Advertorial

Pencernaan Sehat, Kunci Daya Tahan Tubuh Kuat Hadapi Covid-19

Kompas.com - 05/04/2020, 11:57 WIB

Angka penderita virus corona penyebab Covid-19 di Indonesia terus bertambah sejak laporan pertamanya pada Senin (2/2/2020) silam. Tercatat hingga Kamis (2/4/2020), terdapat total 1.790 kasus yang terkonfirmasi di seluruh Indonesia.

Demi menekan penyebaran Covid-19, pemerintah pun menganjurkan masyarakat untuk melakukan social distancing dan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Mengingat saat ini belum ada vaksin untuk mengobati Covid-19, salah satu tindak pencegahan efektif yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh yang kuat akan memperkecil kemungkinan kita terjangkit virus corona ini.

Salah satu kunci kekuatan daya tahan tubuh manusia adalah sistem pencernaan yang sehat.

Dilansir Kompas.com (26/3/2013), Prof. Soebijanto Marto Sudarmo, pakar gastroenterologi Universitas Airlangga mengatakan bahwa saluran cerna mempengaruhi hingga 80 persen dari sistem daya tahan tubuh.

“Saluran cerna terdiri dari jaringan mukosa yang sangat luas. Pada jaringan inilah benda-benda asing yang berpotensi menjadi penyakit masuk ke tubuh kita. Karena jaringan ini sangat luas pada saluran cerna, maka saluran cerna lah yang paling menentukan daya tahan tubuh,” ungkapnya.

Pada saluran cerna kita juga terdapat berbagai bakteri baik yang membantu kelancaran sistem pencernaan dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Keseimbangan mikroba di dalam pencernaan kita bisa dijaga dengan mengkonsumsi makanan tinggi serat yang mengandung prebiotik (makanan untuk bakteri baik di usus) dan kolin seperti ikan, susu, telur, kedelai, buah, dan sayuran. Selain itu, asupan probiotik pun berperan penting untuk meningkatkan jumlah bakteri baik di pencernaan kita.

Probiotik merupakan bakteri hidup yang ditambahkan pada makanan atau suplemen. Probiotik adalah bakteri baik yang berkhasiat untuk melancarkan sistem pencernaan, serta mendukung penyerapan nutrisi dan pembentukan sistem imun tubuh.

Anda dapat menambah asupan probiotik dengan Synbio, kapsul sinbiotik dari Kalbe. Sinbiotik sendiri adalah kombinasi probiotik dan prebiotik dengan komposisi seimbang yang mampu menjaga kesehatan pencernaan.

Synbio, kapsul sinbiotik pertama yang berteknologi ProbioACT untuk sistem pencernaan yang lebih sehat Dok. Synbio Synbio, kapsul sinbiotik pertama yang berteknologi ProbioACT untuk sistem pencernaan yang lebih sehat

Synbio adalah kapsul sinbiotik pertama di Indonesia yang berteknologi ProbioACT. Teknologi ini menjamin probiotik dapat sampai ke dalam sistem pencernaan kita secara optimal, sehingga bermanfaat bagi tubuh.

Adapun terdapat berbagai spesies probiotik seperti Lactobacillus acidophilus dan Bifidobacterium longum yang diperkaya prebiotik FOS (frukto oligosakarida) di setiap kapsul Synbio, sebagai kombinasi optimal untuk pencernaan yang sehat.

Dosis Synbio untuk dewasa dan anak di atas usia 12 tahun adalah 2 x 1 kapsul per harinya. Sementara untuk anak usia 1-12 tahun 1 x 1 kapsul per hariDok. Synbio Dosis Synbio untuk dewasa dan anak di atas usia 12 tahun adalah 2 x 1 kapsul per harinya. Sementara untuk anak usia 1-12 tahun 1 x 1 kapsul per hari

Jadi tunggu apa lagi? Segera penuhi asupan probiotik Anda untuk sistem pencernaan yang sehat. Karena di balik pencernaan yang sehat, terdapat daya tahan tubuh yang kuat untuk menangkal virus corona.

Kunjungi halaman ini untuk pembelian dan informasi selengkapnya mengenai Synbio.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau