San Francisco Valley dari jalan itu. Jajaran rumah-rumah mewah yang di sepanjang jalan juga turut terlihat. Beberapa rumah mewah tersebut merupakan milik selebritas Hollywood.

Pemberhentian berikutnya di Neptune’s Net, sebuah restoran seafood bersejarah yang dibangun pada 1965 oleh pensiunan astronot NASA, Eastman Jacobs. Tim Suryanation Motorland makan siang sebentar di restoran yang pernah menjadi lokasi syuting beberapa film, seperti Point Break, Fast and Furious, dan Iron Man 3.

Setelah kenyang, tim kembali melanjutkan perjalanan ke EagleRider, tapi menggunakan jalur berbeda. Mereka melewati Pacific Coast Highway dan Santa Monica Pier yang legendaris.

“Buat saya, perjalanan ini sangat berkesan. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan langka ini,” aku Budi Kurniawan, pemenang Suryanation Motorland Battle Medan.

Suryanation Motorland Committee Rizky Dwianto menjelaskan, salah satu misi Suryanation Motorland adalah mendukung para builder Indonesia dan memperkaya custom scene di Tanah Air.

“Harapannya, rangkaian perjalanan ke Amerika Serikat ini bisa menambah inspirasi builder Indonesia yang diwakili oleh para pemenang Suryanation Motorland Battle 2019,” tutup Rizky Dwianto.

Jika Anda merupakan pecinta motor Kustom, ikuti terus keseruan Suryanation Motorland 2020 dengan mengunjungi situs web https://www.suryanation.id/. Bisa juga melalui channel YouTube Official Suryanation Motorland dan akun Instagram resmi @suryanation_motorland.